Home » Artikel Motivasi » 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah

33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah

Artikel Motivasi

Oleh Ibn Ghifarie
valentine day and giftApa yang anda lakukan manakala hari Valentine`s Day (14 Februari) itu tiba? Aksikah, demokah, turun kejalan sambail meneriakan yel-yel, mengerumuni sekaligus merusak pusat peretaran seks, mengucapkan ‘Selamat Hari Valentine’, ataukah diam seribu bahasa.

Bila pertanyan itu di alamatkan padaku, maka aku tak akan menjawabnya. Terlebih lagi, melarang mereka untuk tidak melaksanakan acara Valentne. Namun, akan sedikit bercerita tentang kasih sayang. Sekedar pelipur lara di tengah-tengah kepenatan rutinitas pasca bencana. Pasalnya momen ini merupakan hari bersejarah bagi kelompok tertentu. Mereka berusah ingin membagai kebahagiaan satu sama lain (kaum adam dan hawa) dalam bingkai cinta kasih.

Meski terkadang di salah artikan. Hingga nyaris menuai protes dari golongan tertentu. Alih-alih mengikuti tradisi barat dan tak sesuai dengan budaya timur pun menjadi alasan mereka untuk berbuat semaunya.

Konon, memasuki awal abad keempat sebelum masehi, bangsa Romawi terbiasa mengadakan pesta bagi Dewa Lupercalia (Lupercus). Perhelatan akbar itu, dilaksanakan pada pertengahan bulan Februari. Tentunya, bersamaan dengan musim kawin burung.

Perayaan hajatan Lupercalia itu, dianggap belum berhasil manakala setiap laki-laki atau perempuan mendapatkan pasangan masing-masing. Uniknya lagi, perjodohan tadi digelar dengan cara setiap gadis harus menuliskan namanya pada secarik kertas, kemudian dimasukkan ke dalam kotak. Begitupun sebaliknya. Para pemuda yang hadir diwajibkan mengambil kertas di dalam kotak tersebut secara acak.

Walhasil, wanoja yang terpilih akan menjadi pasangan jajaka tersebut, hingga berujung pada kegiatan Lupercalia tahun depan.

Namun, seiring waktu sepenggal zaman dan kuatnya pengaruh Gereja Roma. Kehadiran acara perjodohan pun harus berujung di tiang gantung. Walau telah berlangsung cukup lama sekira 800 tahun tradisi luhur itu melekat sekaligus menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari masyarakat kala itu. Pasalnya, pesta pora itu dinilai bertentangan dengan iman Kristen, bahkan termasuk golongan kafir.

Lagi-lagi setiap keadaan selalu hadir juru penyelamat bagi kaum lemah. Terlebih lagi, pada saat Kaisar Roma berada dalam genggaman Claudius II. Ia memberlakukan peraturan yang melarang orang-orang untuk menikah.

Tiba-tiba, seorang uskup dari Interamma bernama Valentine (270 SM) berani memulai kembali kebiasaan tersebut. Meski dalam prosesi kegiatanya jauh berbeda dengan tradisi Lupercalian sebelumnya. Sudah tentu, secara diam-diam uskup Valentine mengumpukan kaum muda-mudi yang saling ‘silang rasa’ supaya dapat dinikahkan secara masal.

Di lain sisi, aktivitas Valentine itu sudah tercium oleh Kaisar. Sampai-sampai Ia murka terhadap sang Uskup.

Alhasil, hotel predeo pun harus menjadi pilihan sekaligus rumah yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Tak hanya itu, ia bersama pengikutnya pula harus beribadah pada Dewa Romawi. Bila mereka enggal melaksanakan perintah penguasa, maka ia harus rela menangung akibatnya.

Kematian pun menjadi buah kegigihanya (14/02/269 M). (The World Book Encyclopedia, 1998) Walau sebelumnya Ia harus mendapatkan cacian, makian, bogem, lemparan batu di tiang penyanggah dan dipenggal secara sadis. Hingga nyawanya pun mesti lepas dari jiwa raganya.

Namun, berkat keimanan yang kuat dan tebaran kasih sayang di penghujung titik nadir Ia masih sempat berpesan kepada kaum hawa saat menyembuhkan mata seorang gadis dari kebutaanya. Sang Mesias menulis catatan kecil bertajuk ‘From Your Valentine’.

Semenjak itulah, ungkapan-ungkapan Valentine menjadi simbol hari kasih sayang. Hal ini terlihat dari Kebiasaan mengirim kartu Valentine. Meski tak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998, Sinar Harapan 10/02/2003).

