<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Cerita Motivasi &#124; Artikel Motivasi &#187; Resensinet</title>
	<atom:link href="http://www.resensi.net/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.resensi.net</link>
	<description>Kumpulan cerita motivasi, cerita penyemangat, cerita untuk melihat kedalam diri dalam proses perbaikan dan pembelajaran diri maupun artikel motivasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 00:41:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pay It Forward</title>
		<link>http://www.resensi.net/pay-it-forward/2010/03/10/</link>
		<comments>http://www.resensi.net/pay-it-forward/2010/03/10/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 00:27:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Resensinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resensi.net/?p=663</guid>
		<description><![CDATA[Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik Editkepada orang lain.
Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN"><img class="alignleft size-full wp-image-667" title="menolong" src="http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/03/menolong1.jpg" alt="menolong" width="129" height="145" />Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita lakukan kepada orang lain akan mampu mempengaruhi kehidupan mereka, mungkin Film “PAY IT FORWARD” bisa menjadi pendorong yang memberikan kita semangat untuk selalu tidak jemu-jemu berbuat baik </span><a href="edit-pages.php">Edit</a><span lang="IN">kepada orang lain.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Kisahnya bercerita tentang seorang anak umur delapan tahun bernama Trevor yang berpikir jika dia melakukan kebaikan kepada tiga orang disekitarnya, lalu jika ke tiga orang tersebut meneruskan kebaikan yang mereka terima itu dengan melakukan kepada tiga orang lainnya dan begitu seterusnya, maka dia yakin bahwa suatu saat nanti dunia ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang saling mengasihi. Dia menamakan ide tersebut: “PAY IT FORWARD” <span id="more-663"></span> </span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Singkat cerita, Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah mamanya sendiri (yang menjadi single parent), seorang pemuda gembel yang selalu dilihatnya dipinggir jalan dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Percobaanpun dimulai : Trevor melihat bahwa mamanya yang sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman<br />
keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan mamanya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, dia juga mengatur rencana supaya mamanya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor.<br />
Sang mama yang melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang mama mengucapkan terima kasih, Trevor berpesan kepada mamanya “PAY IT FORWARD, MOM”</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Sang mama yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, si anak berpesan :”PAY IT FORWARD, MOM”</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar segerombolan orang untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika para pengejarnya sudah pergi, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek berpesan : “PAY IT FORWARD, SON”.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, si pemuda berpesan kepada ayah si gadis kecil : “PAY IT FORWARD, SIR”</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Ayah si gadis kecil yang terkesan dengan kebaikan si pemuda, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya terkena kecelakaan pada saat sedang meliput suatu acara, saat si wartawan berterima kasih, ayah si gadis berpesan:”PAY IT FORWARD”</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis, bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “PAY IT FORWARD” tersebut, jiwa kewartawanannya mengajak dia untuk menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan tempat persembunyian, putri si nenek yang mengampuni, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Trevor, Si wartawan mengatur agar Trevor bisa tampil di Televisi supaya banyak orang yang tergugah dengan apa yang telah dilakukan oleh anak kecil ini. Saat kesempatan untuk tampil di Televisi terlaksana, Trevor mengajak semua pemirsa yang sedang melihat acara tersebut untuk BERSEDIA MEMULAI DARI DIRI MEREKA SENDIRI UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN KEPADA ORANG-ORANG DISEKITAR MEREKA agar dunia ini menjadi dunia yang penuh kasih.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya yang selalu diganggu oleh para berandalan, selesai penguburan Trevor, betapa terkejutnya sang Mama melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan penuh kasih kepada orang lain.</span></p>
