Pandang Hidup dan Optimisme


November 4, 2011 · Filed Under Cerita Motivasi   by

cara pandangSahabat, cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang. Karena cara pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara hidup, akan menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan menemukan takdirnya. Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian takdir yang dalam genggaman orang itu sendiri. Selamat membaca cerita motivasi di bawah ini

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.

Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, “Ooo… ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak.” Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia. Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya.

Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, “Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak.”

Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan. Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, “Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.”

Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.

(Disadur dari: William Hart, The Art Of Living)

Pencarian

,,artikel tentang optimis (23),kata kata yel yel motivasi (21),cerita motivasi yang panjang (19),cerita optimisme (19),cara pandang (19),Renungan dan motifasi (18),cara pandang optimisme (13),artikel optimis (12),cara pandang hidup (12),kata-kata sedih tentang ibu (10),cara pandang optimis (8),cerita sed (8),artikel tentang optimisme (7),cerita motivasi cara pandang (6),makalah optimis (6)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

6 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Pandang Hidup dan Optimisme Diatas

  1. Tanggapan oleh Pandangan Hidup dan Optimisme | Nala.almadrasah.org on November 18th, 2011 9:05 am

    […] dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA.(Disadur dari: William Hart, The Art Of Living) Read more: http://www.resensi.net/pandang-hidup-dan-optimisme/2011/11/#ixzz1e1B78MBi This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.← Hello world!Leave a Reply […]

  2. Tanggapan oleh wahyuengineeringcivil on December 7th, 2011 5:28 pm

    kata2 nya lumayan bagus…

  3. Tanggapan oleh Retno on December 12th, 2011 11:40 am

    semoga saya bisa selalu optimis dalam menjalani kehidupan ini…..karena kehidupan ini adalah anugrah dari Allah dan Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hambanya…..

  4. Tanggapan oleh amy on January 10th, 2012 7:25 am

    benar2 cerita yang penuh hikmah..
    saya numpang ngofy ya…..hehe

  5. Tanggapan oleh Manisnya Positive Thingking « hanungthomas on March 27th, 2012 9:40 pm

    […] waktu sekitar 1 bulan hari2 saya lalui dengan optimisme akan ketemu calon suami gak disangka tepatnya tanggal 6 februari salah satu customer meminta bertemu […]

  6. Tanggapan oleh ali on May 6th, 2012 4:56 pm

    ada pertnyaan brather:
    1.mengapa anak pertama bersikap seperti itu?
    2. Dari 1 keluarga tp memiliki karakter yg berbeda, apa sebabnya?
    3. Bgmana mengubah sikap / karakter anak pertama?
    Ane hrp dapat jawbn yg bisa memberi semangat jiwa positif

Tinggalkan Komentar anda di Pandang Hidup dan Optimisme


Wajib diisi


Harus diisi


Optional