Hikmah Kehidupan akan Selalu Hidup


November 22, 2011 · Filed Under Artikel Motivasi, Kata Motivasi   by

hikmah kehidupanPernahkah kau mendengar cerita tentang seorang preman pembunuh empat puluh nyawa, pemerkosa empat puluh wanita, perampok empat puluh bank, sedang menangis menyesal tersedu seperti ketika masih bayi dulu, lalu kehidupannya berubah penuh kasih sayang.

Pernahkah kau dengar tentang panutan masyarakat yang memperkosa gadis desa hinngga melahirkan lalu membunuh keduanya menguburnya hidup2. Bukankah kedua peristiwa diatas terjadi bukan tanpa sebab alasan.

Pernahkah terlintas di benakmu pertanyaan mengapa dan untuk apa kau diciptakan. Luangkan lebih banyak waktu, percayalah, lakukalah, dan temukanlah sendiri, karena jawabanmu terhapnya akan menjadi sangat menentukan riwayat kehidupanmu.

Waktu yg berlalu takkan pernah kembali. Tak ada waktu lagi bagi yg telah mati. Namun hikmah semua peristiwa selalu hidup. Sungguh, mata air hikmah akan selalu terpancar bagi mereka yg mau mengambil hikmah. Apakah menurutmu sama orang yg mau mangambil hikmah dengan yg tidak.

Pencarian

,,hikmah kehidupan (96),certita hikmah (25),kata hikmah kehidupan (12),kata kata dan cerita motivasi (11),cerita motivasi artikel (10),hikmah kehidupan akan selalu hidup (10),www ceritahikmah (9),cerita hikmah cinta (9),artikel kata2 bijak (8),kisah hikmah cinta (7),kata kata mutiara islam tentang kehidupan (6),artikel-artikel tentang motivasi (6),cerita hikmah motifasi (5),deskripsi tentang motivasi (5),Materi hikmah&kissah (5)

This post was submitted by sudan arinawa aeo.

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

21 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Hikmah Kehidupan akan Selalu Hidup Diatas

  1. Tanggapan oleh royan on November 30th, 2011 7:40 am

    bener gan Waktu yg berlalu memang takkan pernah kembali

  2. Tanggapan oleh adhy on December 3rd, 2011 3:01 am

    ijin copas yg gan…..

  3. Tanggapan oleh adhy on December 3rd, 2011 3:02 am

    IJIN COPAS YA GAN….^_^

  4. Tanggapan oleh rahma on December 11th, 2011 3:27 pm

    ”dan tidaklah ku cipta manusia ke cuali agar mereka beribadah padaku”

  5. Tanggapan oleh rahma on December 11th, 2011 3:53 pm

    Dulu kala, hijaunya taman, kilaunya intan mutiara, tingginya menara2, mewarnai istana sang Raja aziz, namun lain bagi putra raja, makmun. Betapa tidak, empat tahun lamanya dinikmati olehnya hanya diatas kasur, lumpuh, bisu, tuli, tak berkutik. Sakit anak semata wayang raja tak dapat di sembuhkan oleh tabib terbaiknya sekalipun, membuat istana yg megah tampak tak lebih dari sebuah rumah sakit, sepi dan pilu. Hingga suatu hari, setelah sekian tabib datang dan pulang gagal, datang pemuda yg tak lain sahayanya. Segera memeriksa halnya, setelah diijinkan tuk masuk. Tapi hanya beberapa saat kemudian, sahaya keluar menghadap raja. ”baginda raja, perkenankankan saya menghadapkan seorang”.
    ”apa maksudnya itu? Kau di sini untuk mengobati, bukan begitu?”
    ”wahai baginda, pangeran bukan sakit biasa, hanya orang itu yg mampu mengobati, tidakkah baginda berharap pangeran pulih?”
    Dengan isyarat baginda yg membolehkan setelah sebelumnya ragu, dihadirkanlah orang yg disebut. Benar saja, seolah menelan pil ajaib, pangeran sembuh total sekejap.
    ”wahai sahaya, sekarang jelaskan padaku tentang semua ini ?”
    ”aku menduga pangeran ingin mengucap sesuatu, namun tak ada suara yg kupahami. Aku kira pangeran sedang terpikat hatinya. Kucoba sebutkan beberapa nama kota di negeri ini seraya meletakkan telapak tanganku dia atas dada pangeran, kurasa detak jantungnya menggelagak ketika sampai pada kata ”nggurah”dan ketika ku ulangi Ku tangkap raut muka gelisah. Lalu kemudian ku sebut beberapa nama keluarga di kota nggurah, kali kedua ku cium rasa rindu pada pangeran ketika sampai pada kata ‘ustadzah’. ku lihat seksama seraya ku ulangi kata ‘ustadzah’, bibirnya mulai bergerak terbuka mengatup seperti ingin mengucap. Ku dekatkan telinga hamba dan sayup kudengar pangeran berkata ” nik, niiik, naniik”, a ha, maka tahulah hamba obat yg tepat itu.”
    “o ho, putraku pasti sedang sangat terpesona”

