Ayah, Terima Kasih


October 12, 2011 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Sosok Motivasi, Suara Hati   by

sayang ayahTak ada kata yang pantas terucap untukmu ayah. Mungkin engkau bukan orang terdekat. Mungkin engkau juga bukan yang selalu berada disampingku, saat aku bahagia, kecewa bahkan saat aku bersedih hingga meneteskan air mata.

Saat anak-anak pergi sekolah dengan ayahnya yang juga pergi bekerja, kita tidak pernah melakukanya karena kau yang harus berangkat lebih dulu saat matahari belum menampakan cahayanya.

Saat anak-anak menunggu kepulangan ayahnya untuk bermain bersama, tidak dengan aku yang selalu terlelap saat menunggu kepulanganmu yang begitu larut. Andai dapat ku beli waktu kerjamu kala itu, aku rela membayarnya dengan uang jajanku untuk bisa bermain bersamamu.

Kita mungkin bukan pasangan yang baik. Kau sibuk dengan urusanmu, sedangkan aku bermain dengan semua khayalanku.

Saat aku mulai tumbuh besar, kita mulai punya waktu untuk bersama. Tapi bukan untuk bermain melainkan melakukan pekerjaan yang tidak aku inginkan. Seolah kau menindasku, aku jadi tidak suka denganmu. Aku membenci semua tentangmu. Kau marahi aku jika melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan maumu. Kau buat aku merasa lemah dengan ucapan-ucapan kasarmu. Ingin rasanya kau segera tiada dari duniaku, mengakhiri semua penderitaan dalam kehidupanku.

Pernah sekali aku menyalahkanmu atas apa yang terjadi dalam hidupku. Kusadari kau menangis saat ku terbangun sejenak dari tidur lelapku. Lama setelah itu, kupandangi wajahmu saat tertidur lelap, terbayang kerja keras yang kau lakukan untuk membesarkanku. Terbayang letih yang tersimpan dalam dirimu atas kerja keras yang kau lakukan untuk memenuhi kebutuhanku. Seakan tak tahu apa jadinya diri ini jika tanpa kehadiranmu. Tak ingin rasanya kehilanganmu dari sisiku.

Kini aku telah dewasa. Tumbuh menjadi seorang pemuda mandiri yang juga tidak dapat melupakan kasih sayang keluarganya. Kau ajarkan aku menjadi seorang yang siap menjalani kerasnya hidup tanpa melupakan kelembutan hati. Kau ajarkan padaku bagaimana menjadi pribadi yang kuat tanpa melupakan setiap orang punya kelemahan. Kau tanamkan padaku mencapai keberhasilan tanpa melupakan kalau setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Kau buat aku berdiri di jalan yang penuh dengan hambatan dan rintangan agarku dapat menaklukan kerasnya kehidupan. Kau jadikan aku sebagai seorang pemimpin yang sanggup memimpin dirinya sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Dan yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kau membuat aku merasa bangga atas semua yang telah kau lakukan untukku.

Karena itulah, aku selalu berdoa ”semoga Tuhan selalu memberi yang terbaik untukmu”
Untuk setiap detak yang terjadi dalam nadi dan jantungku, hatiku berkata ”Terima Kasih Ayah”

Pencarian

,,terima kasih ayah (82),cerita terindah (72),cerita tentang ayah dan ibu (69),karangan tentang kasih sayang (42),berbagai cerita tentang ayah (32),kisah ayah dan ibu (26),ayah dan ibu (19),Cerita ayah ibu (18),cerita motivasi kasih sayang seorang ibu (17),kasih sayank (17),makalah kata mutiara untuk ayah (16),artikel ayah dan ibu (15),cerita motivasi kasih sayang ibu (14),Kisah tentang ayah dan ibu (14),kumpulan cerpen ayah (14)

This post was submitted by ogutz.

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

5 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Ayah, Terima Kasih Diatas

  1. Tanggapan oleh rika on December 11th, 2011 9:30 am

    kangen sama ayahku
    artikelnya bagus

  2. Tanggapan oleh gis on December 12th, 2011 11:51 am

    thq papa.. IloveU

  3. Tanggapan oleh ndih on December 13th, 2011 8:10 pm

    luaarrrr biasaa bgs bgtt artikelnya, thanks mga ni bisa menjadii renungaann kita semuaa, aminnn, bravo 4 u bro…

  4. Tanggapan oleh rohman on December 17th, 2011 4:00 pm

    mantabb tuk artikel.nya..
    izin tag ya…

  5. Tanggapan oleh Tri sundari on March 23rd, 2012 12:09 pm

    terimakasih ayah doaku selalu menyertaimu, semoga engkau tenang brada di sisiNya,
    sun kangen sama ayah..

Tinggalkan Komentar anda di Ayah, Terima Kasih


Wajib diisi


Harus diisi


Optional