Kisah Cinta Seorang Anak..


May 6, 2008 · Filed Under Cerita Motivasi, Sosok Motivasi, Suara Hati   by

(ditulis oleh Cristine Wili)

cinta anak Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa
stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu
melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu
menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal
dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi
semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya
mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya
pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang
sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya
tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar
hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak
kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia
Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat
buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah
sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah
berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah
perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi
yang mengingatnya.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti
sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintas
kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore
itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad
dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang
sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal
yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan
terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah
memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis
saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.
Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari
hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya
tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada
sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya
mengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali
potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan
Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap
sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.
Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala
ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.

“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal
dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”

Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10
tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus
menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,
saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,
namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan
yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis
setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”

Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama
Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji
kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”

Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…
katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!
Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric
telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya
sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut
apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya
ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang
lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Pencarian

,,cerita sedih (8086),Kumpulan cerita sedih (1839),kisah mengharukan (1482),cerita menyedihkan (1348),cerita mengharukan (1163),kumpulan cerita mengharukan (929),cerita cinta yang menyentuh hati (876),cerita cinta (751),kumpulan cerita cinta (700),kumpulan kisah mengharukan (670),cerita menyentuh hati (485),cerita sedih dan mengharukan (485),cerita mengharukan tentang ibu (458),kisah menyentuh hati (451),cerita cinta mengharukan (411)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

368 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Kisah Cinta Seorang Anak.. Diatas

  1. Tanggapan oleh Retno on May 31st, 2012 9:30 am

    perbuatan yang salah memang harus disesali,tetapi menyesal saja tidaklah cukup,mohonlah ampun pada Allah,dan doakan anak anda…

  2. Tanggapan oleh Anonymous on May 31st, 2012 12:19 pm

    T_T

  3. Tanggapan oleh Andi agus on June 26th, 2012 10:57 pm

    kisah yG sangat menyentuh hati…
    semoga mengambil pelajaran dari kisah ini

  4. Tanggapan oleh huda on July 3rd, 2012 6:49 pm

    sangat berharga sesuatu, biasanya kalo sdh kehilangan

  5. Tanggapan oleh GAMA on July 4th, 2012 5:19 pm

    KASIH IBU SEPANJANG JALAN, KASIH ANAK SEPENGGALAN, HMM, SEBUAH KEKURANGAN DPAT MENGUBH ITU SEMUA..

  6. Tanggapan oleh cadis on July 29th, 2012 3:22 pm

    Artikel yang menarik, ternyata masih ada juga orang tua yang tega meninggalkan anaknya karena agak terbelakang..

  7. Tanggapan oleh kusnul on August 6th, 2012 12:55 am

    Baggus sekali, Aku copas ya… hehehe trims
    salam kenal

  8. Tanggapan oleh Yha Sunarya on August 25th, 2012 3:24 am

    Pelajaran moral bagi kita semua

  9. Tanggapan oleh amelia on November 6th, 2012 4:31 pm

    cerita sangat menarik, yg mambuat seseorang sadar betapa berarti seorang anak walau dalam keadaan apapun .:(

  10. Tanggapan oleh Larae on November 19th, 2012 6:32 pm

    Wonderful article! We will be linking to this particularly great content on
    our site. Keep up the good writing.

    My website … Larae

  11. Tanggapan oleh Buku Bekas on December 24th, 2012 5:39 pm

    waw…cerita cinta yang bagus seperti di buku-buku

  12. Tanggapan oleh Ampuh Devayan on December 30th, 2012 10:11 pm

    terimakasih telah memberi pecerahan batin buat saya juga pembaca

  13. Tanggapan oleh Ampuh Devayan on December 30th, 2012 10:12 pm

    terimakasih telah memberi pencerahan batin, subahanallah

  14. Tanggapan oleh Ampuh Devayan on December 30th, 2012 10:13 pm

    terimakasih atas pencerahannya

  15. Tanggapan oleh irfan on January 18th, 2013 9:08 pm

    subhanallah… apakah saya bisa melakukan hal seperti itu ,,, jika dalam keadaan itu

Tinggalkan Komentar anda di Kisah Cinta Seorang Anak..


Wajib diisi


Harus diisi


Optional