  6. Tanggapan oleh maftuh on December 11th, 2011 4:25 pm

    Wahai
    Kembalilah padaku
    Aku masih menangis
    Jangan kau tinggalkanku sendiri
    Kau yg melindungi di saat semua membenci
    Kau yg menghibur saat semua menyakiti
    Kau yg pernah menyentuhku
    Kau yg memberi sejuta warna
    Namun saat ini
    Dan sampai nanti jangan kau kembali
    Walau hanya tuk mengasihi
    Sudah cukup tersakiti hatini
    Aku kan abadi sendiri

  7. Tanggapan oleh n_n*k on December 11th, 2011 5:19 pm

    Kata, guru sd : kita hidup hanya tuk belajar, dan mati dalam belajar.
    pak ekonom : kita hidup dan mati hanya karena uang.
    Orang Rasis : hidup demi ras istimewa.
    Tkng becak : hidup seperti menggayuh becak, sederhana, hanya untuk berusaha berputar lebih cepat.
    Guru filsafat : hidup mati untuk sebuah tujuan yg penuh pertanyaan.
    Matematikawan : tujuan dicipta untuk sebuah logika tak terbatas rumus2.
    Filatelis : untuk sebuah perangko.

    Apapun kata siapapun, aku di cipta untuk bahagia. bahagia seperti orang paling berpengaruh di setiap zaman, seperti orang paling bahagia, karena aku tidak akan pernah tahu kebahagiaan yg abadi, kecuali mengikuti langkah2 orang paling berbahagia.

  8. Tanggapan oleh tito on December 11th, 2011 10:29 pm

    Kau ingin bahagia nan selamat sendiri? silahkan! tapi Camkan ! Kita dalam satu perahu !

  9. Tanggapan oleh tito on December 12th, 2011 2:43 am

    Hidupku untuk bermain pikirku saat kukecil. Hidupku untuk belajar pikirku saat dewasa. Hidupku untuk bekerja pikirku saat ku harus cari makan dg tanganku sendiri. Hidupku hanya tuk berkorban pikirku saat ku telah beruban. Tapi belum kukenal tuhanku, belum kusadari bahwa hidup matiku tuk tuhan, belum kusadari bahwa hidupku karena dihidupkan tuhan. Wahai tuhanku, tuhan maha pengabul doa, sampaikan salam hormatku pada nabiMu, wahai tuhan maha besar, betapapun besar dosaku, maafkan aku, segala kesalahanku. Wahai tuhanku, ampuni pula dosa ibu bapakku yg di dalam kubur, dosa saudaraku yg bergelimang dosa, dosa anak cucuku, dosa tetanggaku, dosa para pendosa semuanya… Wahai tuhan maha pengasih sayang, tuhan maha pengampun, Kalau tdak padaMu, pada siapa lagi ku mengadu. Wahai tuhanku…tuhan maha mendengar, Ku yakin kau mendengar dan menjawab setiap doa ku…

  10. Tanggapan oleh mustafiidah on December 12th, 2011 11:04 am

    Hidup terkadang bagai pelangi, yg nampak indah sesaat namun berbekas begitu mendalam bagi pemandangnya, yg indah miliaran warnanya tak tampak ketika ia tepat diatas kita bagai eloknya yg sesungguhnya ada disetiap jengkal bagian hidup kita. Permasalahannya hanya dari sudutmana kita memandang.

