Lampu Merah dan Kesedihan


November 21, 2008 · Filed Under Cerita Motivasi   by

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack
segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu
perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup
lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati
Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia
berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.

Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.
Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia
melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.

“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”

“Hai, Jack.” Tanpa senyum.

“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri
saya sedang menunggu di rumah.”

“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.

Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan
anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh
terlambat, dong.”

“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu
merah di persimpangan ini.”

O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.
“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.
Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta
sedikit bisa memperlancar keadaan.

“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”

Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup
kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa
saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan
penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup
untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.

Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa
ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru
Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.

“Halo Jack,
Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia
sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu
dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah
tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan  berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu
juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.
Berhati-hatilah.
Bob”

Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob
sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia
mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya
dimaafkan.

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa
jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,
jalanilah dengan penuh hati-hati. – Penulis tanpa nama. (Posting dari
seorang rekan yang tak mau disebut namanya.)

Pencarian

,,cerita kesedihan (188),artikel kesedihan (100),cerita tentang kesedihan (91),motivasi kesedihan (68),Kesedihan (50),artikel tentang kesedihan (38),puisi lalu lintas (19),lampumerah net (18),lampu merah dan kesedihan (13),motivasi dalam kesedihan (11),cerita kesedihan hati (9),paragraf tentang kesedihan (6),kata sedih di hari ulang tahun (5),catatan tentang kesedihan (5),kisah tentang kesedihan (4)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

22 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Lampu Merah dan Kesedihan Diatas

  1. Tanggapan oleh inang on December 2nd, 2008 6:40 am

    betul !!!!!!!!!!!

  2. Tanggapan oleh etchon on December 3rd, 2008 9:24 am

    Right..

  3. Tanggapan oleh hakim on December 5th, 2008 3:17 am

    semoga jd pelajaran kita semua

  4. Tanggapan oleh Chepy on January 1st, 2009 7:02 pm

    Memang sering terjadi,apa yg kita anggap sepele ternyata membahayakan bagi orang lain sprti kisah diatas. Mulai dari sekarang mulailah disiplin dr diri sendiri

  5. Tanggapan oleh Kisah di Lampu Merah « Secangkir Teh Hangat on February 4th, 2009 5:12 am

    [...] LAMPU MERAH DAN KESEDIHAN [...]

  6. Tanggapan oleh noor aini on February 13th, 2009 8:59 am

    makanya….. biar lambat asal selamat

  7. Tanggapan oleh faizal on March 13th, 2009 12:21 pm

    Kasihan Bob ya .. kayak difilm aja,.mudah2an bukan true story,.Makanya kata nenek,.Kalau kamu ragu kembali / jangan teruskan..!!..Hari ini Friday on 13..HATI-HATI………!!!!

  8. Tanggapan oleh ulil abshor on June 2nd, 2009 10:18 pm

    kalo kata orang jawa bilang: ben alon asal kelakon….

  9. Tanggapan oleh agus on July 18th, 2009 8:01 am

    cerita yang sangat luar biasa, semoga tuhan memberkati kamu

  10. Tanggapan oleh pipen on July 24th, 2009 10:21 am

    kenyataan yang kita lihat, disini ke tidakpedulian sangat jelas terlihat di mata sang pengemudi….lihat saja angkot yang sering kali menerobos lampu merah serta berhenti semaunya….
    :(

  11. Tanggapan oleh Agus budiman on October 23rd, 2009 7:18 pm

    people don’t care how much u know…
    until they know how much u care.. kadang kita cuma
    mmikirkan kpntingan pribadi dan smg aku banyak belajar
    dari cerita ini thanks bangets….

  12. Tanggapan oleh Dalvin on November 21st, 2009 3:25 pm

    Ada sebab ada akibat, sebab apa dibuat praturan lalu-lintas, karna akibat seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas, kalo kita mau menyadari ataupun mau mengerti. Cerita di atas dpt membantu memotifasi kita untuk itu.

  13. Tanggapan oleh yo’i on December 18th, 2009 10:18 pm

    belajar menghargai orang lain…

  14. Tanggapan oleh daniel on January 25th, 2010 2:26 am

    Setelah dipikir, ternyata sosok jack mirip seperti saya. Cerminan diri saya yang kadang seenaknya.
    Smoga kita smua dapat mengambil inti dari cerita ini. :)

  15. Tanggapan oleh budy on April 28th, 2010 11:04 pm

    asalammualaikum izinn copy..
    thanks

  16. Tanggapan oleh Anonymous on May 5th, 2010 5:57 pm

    :P

  17. Tanggapan oleh vharied comeback on May 5th, 2010 5:59 pm

    haruz perlu komentar banyak
    :D

  18. Tanggapan oleh Lampu Merah dan Kesedihan « L Blog on May 15th, 2010 8:36 am

    [...] : di sini Categories: Renungan Comments (0) Trackbacks (0) Leave a comment [...]

  19. Tanggapan oleh Aura soma. on July 16th, 2010 12:45 pm

    Soma….

    Buy soma. Soma. Akane soma….

  20. Tanggapan oleh Soplanit on September 3rd, 2010 8:28 am

    Seneng sekali kita, bahwa cerita ini mengangkat begitu banyak hal dalam hidup ini yang sering kita abaikan ….

  21. Tanggapan oleh CANTIK on October 14th, 2010 2:58 pm

    sedihnyaaa..pokoknya kalo yang menyangkut anak..apapun ceritanya bikin aku sedih…hiksss

  22. Tanggapan oleh “Bang Jo” | Sutrisno on January 25th, 2012 10:32 am

    [...]  diambil dari http://www.resensi.net/lampu-merah-dan-kesedihan/2008/11/  Category: Inspirasi You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.You [...]

Tinggalkan Komentar anda di Lampu Merah dan Kesedihan


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


3 + 4 =