<p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span lang="IN">Mungkinkah saat kita terkagum-kagum menikmati kebaikan Tuhan di dalam hidup kita, dan kita bertanya-tanya kepada Tuhan bagaimana cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepadaNya, jawaban Tuhan hanya sesederhana ini: “PAY IT FORWARD to OTHERS around YOU (Teruskanlah itu kepada orang lain yang ada disekitarmu)”</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resensi.net/pay-it-forward/2010/03/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Anak Dalam &#8220;Mindset&#8221; Orang Tua</title>
		<link>http://www.resensi.net/masa-depan-anak-dalam-mindset-orang-tua/2010/03/09/</link>
		<comments>http://www.resensi.net/masa-depan-anak-dalam-mindset-orang-tua/2010/03/09/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 00:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Resensinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resensi.net/?p=659</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : SUPANDI, S.Pd. MM
Sikap hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh prinsip hidup yang dianutnya
Masih melekat di dalam pikiran saya sebuah keyakinan yang begitu hebat yang pernah dilontarkan oleh ibu saya empat puluhan tahun yang lalu. Sebuah keyakinan yang mengobarkan energi positif terhadap diri beliau yang kemudian saya rekam dalam pikiran bawah sadar saya sebagai salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : SUPANDI, S.Pd. MM</p>
<p><em>Sikap hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh prinsip hidup yang dianutnya</em></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-660" title="kasih-sayang-orang-tua" src="http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/03/kasih-sayang-orang-tua.jpg" alt="kasih-sayang-orang-tua" width="200" height="161" />Masih melekat di dalam pikiran saya sebuah keyakinan yang begitu hebat yang pernah dilontarkan oleh ibu saya empat puluhan tahun yang lalu. Sebuah keyakinan yang mengobarkan energi positif terhadap diri beliau yang kemudian saya rekam dalam pikiran bawah sadar saya sebagai salah satu warisan yang sangat berharga sekaligus sebagai ilmu dari sekolah kehidupan. Salah satu nasehat yang mengandung makna dan keyakinan yng sangat dalam yang pernah beliau sampaikan kepada kami kurang lebihnya berbunyi demikian : <em>“Pokoke kowe kabeh kudu pada sekolah. Senajan wong tuamu wong sing ora duwe, tapi Gusti Allah sugih. Aku yakin kowe kabeh bisa sekolah. Aku ora kepengin anak-anakku ngemben pada sengsara uripe”. </em>(Pokoknya kamu semua harus tetap sekolah. Walaupun orang tuamu orang yang tidak punya, tetapi Allah SWT Maha Kaya sehingga saya yakin kalian semua bisa sekolah. Saya tidak ingin anak-anakku hidup sengsara).<span id="more-659"></span></p>
<p>Tentunya bentuk keyakinan diatas beliau lontarkan tidak didorong oleh sekedar komitmen tanpa dasar. Ada semacam emosi positif yang membakar tekad di dalam dirinya. Tekad yang terhimpun di dalam pikiran super (<em>super mind</em>) melalui sebuah proses perpaduan antara beberapa unsur kepentingan, seperti rasa kasih sayang kepada anak, rasa ingin membahagiakan anak, dan keinginan agar anak-anaknya hidup sukses. Unsur-unsur kepentingan tersebut kemudian bereaksi dengan nilai-nilai spiritual sehingga tersimpul dalam sebuah keyakinan.</p>
<p>Keyakinan merupakan keadaan pikiran yang bisa dirangsang atau diciptakan oleh perintah peneguhan secara terus menerus sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar. Keyakinan adalah sebuah keadaan pikiran yang bisa dikembangakan sesuai dengan kemauan kita, melalui cara pengulangan perintah kepada pikiran bawah sadar dengan segenap perasaan emosi positif, sehingga pikiran bawah sadar akan menerimanya dan digunakan sebagai landasan tindakan untuk menjadikannya sebuah kenyataan (Wuryanano : 2004).</p>
<p>Keyakinan akan memberikan kehidupan, kekuatan, dan tindakan kepada impuls pemikiran kita. Keyakinan akan memberikan kekuatan untuk mengubah getaran pemikiran biasa, dari pikiran manusia yang serba terbatas menjadi suatu padanan spiritual yang bersifat tanpa batas.</p>
