Hidup Untuk Memberi


July 25, 2008 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Kata Motivasi   by

Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .

Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.

Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak! , kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka? Lalu ,

Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma ”,setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.

Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.

Yang ibu ku selalu katakan “ hidup harus berarti buat banyak orang “, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.

Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta,” Apa yang kita bawa”?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.

Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.

Hanya Kasih yang sempurna serta Iman dan Pengharapan kepada Mu lah yang dapat mengiringiku masuk keSurga. Terima kasih adik kecil, kamu adalah malaikat ku yang menyadarkan aku dari tidur nyenyak ku.

(Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan.)

Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.

Thomas – 26/7/08

Pencarian

,,hidup untuk memberi (69),cerita tentang memberi (66),ARTIKEL tentang memberi (8),arti pemarah (5),artikel motivasi tentang memberi (5),perjalanan anak tukang sapu (4),katakata mutia untuk orangtua (4),kata sedih yang singkat (4),drama sedih tentang ibu (4),drama motivasi keluarga (4),contoh cerita tentang hidup memberi (4),hidup ADALAH MEMBERI (4),kisah nyata memberi hidup (3),drama kasih itu nyata (3),Hidup adalah untuk memberi (3)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

41 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Hidup Untuk Memberi Diatas

  1. Tanggapan oleh Ivan on July 27th, 2008 4:28 am

    Ceritanya Bgs JuGa ….

  2. Tanggapan oleh uci on July 29th, 2008 4:59 am

    dsdfdsf

  3. Tanggapan oleh Maschan on July 31st, 2008 3:05 am

    Sungguh peristiwa yang indah untuk mencermati dan menelusuk ke dalam diri kita. Terima kasih mas Thomas.. Semoga cerita ini tersebar ke pejabat-pejabat negeri ini. hingga mereka tidak tamak dan serakah atas uang-uang rakyat yang telah dikumpulkan dengan keringat dan susah payah.

  4. Tanggapan oleh marno on August 1st, 2008 7:35 am

    ceritanya sgt menarik dan mengingatkan kt sbg manusia yang sll lupa dan sombong

  5. Tanggapan oleh Sugeng d triswanto on August 10th, 2008 6:54 am

    Critanya bgt mnyntuh…saya yakin sbentar lagi Tuhan mmprlihatkan hkm-Nya kpd anak kcil td bhw hkm prtama: ‘kebaikan tdk akan hilang di dunia ini, melainkan akan brubah bntk mjd sesuatu unt anak dn penjual nasi tsb.’ Hkm kdua: anak kcl dn ibu itu tlh menarik sgl sesuatu yg brsifat positif dg brpikir positif kpd sesama. Yg ketiga Tuhan memberikan kelimpahan rhmat, trutama bg mereka yg brsyukur. Anak kcl dn ibu itu mmbrikan plajaran ttg rasa syukur. Inilah fondasi iman yg shrsnya dibangun, apalagi dimasa krisis moral spt skrg ini.:-)

  6. Tanggapan oleh oon on August 13th, 2008 4:13 am

    cerita yg bagus, sederhana, tapi mungkin agak sulit untuk diikuti, karena kebanyakan dari kita masih belum memiliki hati yg ikhlas dalam diri kita.

  7. Tanggapan oleh nulul on August 20th, 2008 3:42 am

    🙂

  8. Tanggapan oleh ilmawan on August 21st, 2008 1:17 am

    cerita bagus, semoga semakin membangun empati sesama anak bangsa

  9. Tanggapan oleh 79 on October 26th, 2008 4:40 pm

    i remember. korintus 13. bener ga y? hahahahhaaa ya pokonya 1 korintus

  10. Tanggapan oleh ali on October 28th, 2008 10:55 am

    hidup bermakna adalah bisa belajar peduli

  11. Tanggapan oleh desh on March 19th, 2009 8:19 am

    subhanallah.. semoga bisa seperti ibu dan anak yang penuh kasih itu..amin

  12. Tanggapan oleh abieb on March 19th, 2009 2:17 pm

    vvg dech…

  13. Tanggapan oleh vahrul on April 3rd, 2009 9:08 am

    bagus, susah untuk di ungkapkan dengan kata-kata.

    Wkwkwwkwkwk, tapi bener Ni cerita bagus, sama dengan cerita Nabi Muhamad SAW.

  14. Tanggapan oleh sari on September 13th, 2009 2:37 pm

    keren Bangggettt to cerIta,,moGa Qta seMua dapat mengambil semua pelajaran dari pengalaman tersebut,,,

  15. Tanggapan oleh ARSA on January 3rd, 2010 2:44 pm

    pak .. minta ijin copy paste pak … ceritanya menyentuh bgt … !! ingin saya jadikan motivasi sehari hari bagi saya … !! trima kasih pak … !!

  16. Tanggapan oleh jidan on January 4th, 2010 3:48 pm

    sederhana tapi bermakna bisa jd pelajaran buat kita semua,berbuat baiklah dari sekarang selagi ada sebelum tdk ada, dari sehat sblm sakit, dr kaya sebelum miskin…jgn sampai kita diberikan kesusahaan dulu baru sadar akan berbuat baik atau menginginkan sesuatu baru berbuat baik,…mudah2n kt bs ikhlas dalam berbuat baik amin

  17. Tanggapan oleh thomas on January 9th, 2010 12:14 am

    @ ARSA … silahkan pak semoga bermanfaat

  18. Tanggapan oleh josephineblue on April 15th, 2010 1:14 pm

    trima kasih kak Thomas ….. setel.ah membaca cerita dari anda,,,
    pandangan saya terbuka dari kesalahan saya selama ini. . . .

    . . . .

