Home » Artikel Motivasi » Masa Depan Anak Dalam “Mindset” Orang Tua

Masa Depan Anak Dalam “Mindset” Orang Tua

Artikel Motivasi, Tips Motivasi

Oleh : SUPANDI, S.Pd. MM

Sikap hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh prinsip hidup yang dianutnya

kasih-sayang-orang-tuaMasih melekat di dalam pikiran saya sebuah keyakinan yang begitu hebat yang pernah dilontarkan oleh ibu saya empat puluhan tahun yang lalu. Sebuah keyakinan yang mengobarkan energi positif terhadap diri beliau yang kemudian saya rekam dalam pikiran bawah sadar saya sebagai salah satu warisan yang sangat berharga sekaligus sebagai ilmu dari sekolah kehidupan. Salah satu nasehat yang mengandung makna dan keyakinan yng sangat dalam yang pernah beliau sampaikan kepada kami kurang lebihnya berbunyi demikian : “Pokoke kowe kabeh kudu pada sekolah. Senajan wong tuamu wong sing ora duwe, tapi Gusti Allah sugih. Aku yakin kowe kabeh bisa sekolah. Aku ora kepengin anak-anakku ngemben pada sengsara uripe”. (Pokoknya kamu semua harus tetap sekolah. Walaupun orang tuamu orang yang tidak punya, tetapi Allah SWT Maha Kaya sehingga saya yakin kalian semua bisa sekolah. Saya tidak ingin anak-anakku hidup sengsara).

Tentunya bentuk keyakinan diatas beliau lontarkan tidak didorong oleh sekedar komitmen tanpa dasar. Ada semacam emosi positif yang membakar tekad di dalam dirinya. Tekad yang terhimpun di dalam pikiran super (super mind) melalui sebuah proses perpaduan antara beberapa unsur kepentingan, seperti rasa kasih sayang kepada anak, rasa ingin membahagiakan anak, dan keinginan agar anak-anaknya hidup sukses. Unsur-unsur kepentingan tersebut kemudian bereaksi dengan nilai-nilai spiritual sehingga tersimpul dalam sebuah keyakinan.

Keyakinan merupakan keadaan pikiran yang bisa dirangsang atau diciptakan oleh perintah peneguhan secara terus menerus sampai meresap ke dalam pikiran bawah sadar. Keyakinan adalah sebuah keadaan pikiran yang bisa dikembangakan sesuai dengan kemauan kita, melalui cara pengulangan perintah kepada pikiran bawah sadar dengan segenap perasaan emosi positif, sehingga pikiran bawah sadar akan menerimanya dan digunakan sebagai landasan tindakan untuk menjadikannya sebuah kenyataan (Wuryanano : 2004).

Keyakinan akan memberikan kehidupan, kekuatan, dan tindakan kepada impuls pemikiran kita. Keyakinan akan memberikan kekuatan untuk mengubah getaran pemikiran biasa, dari pikiran manusia yang serba terbatas menjadi suatu padanan spiritual yang bersifat tanpa batas.

Pemikiran spiritual tanpa batas muncul ketika terjadi dominasi suara Tuhan yang melekat di hati seseorang. Adapun suara Tuhan dihasilkan dari hasil meditasi melalui pengamalan-pengamalan yang berkaitan dengan proses pendekatan diri kepadaNya. Proses yang mengarah kepada upaya pendekatan diri kepada Tuhan itulah yang akan membentuk keyakinan seseorang. Pada gilirannya keyakinan tersebut akan berjalan sinergis dengan prinsip hidup.

Contoh yang saya ilustrasikan tentang keyakinan dan prinsip hidup ibu saya diatas merupakan salah satu dari sekian banyak prinsip hidup dan keyakinan yang dimiliki oleh orang-orang pada umumnya termasuk mungkin diri Anda.

Ada satu sisi yang sangat penting Anda sikapi dalam memegang teguh prinsip hidup Anda yaitu visi hidup yang didasarkan atas prinsip-prinsip kebenaran. Dengan kecerdasan spiritual (spiritual Quotient) yang Anda miliki, Anda harus bisa menentukan prinsip hidup yang sesuai dengan fitrah manusia, yaitu fitrah kebenaran, fitrah yang didukung penuh oleh ridlo Tuhan yang bisa membawa diri dan keluarga menuju ke arah kebahagiaan hakiki, serta memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Prinsip hidup semacam ini harus menjadi pijakan dasar untuk menentukan kebijakan dalam menentukan sikap hidup.