  11. Tanggapan oleh Retno Pergiwati on December 12th, 2011 11:25 am

    semoga saya bisa mengisi kehidupan ini menjadi orang yang penuh manfaat

  12. Tanggapan oleh fuadah on December 12th, 2011 12:14 pm

    Arti Hidup dalam pandangan tiap manusia berbeda, begitu pula tujuan, kebijaksanaan sikap, dorongan motivasi dan semuanya yg berhubungan dg nya, bahkan setiap manusia berbeda dg uniknya. Dalam beberapa wadah kemudian, baik persamaan nasib, tujuan cita, filsafat, atau kebudayaan, daerah, atau apapun, lahirlah dlm satu keserasian sebuah masyarakat, agama2, suku2 dan bangsa2. Semua perbedaan tiap kelompok, baik sebab warna kulit, bentuk mata, pandangan hidup, atau apapun, memiliki dan bertemu dlm beberapa titik persamaan, antaralain sama2 keturunan manusia, sama hidup dlm satu bumi, sama menginginkan ketenangan, kebahagiaan hakiki. Dengan sikap yg begitu bijaksana terhadap keserasian dari persamaan2 tdi, lahirlah sebuah peradaban yg tak tergambarkan indahnya, itulah surga dunia. Namun sebaliknya, dg sikap egois kelompok, dan paling buruk bila tiap orang egoistis, maka akan lahir peradaban yg begitu mengerikan bukan main, itulah ne ra ka dunia. Bagaimana dg dunia kita sekarang ? masyarakat sekitar kita ? keluarga kita ? Kita masing2 ? Surga atau neraka ? Kita mampu memilih dan merubah dunia kapan saja bahkan sekarang juga. Surga dg kebijaksanaan dan neraka dg egoisme. Selalu.

  13. Tanggapan oleh Redra Agatossi on December 12th, 2011 6:38 pm

    Setiap detik adalah waktu yang sama sekali baru…

  14. Tanggapan oleh anggraini on December 13th, 2011 2:06 am

    sesuatu banget . . @koment

  15. Tanggapan oleh anggraini on December 13th, 2011 2:21 am

    Ayo3, pertajam pemikiran, rangsang kepekaan hati, teruslah berpacu dalam melodi hidup, man jadda wajada. Asri’3.

  16. Tanggapan oleh Riswan on December 13th, 2011 9:22 am

    Bila hidup sekedar kata, maka burung beo begitu konsisten menyerukan. Bila hidup sekedar pilihan, maka sangatlah membingungkan. Bila hidup sekadar penantian maka hanya hampa tak berujung. Bila hidup sekadar berfoya2, maka sekejap saja kematian sudah diambang. Bila hidup sekadar tekad, maka sungguh melelahkan. Bila hidup tanpa dasar, maka hanya fatamorgana.

  17. Tanggapan oleh euri on December 13th, 2011 4:57 pm

    Hidup menueut penyanyi, band.
    Ungu : hidup hanya sementara
    D masiv : hidup adalah anugerah

    Kla project : hidup adalah pilihan
    Dewa 19 : hidup adalah perjuangan
    Iwan fals : Hidupmu indah bila kau tahu..jalan mana yang benar.. harapan ada harapan ada bila kau percaya…
    Bondan prakoso : hidup berawal dari mimpi
    Goliath : hidup itu mahal
    Rocket rockers : hidup kita adalah film terbaik
    Garasi : hidup hanya sekali
    D baginda : tak bisa hidup tanpamu

  18. Tanggapan oleh novi on December 14th, 2011 9:19 pm

    Arungilah lautan kehidupan bagai bebek berenang, dalam atau dangkal tetap sebatas dada.

