Liburan Bersikap Nasionalisme Dan Patriotisme


July 14, 2016 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi   by

Setelah mengambil rapor tengah semester I kelas 9 SMP di sekolahku, waktunya libur selama 3 hari. Aku dan keluargaku berunding merencanakan tempat untuk kita mengisi liburan. Kami sekeluarga sudah sepakat, bahwa kami akan pulang ke desa tempat kelahiran Ibu dan Aku yaitu Banyuwangi.

Keesokan harinya, kami sekeluarga siap berangkat ke desa Banyuwangi. Sesampainya di desa yaitu rumah Paman dan Bibi, kami sekeluarga bersalaman. Lalu, kami letakkan barang-barang kami di kamar yang sudah disediakan oleh Paman dan Bibi. Setelah semuanya siap, Aku ingin pergi bermain sudah lama rindu rasanya tidak bermain dengan teman di desaku yang tercinta.

Ketika pulang bermain, di tengah perjalanan Aku melihat sebuah batu besar. Aku langsung pindahkan batu itu, agar tidak terjadi kecelakaan pada saat ada pengemudi yang melintasi jalan tersebut. Setelah itu, Aku kembali ke rumah Paman dan Bibi untuk mempersiapkan pergi ke Masjid untuk mengaji membaca al-qur’an dan menunaikan ibadah shalat Ashar, Maghrib, serta Isya.

Keesokan harinya, aku pergi bermain. Di wilayah tempat pemakaman aku melihat banyak sekali orang yang meminta-minta atau mengemis. Aku sempat berfikir “mengapa seseorang banyak yang mengemis? ini mungkin akibat dari tidak bekerja, padahal peribahasa mengatakan tangan diatas lebih baik dibanding tangan dibawah. Dan agamaku mengatakan barang siapa yang memberi seseorang maka akan diberikan pengganti berupa pahala. Sampai kapan Negara Indonesia seperti ini dan kapan bisa maju? Jika tingkat kemiskinan lebih tinggi” kataku dalam batin. Lalu, aku meneruskan pergi ke lapangan bersama kawan-kawan.

Sehari kemudian, liburan telah usai waktunya Aku dan keluargaku kembali di kota tempat tinggalku yakni Surabaya. Saat aku bangun, aku mendengar suara orang bertengkar dan berteriak marah-marah. Hanya karena masalah seorang suami yang tidak bekerja. Aku memikirkan “Mengapa seseorang laki-laki banyak yang pengangguran? apakah mungkin akibat dari riwayat pendidikan yang masih rendah atau bahkan tidak sekolah. Padahal seorang suami ialah sebagai imam yang harus berkerja demi istrinya. Derajat lelaki pun menjadi direndahkan oleh wanita. Tingkat pengangguran pun juga semakin tinggi yang memicu tidak majunya Negara Indonesia.” kataku dalam hati.

Tidak lupa sebelum berangkat Aku rapikan tempat tidur dan mengemasi pakaian lalu berpamitan kepada Paman dan Bibi. Kami pun menaiki mobil yang dikendarai oleh Ayah sambil melambaikan tangan sebagai tanda kasih sayang selamat tinggal kepada Paman dan Bibi.

Di tengah perjalanan, Aku bertemu dengan seorang Nenek yang kesulitan untuk menyebrang jalan karena banyaknya kendaraan. Aku minta izin dengan Ayah untuk turun dari mobil membantu Nenek itu. Akhirnya, Nenek pun selamat dan tidak terjadi kecelakaan. Nenek itu berkata “Terima kasih ya nak!, kamu telah menolong nenek, menurut nenek kamu bagaikan pahlawan” sambil tersenyum lebar. “Nenek lucu ya!, Saya membantu Nenek dengan ikhlas, sikap para pahlawan dulu juga seperti ini menolong warganya yang susah atau sulit, Saya hanya ingin menunjukkan sikap Nasionalisme dan Patriotisme kepada negeri kita tercinta Indonesia. Sudah ya Nenek, Saya pulang dulu Ayah dan Ibu sudah menunggu di dalam mobil ” Jawabanku kepada Nenek. Nenek mengucapkan “Terima kasih ya nak!, semoga selamat sampai perjalanan”.