Prinsip hidup yang bersumber dari sesuatu yang tidak fitrah umumnya akan berakhir dengan kegagalan, baik kegagalan lahiriah maupun kegagalan batiniyah. Dunia telah membuktikan bahwa prinsip hidup yang bertentangan dengan suara hati, terbukti hanya mengakibatkan kesengsaraan atau bahkan kehancuran. Terlebih di jaman modern sekarang ini. The power of visi hidup, prinsip hidup, dan sikap hidup yang didasarkan pada nilai spiritual harus benar-benar dipegang teguh demi untuk mencapai tujuan hidup jangka panjang.

Mengarahkan masa depan anak merupakan salah satu bentuk pencapaian tujuan jangka panjang. Bagaimana bentuk masa depan anak di masa yang akan datang sangat dipengaruhi oleh visi, prinsip, dan sikap hidup orang tuanya. Orang tua harus jeli dalam menyeting masa depan anak. Hindari cara-cara yang dewasa ini sering menjangkiti kehidupan manusia-manusia modern yaitu adanya kecenderungan manusia tertarik kepada hal-hal yang serba instant. Ingin memperoleh kekayaan dengan cepat, ingin meraih popularitas dengan cepat, meraih kekuasaan dengan mudah dan cepat, dan lain sebagainya.

Apabila konsep ini diperkenalkan dan dipertontonkan kepada anak dalam usahanya meraih masa depan, maka akan berakibat pada pembentukan pribadi yang rapuh. Mereka akan hidup tanpa digerakkan oleh visi hidup yang agung yang berorientasi pada nilai-nilai spiritual bagi kehidupan yang jauh ke depan. Mereka bagaikan akan mengarungi lautan luas tetapi tidak mengenal ke mana seharusnya perahu diarahkan. Mereka nantinya tidak memiliki daya atau powerless dalam bekerja dan tidak memiliki semangat juang yang tinggi dalam berusaha.

Fenomena diatas tentunya pada saatnya nanti akan menjadi sebuah realita yang tidak kita harapkan. Semua orang tua sudah barang tentu mendambakan anak-anaknya tumbuh menjadi manusia yang tangguh, sholeh/sholehah, memiliki prinsip-prinsip kebenaran yang kokoh, serta sukses dunia akherat. Jalan menuju masa depan atau cita-cita anak terbuka lebar. Walaupun kerapkali terhalang oleh tembok yang begitu kuat, namun dengan keyakinan dan langkah pasti tembok-tembok tersebut akan bisa kita lewati. (***)

Your browser may not support display of this image.

Profil Penulis

Nama : SUPANDI, S.Pd, MM.

Riwayat Pekerjaan : Guru di SMP Negeri 2 Binangun – Cilacap, Guru Pemandu MGMP Bahasa Inggris,. Ketua MGMP Bahasa Inggris periode 2009 – 2011. Pengurus Agupena (Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia) Kabupaten Cilacap periode 2009-2014, Pengurus ISPI Kab. Cilacap.

Motto Hidup : Lakukan perubahan

Phone : (0282) 494921

HP. : 081391274742

e-mail : supandi_mm@yahoo.com

Pencarian

,,kasih sayang orang tua (102),masa depan anak (77),kumpulan cerita anak sholeh (57),cerita orang tua dan anak (39),cerita anak sholeh (36),kasih sayang keluarga (35),anak masa depan (23),motivasi orang tua (23),kisah anak sholeh (16),prinsip hidup orang inggris (11),kasih orang tua (11),sayang orang tua (10),contoh motto anak sekolah (8),artikel tentang pembentukan motivasi dan visi hidup (8),contoh cerita cita-cita dalam bahasa inggris (6)

Tags:

Comments for Masa Depan Anak Dalam “Mindset” Orang Tua
  1. Liliyani Ardian // March 11th, 2010 at 4:52 pm

    trimakasih untuk pengalamannya dan pelajaran pelajaran yang lain saya tunggu artikel berikutnya

  2. Dila // March 13th, 2010 at 10:17 am

    trim’z atas lmbaran kisah penglaman nech

    next edition … saya tunggu ya artikelx

  3. Supandi Cilacap // March 16th, 2010 at 11:13 am

    @Mba Lili & Dila : Sama2, trm ksh kembali smoga ada manfaatnya.
    Salam

  4. Tun Keme // March 21st, 2010 at 11:17 pm

    Cerita yang cukup dapat memberikan inspirasi bagi para orang tua

  5. Rere // February 27th, 2011 at 7:21 pm

    nie…^^

  6. Rere // February 27th, 2011 at 7:22 pm

    NICE…^^

  7. made oka // December 4th, 2011 at 4:16 pm

    Bagus, saya ingat suksesnya Cocacola , tidak ada resep istimewa yang ada keyakinan untuk sukses. banyak perusahaan besar sukses karena ” Keyakinan “.