Secara bahasa ‘Valentine’ berasal dari Latin yang berarti : `Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, Tuhan orang Romawi. (www.korrnet.org)

Maraknya aksi prostitusi berkedok panti pijat dan menjamurnya kematian bocah tak berdosa akibat hubungan di luar nikah serta tak diterima kembali di kelurganya membuat sebagian muda-mudi lupa diri, bahkan terlelap dalam kegelamuran pesta tersebut.

Nyatanya, kehadiran hari kasih sayang malah melanggengkan budaya lalim. Sebab bisa berakibat patal bagi kaum hawa manakala terjadi perbuatan yang tak diinginkan. Ambail contoh hamil diluar nikah, penularan HIV/AIDS. Demikian penuturan dr Andik Wijaya SMSH, seorang Seksolog dari Surabaya. “Sekarang Valentine’s Day nuansanya cenderung romantis dan erotis,” tutur dr Andik. Ini bukan omong kosong lho. Salah satu faktor yang mensukseskan erotisme saat perayaan Valentine adalah makanan khas Valentine`s Day berupa coklat. Emang kenapa dengan coklat? Menurut dr Andik, coklat mengandung zat yang disebut Phenyletilamine atau zat yang bisa membangkitkan gairah seksual. Nah lho.

Bukti lain, lanjutnya, pergeseran makna Valentine‘s Day, di Inggris 14 Februari malah dicanangkan sebagai The National Impotence Day (hari impoten nasional) dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman impotensi 2 juta pria Inggris. Sedang di AS lebih parah lagi. 14 Februari ditetapkan sebagai The National Condom Week (pekan kondom nasional). “Maksudnya kampanye nasional penggunaan kondom, karena tiap perayaan Valentine‘s Day diikuti peningkatan kasus HIV/AIDS. Padahal tingkat kegagalan kondom mencapai 33,3 persen,” imbuh dr. Andik. (www.dudung.net)

Padahal, bangsa Indonesia sedang dirundung malang pelbagai musibah dengan silih berganti dan saling susul menyusul bencana. Gundukan sampah pun pasca musibah kembali meminta perhatian kita. Karena pengekspersian kasih sayang tak selamanya harus berpesta pora. Atau sekedar tukar menukar kado berupa cokelat, bunga, perhiasan, kaset/CD dan hadiah spesial lainya kepada pujaan hati.

Disadari atau tidak, perayaan dari budaya Barat ini pun telah diserap oleh orang-orang Indonesia. Sudah banyak orang Indonesia yang merayakannya dengan kebiasaan masing-masing. Bukankah membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan tumpukan lumpur tidak termasuk dalam bingkai kasih sayang pada lingkungan sekitar? Entahlah [Ibn Ghifarie]

Dikirimkan oleh
ibnu

http://boelldzh.blogspot.com/

Penulis adalah Mahasiswa jurusan Studi Agama-Agama (Perbandingan Agama d/h)Fakultas Filsafat dan Teologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung dan aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) sebagai Koord Post LPIK serta Koord Komunitas Mata Pena (KMP) Bandung.

Memang benar apa yang dituliskan, kasih sayang tidak harus berupa pergaulan tanpa batas. Ikatan pernikahan adalah cara yang paling baik untuk melindungi kasih sayang antar laki-laki dan perempuan (by editor)

Pencarian

,,kumpulan cerita pelipur lara (29),maksud resensi (13),arti ungkapan asing (8),cerita romantis kristen (6),cerita lingkungan sekitar rumah (6),puisi cinta di gantung (6),puisi hari ibu kristen (5),bingkai valentine (5),hubungan isi puisi dengan masyarakat (5),puisi b inggris tema lingkungan (5),cerita panti pijat (5),puisi masa itu emas (4),contoh yel-yel tentang lingkungan (4),puisi untuk ibu kristen (4),cerita harapan kosong (4)

Comments for 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah
  1. nulul // February 14th, 2007 at 5:01 am

    Biarpun semua sudah pernah membaca artikel semacam ini, tp sepertinya susah menghentikan/meminimalisasikan budaya Valentine di negara ini. Gmn engga? media kita masih membudayakan hari Valentine ini setiap tahunnya..so..

  2. Gadis Indonesia // November 24th, 2007 at 6:20 am

    Hmmm…. , i was searching for gadis indonesia and i came across your post and it is definitely the most sensible thing i have seen in a long time, and in my opinion you got something good going here, i have to get my friends to subscribe to your post 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah .

  3. Panti Pijat // November 26th, 2007 at 2:15 am

    Hmmm…. , i was searching for panti pijat and i came across your post and it is definitely the most sensible thing i have seen in a long time, and in my opinion you got something good going here, i have to get my friends to subscribe to your post 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah .

