Kisah 1000 Kelereng


December 28, 2007 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Suara Hati, Tips Motivasi   by

KelerengMakin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak  usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.

Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang  tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.

Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara  Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa  obrolannya.

“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjamu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok  ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun  kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.

Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang  selama hidupnya.  Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal  yang lebih penting”.

“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng  itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.

“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati  waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku  berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah  telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.

“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin  ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan  segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku  ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum.  “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah  cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya,  nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli kelereng.”

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Dikutip dari Indonesian groups

Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?

Apakah ……..
kesedihan
keraguan
kebosanan
rasa marah
putus asa
hambatan
permusuhan
pesimis
kegagalan ?

ataukah …….
kebahagiaan
kepercayaan
antusias
cinta kasih
motivasi
peluang
persahabatan
optimis
kesuksesan ?

Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda.

Sukses untuk anda !

Pencarian

,,kelereng terbagus di dunia (132),kelereng terbagus (89),kelereng (30),gambar kelereng (29),kisah cerita mengharukan (17),kata bijak sabtu pagi (12),1000 motivasi (11),hikmah 1000 kelereng (9),www kelereng terbagus (8),motivasi dalam persahabatan (7),kisah orang pesimis (7),kelereng terbagus sedunia (6),kumpulan cerita 150 kata (4),gambar kelereng terbagus (4),kata kata sahabat yang terlupakan (4)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

13 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Kisah 1000 Kelereng Diatas

  1. Tanggapan oleh suhirman, MM on June 16th, 2008 5:52 pm

    Memang Tuhan maha adil dan maha kuasa, apa yg dilakukan manusia adalah rencana Allah.

  2. Tanggapan oleh suhay on September 27th, 2008 4:04 am

    Luar Biasa!!!!Memang dalam hidup ini kita harus melakukan hal yang terbaik.
    “Orang yang Bahagia bukalah orang yang memiliki hal2 yg terbaik dlm hidupnya, akan tetapi menjadikan yg terbaiksetip hal yg hadir dlm hidupny”

  3. Tanggapan oleh lino on May 19th, 2009 4:20 am

    bagus banget tak pernah terpikirkan sebelumnya thanks..

  4. Tanggapan oleh Toto Riyono on July 1st, 2009 9:57 am

    Waktu itu setajam pedang… ( Nice Story )

  5. Tanggapan oleh obi on October 20th, 2009 5:04 am

    bagus nih ceritanya, minta izin dicopy ya!

  6. Tanggapan oleh JoJo on January 8th, 2010 9:13 pm

    Bagus ceritanya…
    tapi perlu ditambah lagi ceritanya…
    palagi cerita yang baru2…
    ThumBs Up!!!

  7. Tanggapan oleh bababahri on January 9th, 2010 11:37 am

    keren,,,,,,,
    minta izin mau dicopy d blog q
    makasi byk
    semoga sukses dan jaya terus

  8. Tanggapan oleh zidan on April 28th, 2010 8:42 pm

    Nice story, penuh hikmah!
    ijin share ya :)

  9. Tanggapan oleh mari.k on September 29th, 2010 4:54 pm

    Demi masa,

    Sungguh banyak orang yang rugi dalam pengunaan waktu yang dimilikinya,cerita yang bagus mengingatkan kita untuk mengunakan waktu yg tersisa dengan lebih baik

  10. Tanggapan oleh vivit on December 13th, 2010 11:31 am

    sangat menginspirasi . . .

  11. Tanggapan oleh Dalimonte on January 29th, 2011 7:23 am

    Iya… Waktu itu bnar membuat kita menikmati segala yg masih ada d depan kita, dan kadang kala lihatlah waktu bagaikan langit

  12. Tanggapan oleh afandi on March 5th, 2011 1:51 am

    ingat mati membuatq memaknai waktu lebih dalam… kalau mgkin boleh… q minta izin tuk mengcopynya dalam note fb. trimakasih

  13. Tanggapan oleh recipe book on October 7th, 2011 11:08 pm

    benar-benar menginspirasi saya.. terima kasih

Tinggalkan Komentar anda di Kisah 1000 Kelereng


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


1 + = 3