<p>Pemikiran spiritual tanpa batas muncul ketika terjadi dominasi suara Tuhan yang melekat di hati seseorang. Adapun suara Tuhan dihasilkan dari hasil meditasi melalui pengamalan-pengamalan yang berkaitan dengan proses pendekatan diri kepadaNya. Proses yang mengarah kepada upaya pendekatan diri kepada Tuhan itulah yang akan membentuk keyakinan seseorang. Pada gilirannya keyakinan tersebut akan berjalan sinergis dengan prinsip hidup.</p>
<p>Contoh yang saya ilustrasikan tentang keyakinan dan prinsip hidup ibu saya diatas merupakan salah satu dari sekian banyak prinsip hidup dan keyakinan yang dimiliki oleh orang-orang pada umumnya termasuk mungkin diri Anda.</p>
<p>Ada satu sisi yang sangat penting Anda sikapi dalam memegang teguh prinsip hidup Anda yaitu visi hidup yang didasarkan atas prinsip-prinsip kebenaran. Dengan kecerdasan spiritual (<em>spiritual Quotient)</em> yang Anda miliki, Anda harus bisa menentukan prinsip hidup yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu fitrah kebenaran, fitrah yang didukung penuh oleh ridlo Tuhan yang bisa membawa diri dan keluarga menuju ke arah kebahagiaan hakiki, serta memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Prinsip hidup semacam ini harus menjadi pijakan dasar untuk menentukan kebijakan dalam menentukan sikap hidup.</p>
<p>Prinsip hidup yang bersumber dari sesuatu yang tidak fitrah umumnya akan berakhir dengan kegagalan, baik kegagalan lahiriah maupun kegagalan batiniyah. Dunia telah membuktikan bahwa prinsip hidup yang bertentangan dengan suara hati, terbukti hanya mengakibatkan kesengsaraan atau bahkan kehancuran. Terlebih di jaman modern sekarang ini. <em>The power of </em>visi hidup, prinsip hidup, dan sikap hidup yang didasarkan pada nilai spiritual harus benar-benar dipegang teguh demi untuk mencapai tujuan hidup jangka panjang.</p>
<p>Mengarahkan masa depan anak merupakan salah satu bentuk pencapaian tujuan jangka panjang. Bagaimana bentuk masa depan anak di masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh visi, prinsip, dan sikap hidup orang tuanya. Orang tua harus jeli dalam <em>menyeting</em> masa depan anak. Hindari cara-cara yang dewasa ini sering menjangkiti kehidupan manusia-manusia modern yaitu adanya kecenderungan manusia tertarik kepada hal-hal yang serba instant. Ingin memperoleh kekayaan dengan cepat, ingin meraih popularitas dengan cepat, meraih kekuasaan dengan mudah dan cepat, dan lain sebagainya.</p>
<p>Apabila konsep ini diperkenalkan dan dipertontonkan kepada anak dalam usahanya meraih masa depan, maka akan berakibat pada pembentukan pribadi yang rapuh. Mereka akan hidup tanpa digerakkan oleh visi hidup yang agung yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual bagi kehidupan yang jauh ke depan. Mereka bagaikan akan mengarungi lautan luas tetapi tidak mengenal ke mana seharusnya perahu diarahkan. Mereka nantinya tidak memiliki daya atau <em>powerless </em>dalam bekerja dan tidak memiliki semangat juang yang tinggi dalam berusaha.</p>
<p>Fenomena diatas tentunya pada saatnya nanti akan menjadi sebuah realita yang tidak kita harapkan. Semua orang tua sudah barang tentu mendambakan anak-anaknya tumbuh menjadi manusia yang tangguh, sholeh/sholehah, memiliki prinsip-prinsip kebenaran yang kokoh, serta sukses dunia akherat. Jalan menuju masa depan atau cita-cita anak terbuka lebar. Walaupun kerapkali terhalang oleh tembok yang begitu kuat, namun dengan keyakinan dan langkah pasti tembok-tembok tersebut akan bisa kita lewati. (***)</p>
<p>Your browser may not support display of this image.</p>
<p>Profil Penulis</p>
<p>Nama    : SUPANDI, S.Pd, MM.</p>
<p>Riwayat Pekerjaan      : Guru di SMP Negeri 2 Binangun – Cilacap, Guru Pemandu MGMP Bahasa Inggris,. Ketua MGMP Bahasa Inggris periode 2009 – 2011. Pengurus Agupena (Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia) Kabupaten Cilacap periode 2009-2014, Pengurus ISPI Kab. Cilacap.</p>
<p>Motto Hidup  : Lakukan perubahan</p>
<p>Phone    : (0282) 494921</p>
<p>HP.    : 081391274742</p>
<p>e-mail    : supandi_mm@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resensi.net/masa-depan-anak-dalam-mindset-orang-tua/2010/03/09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup, Semangat dan Perjuangan</title>
		<link>http://www.resensi.net/hidup-semangat-dan-perjuangan/2010/02/21/</link>
		<comments>http://www.resensi.net/hidup-semangat-dan-perjuangan/2010/02/21/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 05:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Resensinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resensi.net/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.
