Harimau dan Serigala


November 24, 2007 · Filed Under Cerita Motivasi   by

Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu. Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari perkampungan penduduk.

Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit, sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham, bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya duduk teronggok di pojok gua.

Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. Sang pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. Ia ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak didiknya. Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. Pada awalnya banyak yang takut, namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.

Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. Semuanya tampak beriringan, dipandu sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. Setelah seharian berjalan, sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap. Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan sebongkah daging kepada serigala. Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya bertanya kepada murid-muridnya, “Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari sana..?”.

Seorang murid tampak angkat bicara, “Guru, aku melihat kekuasaan dan kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan rezekinya kepada ku lewat berbagai cara.” Sang pertapa tampak tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, “Lihatlah serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan.” Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya. “Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta. Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau.”

**

Adalah benar bahwa Tuhan ciptakan ikan kepada umat manusia. Adalah benar pula, Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, adakah Dia berikan kepada kita gandum-gandum itu hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya, ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan. Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.

Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika disana kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang dari Tuhan. Dari sana pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun, ada satu hal kecil yang patut diingat disana, bahwa: berbagi, menolong, membantu sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu adalah suatu keterpaksaan, bukan pula karena di dorong rasa kasihan dan ingin membalas budi.

Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Disana akan ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab disana, akan terpantul bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di dalam berbagi akan bersemayan keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan kalbu. Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.

Pencarian

,,cerita hewan (264),kumpulan cerita hewan (166),cerita harimau dan serigala (153),CERITA HARIMAU (111),cerita motivasi kerjasama (92),cerita tentang hewan (80),cerita motivasi dari hewan (67),cerita binatang harimau (58),cerita motivasi dari binatang (56),Cerita binatang motivasi (53),harimau vs serigala (52),contoh cerpen tentang hewan (47),artikel rela berkorban (46),cerita hewan motivasi (45),cerpen binatang harimau (35)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

8 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Harimau dan Serigala Diatas

  1. Tanggapan oleh mahfud on March 20th, 2009 6:09 pm

    knp manusia tdk pernah mau untuk belajar?
    meski lewat hewan karnivor yang dikenal ganas dan buas…
    2 hewan tdi yang dikenal buas, tau bagaimana caranya b’terima kasih dan membalas budi.
    Manusia dngan sgala kcerdasan pikirannya hanya mperkaya diri sendiri dan serakah. Hutan2 yang hrusnya menjadi tmpt tumbuh tumbuhan dan hewan2 malah dijadikan komiditi untuk mngeruk keuntungan yang sebsar-besarnya…

    Crita ini bnr2 mbawa hikmah dan mmbuka pikiran saya…Trima kasih

  2. Tanggapan oleh carol on October 2nd, 2009 7:21 am

    Menurutku, dalam hidup kadang kita bs spt srigala dan kadang bs spt harimau… tergantung posisi dan keadaan aj.. Nah sekarang, kalau mau dihubungkan dgn kehidupan manusia, ketika ada orang mengalami spt yg dialami serigala, mk kita yang spt Harimau ini justru harus menolongnya. bhkn sebaliknya, jika kita sbg srigala, perlu ingat orang yg menolong kita… INtinya SALING & WALAUPUN.. saling menolong, saling memperhatikan, saling membagi, saling menopang, dll lainnya, WALAUPUN keadaan, sikap, sifat, orang itu berbeda dgn kita… (^_^)

  3. Tanggapan oleh thom on October 5th, 2009 3:42 pm

    Ya… banyak orang hanya lihat suksesnya saja namun dibalik kesuksesan itu banyak rintangan yang harus dilalui dan dirasakan.Banyak orang berkata kejujuran namun dia belum tentu jujur,banyak orang berteori tentang kebijaksanaan namun dia tidak bijaksana, banyak orang berkata keadilan namum dia hidup tidak adil…..

  4. Tanggapan oleh olavio frangky on November 11th, 2009 4:03 am

    yah kita belajar dari dunia disekeliling kita dan dunia menjadi guru kita,sepertinya itu lbh baik.

  5. Tanggapan oleh Vieri on November 26th, 2009 11:20 am

    Inti utama dalam hidup ini adalah Kasih, sebab ia lebih dari cinta yang ada pada diri kita. Kemurkaan, benci, keserakahan, iri dan dengki akan menjauh dari diri kita. Berserah kepada Tuhan dan tetap imani, Dia akan memberkati semua usaha kita. Oleh karena itu jika kita mendapatkan berkat yang besar, jangan segan untuk berbagi, karena disitu ada rencana indah dari yang Kuasa, kita hanyalah alatNya.

  6. Tanggapan oleh yudiee on January 11th, 2010 4:49 pm

    sungguh memukau, banyak pelajaran yang bisa diamabil; sang harimau yang membalas budi dan sang serigala yang rela berkorban untuk temanya,
    meski sang serigala sudah lumpuh dia masih berusaha menjaga kelga sangharimau saat berburu walau hanya lolonganya,

    tapi yang membuat saya prihatin pada kita sebagai manusia walau kita tau jalan kita salah dan merugikan kita tetap melaksankan perbuata2 yang merugikan dan meleceng dari hal yang baik

    egois , serakah

    semoga crita di atas dapat menjadi teladan untuk kita dan membuka mata hati kita.

  7. Tanggapan oleh sari silvi on November 11th, 2010 10:10 am

    ya… bersabar bukan hanya berdiam diri..
    tetap semangat untuk meraih ridho Nya

  8. Tanggapan oleh ali on November 12th, 2011 1:32 pm

    lalu apa apa yang diperbuat sang pertapa dan muridnya? Apakah hanya jadi penonton kejadian itu? Jangan-jangan kita dalam hidup ini hanya jadi pengamat tanpa memperdulikan kerja diri kita untuk berbuat kepada orang lain.

Tinggalkan Komentar anda di Harimau dan Serigala


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


2 + 2 =