  4. Leon // April 6th, 2008 at 3:54 pm

    my opinion maybe sounds weird, but why do you all write so serious comments? I mean, do you REALLY think it’s true? Why? What makes you think so? Please share your opinion.

  5. kak zepe lagu2anak.blogspot.com // November 29th, 2010 at 3:28 pm

    Apa pun makna hari valentine buat kita,
    Ga ada salahnya ngungkapin kasih sayang kita pada orang tua…
    Kapan saja… dimana saja…
    Saya ada sebuah lagu yang diplesetin dari lagu anak-anak PELANGI……lucu… tapi bermakna mendalam…

Leave a Comment for 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah

*

Related 33-Aku, Valentine`s Day dan Seonggok Tumpukan Sampah

Orang Baik dan Orang Pint

Teman teman, perjalanan hidup ini, di dunia ini tidak lepas dari orang baik

Juara Bukan Segalanya

Hampir  6 tahun aku mengikuti kegiatan KARATE, selama itu pula aku telah di

Selamat Hari Raya Idul Fi

Setiap hari adalah istimewa. Seistimewa terbitnya fajar hari ini. Sahabat Resensinet, kita wajib

Dirimu Memang Tangguh

Dulu Engkau Tangguh Kenapa sekarang luluh? Sudahlah, jangan mengaduh, Hidup memang lumrah begitu.

Lihat Juga Cerita Motivasi Menarik Lainnya

Maaf, Kami Kehabisan Bandwidth

Salam penuh motivasi dari kami, resensi.net Beberapa hari yang lalu sejak tanggal 17 November website ini tidak dapat diakses karena bandwith yang disediakan oleh hosting telah habis terpakai. Dan hal ini akan terus terulang pada tiap bulannya, dikarenakan bandwith hosting kami berukuran kecil, hanya 2Giga. Oleh karenanya kami mohon maaf apabila nanti dipertengahan atau diakhir bulan website [...]

Monday, December 1st, 2008 | Berita Resensi

Motivational Quotes

I believe life is constanly testing us for our level of commitment, and life’s greatest rewards are reserved for those who demonstrate a never ending commitment to act until they achieve. This level of resolve can move mountains, but it must be constant & consistent. As simplistic as this may sound, it is still the [...]

Tuesday, August 18th, 2009 | Kata Motivasi

Apoteker dan Kebijaksanan Nasehat

Seorang wanita baru pindah ke sebuah kota kecil. Setelah berada di sana beberapa

Pemberian Terbaik kepada Raja

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432H

Hari berganti, tak terasa kita akan menginjak hari yang fitri Hari dimana wajah

12-Alam dan Kearifan

BENCANA beruntun menimpa negeri ini. Belum lagi penderitaan di Alor dan Nabire usai,

11-Mungkin Sekali Saya Sendiri Juga Maling

Kita hampir paripurna menjadi bangsa porak-poranda, terbungkuk dibebani hutang dan merayap melata sengsara di dunia. Penganggur 40 juta orang, anak-anak tak bisa bersekolah 11 juta murid, pecandu narkoba 6 juta anak muda, pengungsi perang saudara 1 juta orang, VCD koitus beredar 20 juta keping, kriminalitas merebat di setiap tikungan jalan dan beban hutang di bahu [...]

Saturday, January 20th, 2007 | Suara Hati

Susunan Kehidupan

Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah. Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan [...]

Tuesday, March 17th, 2009 | Cerita Motivasi, Tips Motivasi

Money

Money can buy a house, but not a home. Money can buy a bed, but not sleep. Money can buy a clock, but not time. Money can buy a book, but not knowledge. Money can buy food, but not an appetite. Money can buy position, but not respect. Money can buy blood, but not life. [...]

Saturday, May 10th, 2008 | Kata Motivasi, Puisi

Guru bijak

Mungkin dari kita saat ini masih banyak yang merasa sebagai orang yang “wah” dan Merasa Sebagai orang yang paling bersih dan Hanya sedikit dosa. Jujur Tanyakan Pada hati anda tentang pendapat anda terhadap mereka yang bergelimang dosa? Saya yakin sebagian Dari Kita akan memandang sebelah mata kepada mereka, Menganggap mereka adalah orang-orang kotor dan Saya [...]

Wednesday, October 12th, 2011 | Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Sosok Motivasi

Pakaian Kebahagiaan

Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya. Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. [...]

Saturday, March 7th, 2009 | Cerita Motivasi, Tips Motivasi