  19. Tanggapan oleh Thomas on April 21st, 2010 8:00 am

    @Josephineblue … Maaf rasanya lebih tepat anda berterimakasih kpd Tuhan, karna apa yang saya tulis tdk berarti apa2 tanpa Tuhan turut campur didalamnya, kalau hari ini anda disadarkan itu semua karna kasihNya, jd rasa trimakasih anda saya trima untuk saya bagikan kepada rekan2 yang lain.ok tetap semangat, sukses untuk anda.

  20. Tanggapan oleh delano9 on April 21st, 2010 9:32 pm

    nice…nice…true story….^^,

  21. Tanggapan oleh vania on April 25th, 2010 12:58 pm

    very very goooooooooooooooooddddddd
    I LIKE IT

    bgs bgt2an

  22. Tanggapan oleh vania on April 25th, 2010 4:17 pm

    🙂
    bgs, bgs ,bgs

  23. Tanggapan oleh suripno on April 26th, 2010 7:12 am

    Bener gan memang terkadang kita punya rejeki banyak tapi kita lupa akan kewajiban kita……..yaitu memberi sedekah,…

  24. Tanggapan oleh iwan on April 28th, 2010 10:18 pm

    cerita baguas sangat2 mejentuh

  25. Tanggapan oleh gifthy on May 6th, 2010 2:10 pm

    waduuuh critanya bkin perih hati euy. . .
    hhu hhu hhu

  26. Tanggapan oleh anna on May 25th, 2010 4:38 pm

    ceritanya bgus bgt….
    semoga aq bisa menjadi anak kecil itu yg selalu ingat kepada sesama disaat senang maupun duka

    ingatlah selalu “Lebih baik tangan diatas daripada tangan dibawah”

  27. Tanggapan oleh Cerita Inspiratif on July 8th, 2010 8:40 pm

    Inspiratif

  28. Tanggapan oleh Budhi on August 18th, 2010 2:41 pm

    Cerita yang sangat menarik dan memotivasi untuk bangkit dari keterpurukan, Terima kasih.

  29. Tanggapan oleh Puspita on August 27th, 2010 6:15 pm

    Terima kasih pembelajarannya.

  30. Tanggapan oleh hamidi on September 2nd, 2010 3:16 pm

    Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, ??????????? ????? ?????????? ???? ????????? ????????? ????????? ????????????? ????????? ????????? ?????????????? 133
    (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ????????? ??????????? ??? ??????????? ????????????? ??????????????? ????????? ????????????? ???? ???????? ????????? ??????? ?????????????? 134
    Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. ??????????? ????? ???????? ????????? ???? ???????? ???????????? ???????? ??????? ??????????????? ????????????? ?????? ???????? ?????????? ???? ??????? ?????? ????????? ????? ??? ???????? ?????? ??????????? 135
    Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. ????????? ??????????? ?????????? ???? ????????? ?????????? ??????? ???? ????????? ?????????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ?????????????

  31. Tanggapan oleh ateng sumarna on September 10th, 2010 5:24 pm

    Wow, Luar biasa isi tulisan tersebut, semakin kecillah rasaku ini, ternyata anak seperti itu mempunyai budi yang sangat luhur, hidup dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan memang maha segalanya. sebarkan tulisan ini keseluruh orang orang di khususnya Indonesia. Pejabat Tuh…….yang.. ah..

  32. Tanggapan oleh Nikko Ridwan M on November 29th, 2010 11:38 am

    artikel yang menarik dan sangat inspiratif….

  33. Tanggapan oleh ian on December 29th, 2010 10:04 am

    emmmm,,,keren keren cerita motifasinya,,,,syukron kabir,,,moga bermanfaat bagi semua,,,,

  34. Tanggapan oleh santi on January 7th, 2011 2:41 pm

    waw,,,ceritanya bagus bangat,,,I like it,,,,thanks ya…

  35. Tanggapan oleh antho on March 6th, 2011 2:08 pm

    saya terharu membaca cerita diatas,sungguh saya & keluarga dulunya juga seorang yang sulit untuk mendapatkan makan,namun Alhamdulillah sekarang keadaan sudah cukup membaik. Insya Allah ingin mengikuti langkah2 sejenis seperti cerita diatas.

  36. Tanggapan oleh arif on March 13th, 2011 4:42 pm

    <3

  37. Tanggapan oleh mylove’s on December 5th, 2011 12:08 pm

    suatu cerita yg sangat menarik, sederhana,mudah dicerna/dipahami,namun mengandung makna yg begitu dalam N sangat menyentuh,,,,,,q benar2 takjub,,,,,I like this,,,,thank’s,,,,,
    tag aq donk

  38. Tanggapan oleh Istri yang setia | tyofabfour on December 27th, 2011 9:32 pm

    […] mimpi itu. Setelah selesai upacara kebesaran, maka Dewi Suciati diboyonglah kerumah Setiawan untuk hidup berumah tangga sebagaimana layaknya orang […]

  39. Tanggapan oleh Istri Yang Setia | share2friends.tk on January 4th, 2012 10:05 am

    […] mimpi itu. Setelah selesai upacara kebesaran, maka Dewi Suciati diboyonglah kerumah Setiawan untuk hidup berumah tangga sebagaimana layaknya orang […]

  40. Tanggapan oleh GAMA on July 4th, 2012 5:08 pm

    INDAH UNTUK MENYADARI ITU SEMUA….

  41. Tanggapan oleh Amah Pelangi on January 19th, 2013 12:09 pm

    astagfirullah
    aku tidak ada apa apanya dibanding anak kecil itu 🙁

Tinggalkan Komentar anda di Hidup Untuk Memberi


Wajib diisi


Harus diisi


Optional