Sampai di kota Surabaya, seperti biasanya kami letakkan barang-barang kami dulu di kamar. Lalu Aku pergi bermain layang-layang di lapangan bersama sahabatku. Beberapa jam kemudian, waktu sudah sore bermain sudah selesai. Aku pulang ke rumah untuk mandi dan belajar persiapan ujian nasional kelas 9 SMP.

Di sebuah kampung, selalu ada lagi masalah. Aku melihat sekelompok anak nakal yang meminum-minuman keras dan menggunakan narkoba, lalu datang seorang Anak sepertinya dari kampung sebelah ingin ikut pergi ke sana. “Kamu ingin kemana?” tanyaku kepadanya. “Aku ingin kesana untuk gabung dengan mereka, kamu tidak ikut? agar kita menjadi gaul, trend, dan modern kalau menirukan tindakan mereka” jawaban dia kepadaku. Lalu, Aku menjelaskan kepadanya bahwa hal yang mereka lakukan bukan menjadikan kita gaul, trend, dan modern. Melainkan, berbahaya bagi fisik dan psikologis. “Narkoba itu bukan solusi untuk generasi emas bangsa, kuncinya adalah tetap belajar, berusaha, dan diiringi doa. Marilah jadikan liburan kita wujudkan pelajar Indonesia yang bebas dari Narkoba” nasihatku kepadanya setelah Aku menjelaskannya. Dia mengatakan “Terima kasih, David nasihatnya Aku sekarang menjadi paham” Aku balas dengan jawaban “sama-sama”.

Sesampainya di rumah aku menceritakan kepada Bunda tentang peristiwa anak nakal tadi. “Anakku kamu jangan sampai berteman dengan anak-anak nakal seperti itu. karena bahaya jangan sampai karena salah pergaulan masa depan kamu akan suram.” nasehat Bunda setelah aku menjelaskannya. Aku pun sempat berfikir “Mengapa anak-anak seperti itu ditelantarkan? apakah karena kurang kasih sayangnya dari orang tua sehingga mereka sampai broken home. Apakah orang tuanya yang memang tidak sayang kepada anak-anaknya. Sungguh malang nasib mereka, mereka tidak bisa sekolah dan menggapai cita-cita, impian, masa depan yang belum terwujud kepadanya sesuatu yang diinginkan.”

Oleh karena itu, marilah kita bantu warga yang miskin dan menganggur supaya bisa menjadi kaya mungkin dengan cara membuka lapangan kerja yang baik dan halal. Memberikan kasih sayang orang tua yang lebih untuk anak-anaknya karena mereka semua adalah generasi penerus bangsa yang meneruskan perjuangan para pahlawan yang sudah memerdekakan negara kita. Dengan begitu, pasti negara kita yakni Negara Indonesia akan menjadi negara berkembang dan maju.

Dari peristiwa dan kejadian yang aku alami, aku mendapatkan tiga pelajaran dan pengertian yang sangat berharga antara lain pertama, tingkat pengangguran dan kemiskinan merupakan pemicu yang menjadikan Negara Indonesia tidak menjadi negara maju, hanya menjadi negara berkembang. Kedua, menjadi seorang pria yang pengangguran ternyata mendapatkan cemooh dari wanita. Ketiga, menjadi generasi emas bangsa bukanlah mudah, tetapi jika sudah berusaha dan dijalankan kita pasti akan merasa bangga sebagai penerus negara kita tercinta yakni Indonesia.

Pencarian

,,kata kata indah untuk adeik angkat (2),kata mutiara islam ungkapan kerinduan istri pada mendiang suaminya (2),motivasi untuk adik angkat (1),katakata manis untuk adik angkat (1),kata-kata bijak untuk saudara angkat (1),Kata kata manis untuk adik angkat (1),cerita ibuk anak sek (1),kata kata indah untuk abang angkat (1),kata bijak untuk saudara angkat (1),Cerpen liburan dalam bahasa bali (1),cerita sek koran (1),cerita sek ibu dg bocah di desah (1),cerita sangek anak dan mama (1),proscat membuat layang layang (1)

This post was submitted by DAVID MARCEL ANANDA.

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

Tinggalkan Komentar anda di Liburan Bersikap Nasionalisme Dan Patriotisme


Wajib diisi


Harus diisi


Optional