Lampu Merah dan Kesempurnaan


May 12, 2011 · Filed Under Artikel Motivasi, Kata Motivasi   by rendi firdaus

Ketika kita akan pergi ke suatu tempat, entah dengan mobil, sepeda motor, atau kendaraan apapun, apakah kita menunggu sampai semua lampu hijau?

Tentu tidak.

Apakah kita juga menunggu sampai semua jalan sepi?

Tentu tidak.

Kita tentu akan terus melaju, berhenti ketika ada lampu merah, dan berjalan lagi ketika lampu hijau. Jika ada kendaraan yang menghalangi jalan, tentu kita akan mencari jalan untuk bisa melaluinya.

Ini sama seperti halnya jika ingin mencapai tujuan dalam hidup. Tidak perlu menunggu sampai semuanya sempurna.

Pencarian

,,lampu merah (9),cerita lampu merah (7),lampu merah dan kesempurnaan (6),lampu merah gif (6),artikel kesempurnaan (5),lampu (5),Gambar Mobil Bergerak gif (4),kata2 kesempurnaan (4),cerita motivasi diri kesempurnaan (4),gambar lampu bergerak (3),cerita motivasi tentang kesempurnaan (3),gif lampu bergerak (3),artikel tentang kesempurnaan (2),gambar mobil BERGERAK (2),gambar lampu gif (2)

This post was submitted by rendi firdaus.

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

2 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Lampu Merah dan Kesempurnaan Diatas

  1. Tanggapan oleh Mutiara Pembelajar on May 15th, 2011 10:00 am

    gak ada yang tumbuh sempurna, melainkan mendekati sempurna

  2. Tanggapan oleh hary kartono on May 16th, 2011 11:51 am

    TRILOGI CINTA
    ( KISAH NYATA PERJALANAN SPRITUAL )