  19. Tanggapan oleh Binti on December 15th, 2011 9:39 am

    Pandangan falsafah : Nilai sebagai makna Oleh sebab teori-teori mengenai nilai bertujuan menjawab soalan “Apakah yang bernilai dalam hidup?”, ia merupakan teori makna hidup: ahli- ahli falsafah yang agung seperti Socrates, Plato, Aristotle, Descartes, Spinoza, Ayn Rand dan lain-lain lagi mempunyai pandangan yang jelas tentang jenis kehidupan yang terbaik, iaitu yang lebih bermakna.
    Pandangan atheis : Sekiranya tiada Tuhan, makna hidup tertinggal kepada kita untuk mencarikan ataupun mentakrifkannya.
    Pandangan eksistensialis: hidup adalah pilihan dlam arti pilihan merupakan penilai yang terakhir. Sekali lagi Jean-Paul Sartre berkata: “Manusia tidak merupakan apa-apa selain daripada apa yang dipilihnya kepada diri sendiri”.
    Pandangan humanisme : Bagi penyokong humanisme, tujuan hidup adalah terbina dalam, yakni untuk membiak.
    Pandangan positivis : Positivisme logik Mengenai makna hidup, Ludwig Wittgenstein dan penyokong-penyokong postivisme logik berkata: “Dari segi bahasa, soalan ini tidak bermakna. Ini disebabkan “makna x” merupakan istilah hidup yang sering dikaitkan dengan akibat x atau maksud x, ataupun dengan sesuatu yang kena diambil perhatian mengenai x, dan sebagainya. Apabila “hidup” dipergunakan sebagai “x” dalam frasa “maksud x”, penyataan itu berulang dan menjadi karut.” Dengan kata lain, benda-benda dalam kehidupan seseorang boleh mempunyai makna (kepentingan), tetapi hidup pada dirinya tidak mempunyai makna apabila diasingkan daripada benda-benda tersebut. Dalam konteks ini, kehidupan seseorang dikatakan mempunyai makna (makna kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain) dalam bentuk peristiwa-peristiwa disepanjang hidupnya serta kesudahan hidupnya dari segi pencapaian, pusaka, keluarga, dan lain-lain lagi. Tetapi untuk mengatakan bahawa hidup pada dirinya mempunyai makna merupakan kesalahgunaan bahasa kerana apa yang bermakna ataupun yang penting cuma berkaitan dengan sesiapa yang mengalaminya.
    pragmatisme : bahawa apa yang kena dianggapi sebagai hidup yg benar merupakan apa yang terbanyak menyumbang kepada kebaikan manusia dalam jangka masa yang panjang.
    transhumanisme : hidup berasal daripada evolusi; sifat hidup merupakan apa sahaja yang kita menanggapnya melalui pencerapan saintifik dan pengukuran; manusia, dan apa yang dia akan berkembang terjadi, merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan; hal-hal yang paling bernilai dalam kehidupan merupakan keupayaan berbaik dengan orang lain dan pemajuan cara hidup kesemua manusia; adalah sangat penting bagi kita mengawalkan sifat kehidupan untuk memperbaiki sifat-sifat kita.
    Pandangan Islam : bahawa Tuhan mencipta manusia untuk satu tujuan sahaja, iaitu untuk menyembahNya: “Aku tidak mencipta jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku.” (Qur’an, 51:56). Penyembahan praktis ialah semua aktivitas, baik tindakan perbuatan, berpikir, atau berkehendak, semuanya harus diarahkan, diniatkan, dimaksudkan dalam rangka pengabdian kepada Alloh SWT.

  20. Tanggapan oleh Porsi Ujian Tuhan « bidangpembinaankader on March 12th, 2012 8:53 am

    [...] orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah? Tuhan tidak [...]

  21. Tanggapan oleh Porsi Ujian Tuhan.. | mohammad ridwan on March 22nd, 2012 5:14 pm

    [...] orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah? Tuhan tidak [...]

Tinggalkan Komentar anda di Hikmah Kehidupan akan Selalu Hidup


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


+ 5 = 11