Awalnya, aku tidak peduli&#8230;.sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan&#8230;Kakinya tidak menapak pada &#8220;pancatan&#8221; (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil &#8230;.kira2 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-652" title="sepedamotor" src="http://www.resensi.net/wp-content/uploads/2010/02/sepedamotor.jpeg" alt="sepedamotor" width="152" height="121" />Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.</p>
<p>Awalnya, aku tidak peduli&#8230;.sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.</p>
<p>Oh Tuhan&#8230;<span id="more-651"></span>Kakinya tidak menapak pada &#8220;pancatan&#8221; (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil &#8230;.kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih&#8230;dan arah sepatu itu terbalik&#8230;ujung jari yg seharusnya ke depan&#8230;ini justru ke belakang.</p>
<p>Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)</p>
<p>Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku&#8230;.</p>
<p>Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani&#8230;menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat&#8230;memasang muka masam&#8230;dan putus asa untuk berusaha.</p>
<p>Tapi&#8230;seorang bapak yang tidak kukenal &#8230;malam ini telah mengajar aku &#8230; bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan&#8230;asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.</p>
<p>Terima kasih Tuhan&#8230;</p>
<p>Salam,<br />
<strong>Lia Krisna</strong></p>
<p>Terima kasih atas kirimannya saudara Lia Krisn(Emmelia Gracia Krisna)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resensi.net/hidup-semangat-dan-perjuangan/2010/02/21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Kekuatan Bawah Sadar</title>
		<link>http://www.resensi.net/rahasia-kekuatan-bawah-sadar/2010/02/20/</link>
		<comments>http://www.resensi.net/rahasia-kekuatan-bawah-sadar/2010/02/20/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 01:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Resensinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.resensi.net/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bahwa sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, menurut penulis buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia memiliki satu pikiran, dengan dua lingkup: pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Bedanya, pikiran sadar mampu menalar, membandingkan baik dan buruk, benar dan salah, positif dan negatif. Adapun pikiran bahwa sadar tidak menalar mana yang positif dan mana yang negatif, mana yang benar dan mana yang salah. Dan pikiran bawah sadar, menurut penulis buku ini, Joseph Murphy, memiliki kekuatan yang luar biasa, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. ”Dalam pikiran bawah sadar Anda terletak kebijaksanaan tak terbatas, kekuatan tak terbatas, dan persediaan tak terbatas dari segala kebutuhan Anda, yang menunggu dikembangkan dan diungkapkan,” tulis Murphy (hlm 3).<br />
<span id="more-656"></span></p>