    Kisah I
    Perjalanan Pencarian

    Terbang dengan merentang kedua sayap membujur diantara hembusan angin yang menerpa,sesekali mengepak sayap memacu bersama tiupan angin, melayang-layang di bentangan alam. Bulu-bulunya beghitu halus,sehalus kain sutra, seindah bintang di langit yang memancarkan kemilauan cahaya. Kepakan sayapnya membelah rintangan yang mnghadangnya, mengarungi lautan kebebasan, melesat laksana anak panah yang terlepas dari busur, melintasi jazirah alam. Sayap kanan di sanggga oleh tulang-tulang dilapisi kulit yang indah sehingga di gelari Keagungan, sedangkan sayap kiri ikut menopang untuk menjaga keseimbangan dan diberi nama Kebenaran
    Membongkar sendi-sendi yang telah diletakan
    Perjalanan telah menghantar
    Ke depan pintu pengertian
    Putaran bumi yang diikuti
    Menuntun ke tempat bersarangnya pengetahuan
    Yang telah dibaluti dengan lapisan tipis
    Yang terukir pada dinding
    Dan terpahatkan pada tembok
    Dan menjadi mahkota di kepala
    Tempat terang terbenam
    Belum cukup menjadi persinggahan
    Tetesan embun pagi belum cukup mengenyangkan
    Liang yang di gali menjadi tempat menimbun
    Saat petang datang menghampiri di penghabisan usia, dan mengunjungi di ujung tarikan nafas
    Akan kamu berlari menyelamatkan
    Akan kamu menyembunyikan
    Menyisiri pesisir pantai melepaskan kegirangan dengan bermain bersama ombak yang bergulung-gulung bagaikan gerombolan anak rusa yang turun dari pegunungan, deburan ombak terasa akrab bagaikan saudaranya.
    Masuklah ke dalam lautan dunia ini agar dapat melihat dasarnya
    Hingga cukup ringan muncul ke atas
    Pandanglah ala m ini…
    Jangan membawa masuk melainkan keluar
    Lepaskan ikatan
    Agar menjadi bagiannya
    Tak terasa telah mengangkasa ke langit dan melakukan maneuver dengan kelincahan sayap-sayapnya dan langit turut gembira menyasiksikan kemahiran, nafas bumi dam sepoi angin turut membantu gerakannya,putaran bumi telah melewati separoh hari, saat itu cakrawala memperlihatkan wajahnya dengan rona kejinggahan di ufuk barat, mengisyaratkan segera pulang menuju tempat yang menjadi perlindungan di waktu malam
    Perjalanan pulang ke batas perpisahan di iringi senyum kemerahan di kaki perbatasan
    Berjubahkan kelabu,menyertai kepergian dan terbaring dalam pangkuan kaki bumi
    Pasukan malam menyambut penuh girang menghias malam di setiap lipatan langit
    Dari punggung gunung lolongan anak serigala membelah kesunyian sampai menyusup belahan dinding pegunangan hingga lenyap di dasar lembah
    Memberikan kabut sebagai selimut malam mendampingi saat terbuai dalam tidur
    Datang berselubung kelam
    Membungkus lapisan langit dalam halimun
    Tak akam beranjak
    Sebelum embun diatas daun meninggalkan jejak diatas permukaan bumi
    Dari situ, berdiri diantara gunung-gunung dengan wajah yang berseri-seri, dari raut mukanya memancarkan garis sinar kemerahan menyapu ke gugusan pegunungan, sementara itu berkas cahaya naik ke atas mengikuti sumbu bumi, bergerak terus ke atas menuju telaga ,percikan air dari telaga memecah keheningan hingga ke dinding tebing,walaupun kabut di sekeliling telaga belum beranjak dari permukaan ,hembusan angin dari cela gunung memisahkan kabut dari telaga, saat itu cahaya menembus celah tebing meluluhkan kebekuan kabut agar segera menghilang.
    Benih yang jatuh di pinggir jalan tak akan sia-sia
    Disitu ada kekuatan yang tumbuh
    Bersatu pada bagian dalam dengan bagian luar
    Disitu tidak ada lagi yang lain
    Karena bagian dalam dan bagian yang luar menyatu
    Semua itu dalam keadaan nyata dan sadar
    Itulah keindahan yang paling indah
    Bergerak mengikuti dorongan kekuatan cahaya
    Berjalan mengikuti keinginan akan cinta
    tidak dapat di jaring oleh pikiran ataupun di jerat oleh ungkapan, akan tetapi dapat menggerakan, memainkan melodi indah , gerakan ini menimbulkan gelombang yang akan megeluarkan hasrat untuk melihat keindahan, dan menghasilkan percikan api yang menghidupkan semangat dan menerima kenyataan ini dalam kesederhanaan.Kenallah dalam kesederhanaanya, sebab dengan demikian akan mengajari untuk memeluk keindahan yang tidak memiliki batas, masuk dengan jiwa suci dan tinggal disitu hingga dorongan perasaan akan menangkap makna kebenaran yang di rasakan dan membawa pergi dalam kekuatan yang akan tumbuh terus dan tak akan pernah mati,karna memiliki kekuatan yang tak terbatas,tak termakan oleh waktu,wajahnya akan berubah-ubah,akan tetapi meliki jalan sendiri untuk menyatatakan dan memberi warna yang lahir dari ketulusan jiwa, , apa yang ada di sana adalah apa yang ada di sini, tidak pergi kesana untuk di bawa kemari melainkan , beranjak dari sini,saat ini juga,apa yang ada didalam jauh lebih besar dari apa yang pernah dibayangkan karna tidak dapat ditulis,ataupun diukir dalam kata-kata, apa yang di dalam membuka gerbang pengetahuan untuk melihat semuanya dan tidak meninggalkan seorang diri di dalam dunia ini,akan tetapi menemani dalam segala wujud,demikian wujud yang di dalam akan bergerak mengikuti cahaya,dunia tidak dapat mengenalnya karna tidak berasal dari dunia ini melainkan dari dalam, dunia tidak dapat melihatnya karna kabut menutupi penghihatan,dunia tidak dapat menerima wujudnya karena dunia ada seperti lembaran kain yang terbentang ..
    Sudah ada sebelum dunia ini diciptakan
    Memanggil sejak dalam kandungan
    Memberi wujud dalam kehidupan
    tidak memberi dan tidak juga mengambil
    tidak memiliki satu warna namun mewakili semua warna dan pengejewantahan di dalam kehidupan
    Agar memiliki makna, memiliki arti
    Tidak memiliki motif
    Satu-satunya keinginan adalah menjadi dirinya apa-adanya
    Sebab tempatnya kekal
    rumahnya abadi

    Kisah ini ditulisa dalam 3 kisah dan merupakan KISAH NYATA

Tinggalkan Komentar anda di Lampu Merah dan Kesempurnaan


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


+ 6 = 7