  8. Blog shidik // March 24th, 2012 at 11:54 am

    Wah menarik sekali mas ceritanya,,, bisa menjadi inspirasi buat saya. trms mas….

Trackbacks Motivasi

  1. Kumpulan Cerita Motivasi | Artikel Motivasi – Arti Sebuah Waktu
  2. Arti Sebuah Waktu « sitiropikoh
  3. Arti Sebuah Waktu | aycuna
  4. Arti Sebuah Waktu « joeprikitiew
  5. Arti Sebuah Waktu « cacingarno
  6. ARTI SEBUAH WAKTU « khiinha
  7. Arti Sebuah Waktu | Carpet Orange
  8. Arti Sebuah Waktu | noteferryzqi
  9. Arti Sebuah Waktu | abiizzuddin
  10. Arti Sebuah Waktu « tiayunita
  11. Arti Sebuah Waktu « bidangpembinaankader
Leave a Comment for Masa Depan Anak Dalam “Mindset” Orang Tua Tags:

*

Related Masa Depan Anak Dalam “Mindset” Orang Tua

Lessons of Life - Pelajar

I feared being alone until I learned to like myself. I feared failure

Cara Mengambil Langkah Pe

Semua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak. Semua orang

Surat Dari Somalia

Sebuah cerita menarik dari saudara kita di afrika,,,, ini adalah curhatan mereka yang

Hasrat, Komitmen dan Kebe

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di

Lihat Juga Cerita Motivasi Menarik Lainnya

Dunia memberi apa Yang kita Fokuskan

bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah [...]

Saturday, December 26th, 2009 | Tips Motivasi

8-Jangan Bernapas dalam Lumpur

Setiap orang tentu memiliki rencana tertentu di tahun baru nanti. Entah itu terkait dengan target-target tertentu dalam pencapaian prestasi, atau yang hanya ingin menerapkan perilaku lebih baik daripada sebelumnya. Apapun, kalau kita merencanakan dengan baik, kita akan mendapatkan sesuatu dengan konkret. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bagaimana para pebisnis kita di tahun mendatang [...]

Tuesday, January 9th, 2007 | Tips Motivasi

Bahagia, ada pada Jiwa yang Bisa Bersyukur

Apakah anda pernah membayangkan menulis buku bukan dengan  tangan, kaki atau anggota tubuh

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita

Hikmah Kehidupan akan Selalu Hidup

Pernahkah kau mendengar cerita tentang seorang preman pembunuh empat puluh nyawa, pemerkosa empat

25-Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri

“Miskin dan kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam

Telinga dan Tangan Ibu

Berada bersama ibu begitu menenangkan. Sebab rasanya ibu tak pernah lelah menjadi ‘telinga terbaik’ bagi setiap cerita yang mengalir deras dari mulut saya, setiap kali sampai di rumah, selesai beraktifitas seharian. Ibu tak perlu bertanya apapun, saya akan duduk manis berlama-lama di kamarnya, menumpahkan segala yang telah memenuhsesakkan dada ini. Saya tak pernah berpikir sebelumnya, [...]

Friday, October 10th, 2008 | Sosok Motivasi, Suara Hati

Keajaiban Bersyukur

Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang [...]

Tuesday, April 20th, 2010 | Artikel Motivasi, Tips Motivasi

13-Gunung Jangan Pula Meletus

Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-ilai kandungannya? Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka [...]

Sunday, January 21st, 2007 | Suara Hati

17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju

ADA satu hal yang agaknya perlu kita renungkan dari remaja 18 tahun asal Papua, Septinus George Saa. “Uang sebenarnya bukan segala-galanya untuk maju. Selalu ada jalan untuk menimba ilmu,” katanya. Sepintas di telinga, apa yang dikatakan Oge-begitu ia biasa dipanggil-terdengar seperti slogan. Namun, Oge sama sekali bukan berkampanye. Ia hanya ingin jujur menunjukkan apa yang [...]

Wednesday, January 24th, 2007 | Sosok Motivasi

Pemenang Dalam Diri

Sore hari di tengah telaga, ada dua orang yang sedang memancing. Mereka adalah ayah dan anak yang sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, mereka sibuk mengatur pancing dan umpan.  Air telaga bergoyang perlahan dan membentuk riak-riak kecil di air. Gelombangnya mengalun menuju tepian, menyentuh sayap-sayap angsa yang sedang berjalan beriringan. Suasana begitu tenang, [...]

Tuesday, June 7th, 2011 | Cerita Motivasi, Pengembangan Diri