<p>Antara dua lingkup pikiran tadi memiliki kaitan yang erat. Pikiran sadar memberikan perintah, baik sadar maupun tidak, kepada pikiran bawah sadar. Ketika seseorang berpikir, ”Saya bisa mencapai itu,” berarti pikiran itu perintah kepada pikiran bawah sadar. Begitu pula saat seseorang berpikir, ”Ah, saya tak mungkin bisa,” itu artinya instruksi kepada pikiran bawah sadar untuk melaksanakannya. Dan pada saat instruksi itu datang, pikiran bahwa sadar langsung bekerja tanpa perlu membuktikannya, dan tanpa mengenal waktu, bahkan saat kita sedang tidur pulas.</p>
<p>Ketika kita berpikir positif, pikiran bawah sadar langsung bereaksi untuk melaksanakan gagasan positif tadi. Murphy memberi contoh, pada saat seseorang memikirkan tentang kedamaian, kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan, maka pikiran bawah sadar menerima gagasan itu dan bekerja untuk mewujudkannya. Sebaliknya, ketika seseorang berpikir negatif, seperti ketidakberdayaan, ketidakmampuan melakukan sesuatu, maka pikiran bawah sadar pun bekerja mewujudkan ide atau kesan negatif tersebut.</p>
<p>Karena itu, sifat iri terhadap kebahagiaan seseorang justru akan menghalangi kita untuk mendapatkan kebahagiaan. Murphy memberi contoh, saat kita tidak suka orang lain memiliki deposito begitu banyak dalam rekeningnya, sementara kita hanya bisa menabung sedikit demi sedikit, berarti kita telah menempatkan diri kita ke posisi yang sangat negatif; ”karena itu, kekayaan mengalir dari kita, bukan ke kita.” (hlm 119). Untuk menetralisir pikiran negatif itu, Murphy menyarankan agar kita menyatakan langsung kepada diri sendiri bahwa kita mendoakan orang itu agar kekayaannya makin berlimpah.</p>
<p>Lalu, apa saja tujuan memberdayakan pikiran bawah sadar? Yang paling sederhana adalah untuk mengatasi sugesti rasa takut, cemas, dan sebagainya. Tujuan lain adalah untuk penyembuhan mental, bahkan untuk penyembuhan penyakit fisik. Bagaimana kalau untuk kekayaan? Pikiran bawah sadar bisa dimanfaatkan untuk meraih kekayaan! Bagaimana tekniknya?</p>
<p>Saat Anda hendak tidur di malam hari, Murphy menyarankan untuk mempraktikkan teknik: mengulangi kata-kata ”kekayaan” dengan tenang, santai dan penuh perasaan. Dalam kaitan ini, sang penulis buku ini menekankan antara lain: Pikiran sadar dan pikiran bawah sadar harus sepakat untuk menegaskan gagasan dominan tentang kekayaan, bukan kemiskinan.</p>
<p>Lalu, apa pendapatnya tentang kerja keras untuk memperoleh kekayaan. Murphy berpendapat bahwa mencoba mengumpulkan kekayaan dengan cucuran keringat dan kerja membanting tulang adalah salah satu cara untuk menjadi orang terkaya dalam kubur.</p>
<p>Teknik lain melatih pikiran bawah sadar adalah memaafkan, yang penting untuk penyembuhan. Jengkel bahkan sampai mengutuk orang lain apalagi memusuhinya bisa menimbulkan berbagai penyakit. Teknik memaafkan yang diuraikan Murphy adalah sebagai berikut: Tenangkan pikiran, bersikap rileks, dan biarkan semua terjadi. Lalu, katakan, ”Saya bebaskan setiap orang dan semua orang yang pernah menyakiti hatiku, dan saya berdoa minta kesehatan, kebahagiaan, kedamaian, dan segala berkah hidup bagi setiap orang.”</p>
<p>Buku yang versi Indonesia diterbitkan oleh Spektrum, Jakarta, 1997, dan dialihbahasakan oleh B. Dicky Soetadi ini patut dibaca oleh siapa saja yang ingin melatih berpikir positif untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang baik demi kehidupan yang lebih baik.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.resensi.net/rahasia-kekuatan-bawah-sadar/2010/02/20/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
