Qu Kangen Ayah

December 30, 2007 · Filed Under Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Suara Hati   by Obor Motivasi


kangenSeperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas dua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Ayah?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja.”

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya.

“Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,” perintah Rudi. Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, “Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak?” “Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini?
Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah.”

“Tapi, Ayah…” Kesabaran Rudi habis.

“Ayah bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, “Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok’ kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih.”

“Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini.”

“Iya,iya, tapi buat apa?” tanya Rudi lembut.

“Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah,” kata Imron polos.

Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

    Ingin mendapatkan artikel dari situs ini?
    Daftarkan email anda di sini:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

27 Responses to “Qu Kangen Ayah”

  1. ben on May 25th, 2008 4:05 am

    kebanyakan orang (termasuk saya) selalu menukarkan waktunya untuk uang, sehingga sehingga tanpa di sadari jarang sekali punya waktu untuk orang2 yg dicintai. cerita ini mengilhami saya untuk melakukan suatu perubahan agar secepatnya bisa punya waktu yg banyak untuk orang2 yg saya cintai serta bisa memberikan yg terbaik untuk mereka

  2. jogi on May 30th, 2008 4:43 am

    luar biasa
    ku akan sgr pulang utk memeluk anak2 ku

  3. FuRrY on July 22nd, 2008 2:13 pm

    sedih bgt…aku jd inget ma ayah aku, yang udah 6 bln lalu meninggal krn kecelakaan pesawat wkt krj di Papua.
    Aku sedih bgt krn ga sempet ngeliat ayah terakhir kalinya wkt berangkat ke Papua, bahkan wkt meninggal pun aku ga blh ngelihat krn udah dimasukin ke peti, jd ampe skr aku kyk msh blm pcy kalo ayah udah ga ada krn blm ngelihat ayah secara lgsg. tp jujur, aku skrg emng lg kangeeeeeen bgt ma ayah…

  4. lia edun on August 20th, 2008 6:23 am

    JANGAN BERIKAN WAKTU UNTUK UANG TAPI BERIKANLAH WAKTU UNTUK KASIH SAYANG

  5. beben on November 17th, 2008 7:40 am

    Uang dapat dicari….tapi waktu bersama anak susah dicari…Jika anak sudah dewasa semuanya sudah terlambat….

  6. Jojo on February 3rd, 2009 2:17 am

    Bagus sekali.

    Cerita km mengingatkanku. saat aq menolak anak untuk menemani main. nyesel deh……
    terimakasih.

  7. Efendi kurniawan on February 26th, 2009 8:39 am

    Cerita yg mampu memotivasi…
    Og yg m’baca bs trgugah tuk lbh mmberikan waktu tuk anaknya,
    Mski q blm py anak ni… Dipikir” cerita ini kan trbayang pd saat q punya anak dan istri nnti”,
    Nb.. Prlu dibaca bt ayah yg mw diikuti jejak anaknya nanti

  8. vahrul on April 3rd, 2009 8:43 am

    bagus, bener2 mengharukan.

    tuh buat yang mau jadi para ayah baca nii
    very good

  9. lia on May 16th, 2009 4:47 am

    sedih banget,begitu kangennya anak itu dengan ayahnya….seperti aku yg slalu kangen dengan ayah wlpun ia sudah pergi 11 tahun yg lalu…

  10. carol on May 18th, 2009 9:14 am

    keren banget ceritanya….
    klw aku bukan papah ku tapi mamahku,,,
    dia selalu saja sibuk dengan activitas….
    dari kecil aku dan adiku dirawat oleh orang laen…
    dan sekarang ku di sekolahin di tempat yang jauh dari mereka, jauh…sekali…ku kangen mereka…

    mam,pap ku rindu……
    kapan menjengukku di sini…..
    aku selalu menunggu kalian, sayangku hanya untuk kalian

  11. puri on August 5th, 2009 1:43 pm

    huft… seneng baca yang beginian… inget papahh

  12. Murji on November 21st, 2009 10:52 pm

    Cerita yg menyentuh n menginspirasi.

    numpang curhat sedikit y,
    “Sabtu, 29 jan 2000. Waktu aku masih berumur 10thn. Orang yg sangat kucintai, bapak. Meninggalkanku tuk slamanya.
    Masa kecilku tlah berlalu tanpa adanya sosok bapak.
    . . .
    Tapi ku tetap bersyukur, ternyata masih ada kakak dan ibu, yg slalu menjagaku.
    Aku rindu akan Sosok itu. . .
    Di saat anak2 seusiaku main bersama bapaknya. Aku hanya bisa menangis dalam hati,
    ku tak ingin air mata di pipiku ini mbuat ibuku bertambah sedih. . .

