Pakaian Kebahagiaan

March 7, 2009 · Filed Under Cerita Motivasi, Tips Motivasi   by Obor Motivasi


Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.

Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.

Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”

“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!

Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.

Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.
“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.
Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.

Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?

Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”
***
Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.

Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.

Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.

Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.
Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.

Kiriman dari seorang sahabat yang tidak mau disebut namanya

Terima kasih sahabat…

    Ingin mendapatkan artikel dari situs ini?
    Daftarkan email anda di sini:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

17 Responses to “Pakaian Kebahagiaan”

  1. juna on April 9th, 2009 4:21 pm

    ceritanya bagus banget aku copi nih

  2. lia on April 16th, 2009 7:06 am

    bener banget tuh…!
    if u want to be happy, be happy now!
    ngapain nunggu nanti nanti..?!

  3. lia on April 16th, 2009 7:21 am

    btway, its a good story, kucopy ya..?ini ada sedikit related story,;
    saya pernah tanya ke temen, apa gaji skr cukup buat dia?katanya tidak. pertanyaan y sama kutanyakan pada PMku, jawbnnya sama,tidak.manager dan senior managerkupun mengatakan yang sama. dan kuyakin direktukupun mengatakan hal y sama. so, bahagia itu emang soal rasa, ga usah nunggu nanti kalo jadi direktur baru bahagia, buktinya…?

  4. husni on April 29th, 2009 11:25 am

    cerita ini bener2 membuka mataku, selama ini aku hanya berfikir tentang kekuasaan, harta, dan hal-hal duniawi yang aku yakini bakal mendatangkan kebahagiaan bila aku memilikinya bahkan bisa menguasainya, tapi kenyataan berkata lain, yang ada aku semakin haus atas duniawi, yang membuat aku jauh dari tuhanku, keluargaku, dan orang2 terdekat yang mencintaiku. thank’s buat yang bikin cerita ini, sekarang aku sadarkebahagiaan milik semua orang, bukan milik orang kaya dengan harta melimpah dan bergelimang kemewahan. semoga komentarku ini juga bisa membuka orang2 yang pernah berfikir sama denganku… yaitu tentang KEBAHAGIAAN DAN HARTA.Thank’s

  5. Bagus on June 6th, 2009 2:26 am

    Cerita yang bener-benar dapat membuka matahati kita,..Kebahagiaan memang di hati.

  6. Kanza Adila on July 14th, 2009 6:58 am

    Dulu aku merasa heran kenapa harus ada uang didunia ini? Karena setiap permasalahan yang aku hadapi kebanyakan disebabkan dengan tidak adanya uang, tapi sekarang aku baru sadar bahwa uang bukanlah segala2nya didunia ini, berapapun banyaknya uang yang kita miliki kita takkan pernah merasa puas dengan jumlahnya. Dan kebahagian itu akan kita rasakan jika kita dapat mensyukuri apa yang telah kita dapatkan.

  7. liekin on July 30th, 2009 3:55 am

    caritanya menarik

  8. amar on August 1st, 2009 11:25 am

    laur biasa ceritanya.
    numpang ngutip dikit ya

  9. cute on August 27th, 2009 8:40 am

    ceritanya bagus banget.. Ku copy ya….

  10. rizki on October 14th, 2009 3:00 am

    K.E.R.E.N

    aku copy yaa….

  11. candra on October 15th, 2009 9:39 am

    Excellent.Mohon maaf ku copy ya?

  12. denny on November 23rd, 2009 6:18 pm

    good artikel nya bgus,trskn bkin artikel motivasi yg bgus cz brguna bagi bnyak org….
    tq ats motivasinya yaw…..

  13. seno on December 1st, 2009 10:30 pm

    sangat bagus, saya kopi untuk anak2 didik saya

  14. Thatie on December 12th, 2009 7:17 am

    Subhanallah… izin copas yah

  15. orind on December 22nd, 2009 4:35 pm

    kebahagiaan mmg ga harus dr hal-hal yg besar. dan cm sdkit org yg tau.. aku copy yah!

  16. nurlaili ilyas on June 18th, 2010 3:32 pm

    nice
    izin copy ya

  17. Jual Apartemen on September 7th, 2010 9:26 pm

    Bagus banget ceritanya, thanks.

Tinggalkan Balasan


Wajib diisi


Harus diisi


Optional

lp3k erhacendekia


Pengunjung Online Saat ini

Iklan dari:
adsensecamp.com kumpulblogger.com
free counters

Subscribe