41-Batu dan Bisikan


July 31, 2007 · Filed Under Tips Motivasi   by

Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli
mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang
menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya
kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar
sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya
anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah
mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak
melintas. Aah…, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu
mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt….ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu
menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara
sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang
pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan
tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya
anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.

“Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!!”
Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. “Kamu tentu
paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai
tergores.” Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf. “Maaf Pak, Maaf. Saya
benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.” Air
mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. “Maaf Pak, aku melemparkan
batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke
suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. “Itu disana ada kakakku. Dia
tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia
terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..”

Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada
wajah yang mulai tercenung itu. “Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi
roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.”

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya
tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat
itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk
mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu
Jaguar kesayangannya.

Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa
mereka akan baik-baik saja. “Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas
perbuatanmu.” Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih
nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang
mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya.
Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja
di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia
memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan
itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu
tetap nyata terlihat

“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan
melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”

***

Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu
untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai
macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat,
sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat
sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang,
kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap
ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu
hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita mau
dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar
bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu
itu buat kita.

Terima kasih telah membaca.
Hope you are well and please do take care

Pencarian

,,Cerita m0tivasi (81),kumpulan bisikan kalbu (7),KATA KATA PENYEMNGAT (7),KATA M0TIVASI MARIO TEGUH (4),M0TIVASI MARIO TEGUH (4),m0tivasi diri (3),kumpulan cerita m0tivasi (3),puisi sakit hati (2),kata kuat hati (2),kumpulan percakapan cerita nyata (1),kumpulan kisah m0tivasi (1),Kumpulan Kata2 maaf buat seorang kakak (1),kumpulan cerita m0tivasi pendek (1),kumpulan percakapan persahabatan (1),kumpulan tips m0tivasi harian islam (1)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

7 Tanggapan Pada Artikel/Cerita 41-Batu dan Bisikan Diatas

  1. Tanggapan oleh nency dede on August 12th, 2007 12:09 pm

    critanya bagus ya, aku suka………
    jgn berhenti berkreasi,ya.

  2. Tanggapan oleh icha on September 1st, 2007 2:11 pm

    menyentuh banget…
    real..
    zaman skarang ni banyak orang yang kurang mengevaluasi diri..
    moga setiap insan yang membaca ini, segera instropeksi diri..

  3. Tanggapan oleh dya on July 15th, 2008 6:06 am

    waw..two tumbs up!!d(^-^)b

    filler yang bagus untuk ngevaLuasi diri,so touched!!
    sukses selalu..

  4. Tanggapan oleh OEMAR on August 14th, 2008 9:01 am

    SANGAT MENYENTUH, KLO BISA AKU MINTA DIKIRIMI CERITA CERITA YANG LAEN TENTANG PERSAINGAN DAN BISNIS….
    THANKS…..

  5. Tanggapan oleh Arh on April 20th, 2010 1:13 am

    Ceritany b9us bnget,shng9a mNjdkan m0tivasi bg sya utk mnjdi mNsia yg lbiH b4ik.

  6. Tanggapan oleh Goresan Lemparan Batu | in between… on October 24th, 2011 11:12 pm

    […] tulisan: http://www.resensi.net/batu-dan-bisikan/2007/07/, dengan perubahan dan […]

  7. Tanggapan oleh Rudi on June 8th, 2012 8:24 am

    Mantap,, membuat kt merenungi kehidupan kt..
    Sukses trus.

Tinggalkan Komentar anda di 41-Batu dan Bisikan


Wajib diisi


Harus diisi


Optional