    Ku ingin menjerit, ku ingin berlari!
    Kenapa ini terjadi padaku?
    Kenapa harus aku?”

  13. chacaw on December 14th, 2009 10:32 pm

    hhu ,,, sampe kluar nih air matta ..
    bener” mengharukan ..

  14. asri on January 13th, 2010 5:13 pm

    aku jadi teringat masa kecilku yg selalu kangen pelukan ayah…..

  15. Anak kesepian on February 13th, 2010 12:24 pm

    sungguh mengharukan……..teringat waktu q masih bersama ayah q…..ternyata ketika masih ada sosok ayah q tlah menyia-nyiakan waktu hanya untuk bersenang senang…Semoga ALLAH menjagamu AYAHKU…

  16. ridwan on April 3rd, 2010 3:00 pm

    jadi kangen ma istri….hiks

  17. lina lovely on April 15th, 2010 1:30 pm

    sangat menyentuh , apa yang akn dilakukan jika anak yang tiada ayah ?
    renungi , apa yg slma nc kita lakukan ke ayah !!!!!!!

  18. amelll on April 22nd, 2010 5:10 pm

    Wuiiiiihhhh keren kak!!. Aku seh gak pernah ngeluh kalo ayah kerja. emang mau gimana, ayah kerja buathidupin keluarga. buat cita-citaku. Tapi sebulan sekali keluarga nyempetin kesini buat nemuin yang paling kecil ini (saya). heheheh. ^_^ aku baca ini sampe nanges!! HOHO

  19. Fie on May 12th, 2010 11:42 pm

    Hebat bgt. cerita yang luar biasa. makasih

  20. Anonymous on May 25th, 2010 2:43 pm

    d

  21. chika on June 16th, 2010 2:50 pm

    cerita yang hebat dan menyentuh..

  22. chika on June 16th, 2010 2:50 pm

    izin copas ya

  23. ian on June 21st, 2010 11:01 am

    keren bangt
    serius q sampe nangis nihh bacanya

  24. Seven on July 26th, 2010 9:50 pm

    Wow,, sangat sangat bagus, mengharukan. . . .
    Ijin copas ya? ? Makasih. . .

  25. nuruddin,21,padang on August 11th, 2010 5:16 pm

    GILA..
    CERITANYA MENYENTUH BANGETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

    jika aku yang menjadi AYAH SI ANAK TERSEBUT
    mungkin aku kan peluk sampai batas kemampuanku untuk memeluknya

    sekaligus dia adalah salah satu orang yang paling berharga dibanding apapun

  26. alitz on August 26th, 2010 10:48 am

    izin copas plus disebarin ya…. jujur cerita-cerita disini semuanya bener2 motivator buat aku makasih ya…..

  27. Andita Rullina Said on September 2nd, 2010 12:19 pm

    ceritanya menyentuh banget.. dgn ksbaran sang anak yg hnya ingin meminta sedkit wktu dari ayahnya yg sangat sibuk, bahkan utk meminta wktu nya aja, si anak smpe rela membeli wktunyaa..

    teringat sma papaQ, udah hampir 18 tahun ngga ketemu..
    bersyukurlah kalian yg masih pnya ayah dan masih bisa melihat wajahnya setiap saat, meski pun sulit membagi wktu nya pada keluarga..

Tinggalkan Balasan


Wajib diisi


Harus diisi


Optional

lp3k erhacendekia


Pengunjung Online Saat ini

Iklan dari:
adsensecamp.com kumpulblogger.com
free counters

Subscribe