Pemberian Terbaik kepada Raja


August 21, 2008 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi   by

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…"

Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini…."

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya…."

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***
Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.

Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.

Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya

Pencarian

,,cerita tentang kerja bakti (21),motivasi terbaik (16),kumpulan motivasi terbaik (13),pemberian yang terbaik (11),pemberian terbaik (10),pemberian perintah dan motivasi (10),kata bijak bakti (4),cerpen pemberian terbaik (4),kisah pemberian terbaik (3),cerpen anak kerja bakti (3),cerpen anak tentang kerja bakti (3),kata kata orang sedang kebingungan (3),cerita motivasi yang terbaik (3),kumpulan cerita dengan tema liburan sekolah (2),contoh cerita pembajak sawah (2)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

13 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Pemberian Terbaik kepada Raja Diatas

  1. Tanggapan oleh gun on August 25th, 2008 5:33 pm

    ternyata saya udah banyak ngelewatin hal-hal yg kecil, yang ternyata sebenernya itu hal yg penting buat kehidupan saya.

    !!

    cheers

  2. Tanggapan oleh Rafsan on August 26th, 2008 12:40 am

    sangat jarang ada orang yang mau memberikan hal yang berharga miliknya, karena terhalang oleh sikap tidak mengenal Tuhannya. padahal bisa jadi apa yang kita pikir itu baik adalah buruk disisi Tuhan. Ikhlaskan hati.

  3. Tanggapan oleh Rey on August 26th, 2008 3:09 am

    bener banget apa yang dikatakan Rafsan..
    ikhlaskan hati. karena kita tidak tau rencana-rencana sempurna yang telah disusun oleh sang pencipta…

  4. Tanggapan oleh Tamim on August 26th, 2008 6:40 am

    begitu sedikit orang yang menyadari / mengimani akan adanya balasan dari Allah, Tuhan Yang Maha Kaya. Kita terlalu terbiasa dengan hitung-hitungan matematis

  5. Tanggapan oleh aceh on September 9th, 2008 10:21 pm

    memang benar kita selalu menghitung untung atau rugi dalam berbuat amal. tak pernah terpikirkan bahwa ternyata Allah sedang menguji hambanya. ternyata ujian bukang hanya kesulitan tetapi disaat kita mendapatkan atau memiliki sesuatu yang berharga. saya teringat kepada nabi ibrahim yang di perintahkan Allah untuk menyembelih anaknya yang tercinta nabi ismail.

  6. Tanggapan oleh Sabdeli on October 24th, 2008 12:48 am

    Seperti kita waktu masih sekolah, untuk bisa naik kelas keimanan kita harus lulus ujian. Kalau hasil ujian tidak baik maka kita tidak ada peningkatan kualitas keimanannya

  7. Tanggapan oleh Mang Iyus on June 25th, 2010 6:31 pm

    Ijin COPAS …

  8. Tanggapan oleh Pemberian Terbaik kepada Raja | Mang Iyus – Nge”BLOG” on June 25th, 2010 6:35 pm

    […] Maraji’ (sumber) Author: admin Time: Friday, June 25th, 2010 at 6:35 pm Category: About Bandung, Campur-campur, FreeBSD, Linux, Ngajidulu Comments: You can leave a response, or trackback from your own site. RSS: You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Navigation: « DVD Repository Ubuntu 10.04 Lucid Lynx […]

  9. Tanggapan oleh Website kakak Kaya on June 26th, 2010 11:12 pm

    Kekayaan yang di miliki petani ini jauh lebih kaya dari kekayaan yang bisa di lihat oleh mata, yaitu kekayaan hatinya, keiklasannya,…mudah-mudahan Kita juga memiliki Kekayaan Hati ini. Salam.

  10. Tanggapan oleh Sumberjambe on April 16th, 2011 12:18 am

    Ya… hidup harus ikhlas. Ikhlas sebagai hamba yang dicipta oleh Allah, menyembah, tunduk, patuh semua perintah-Nya tanpa mengharapkan apapun, juga tak mengharapkan pahala dari-Nya. Allah Maha Tahu, Maha Adil dan Bijaksana, dan Maha Pemurah. Berilah yang terbaik darimu, Allah lebih Maha Tahu apa yang terbaik untukmu.

  11. Tanggapan oleh Kumpulan Cerita Motivasi | Artikel Motivasi – Istri Yang Setia on December 22nd, 2011 4:44 pm

    […] Antah berantah memerintah seorang Raja yang bijaksana dan baik budi, memerintah dengan adil dan makmur. walaupun demikian Sang Raja selalu gundah […]

  12. Tanggapan oleh Istri yang setia | tyofabfour on December 27th, 2011 9:31 pm

    […] negara Antah berantah memerintah seorang Raja yang bijaksanadan baik budi, memerintah dengan adil dan makmur. walaupun demikian Sang Raja selalu gundah […]

  13. Tanggapan oleh Istri Yang Setia | share2friends.tk on January 4th, 2012 10:04 am

    […] Antah berantah memerintah seorang Raja yang bijaksanadan baik budi, memerintah dengan adil dan makmur. walaupun demikian Sang Raja selalu gundah […]

Tinggalkan Komentar anda di Pemberian Terbaik kepada Raja


Wajib diisi


Harus diisi


Optional