Renungan Masa Depan
Sahabat!
Taukah kalian akan makna kematian?
Ya, kematian merupakan hal yang biasa kita jumpai tetapi kematianjuga masih merupakan momok bagi kita jika seandainya kematian itu terjadi pada diri kita. Sadarlah, kematian akan datang pada kita karena perlahan setiap detik, menit, jam, hari yang kita punya di dunia berkurang. Dunia tidak dapat menampung kita selamanya karena duniapun tidak akan abadi.
Lalu setelah mati?
Kematian bukan sebuah akhir perjalanan. Memang, sebuah akhir perjalanan di dunia tetapi juga sebuah awal perjalanan menuju “masa depan” yang kekal. Perjalanan yang sangat berat yang harus kita tempuh sendiri tanpa ditemani keluarga, teman-teman. Mempertanggungjawabkan dan menerima konsekwensi atas semua yang telah dilakukan di dunia.
Sekilas, tulisan di atas mungkin sama saja dengan yang lainnya. Tapi, lihatlah “masa depan” itu. Sekarang kita bisa menghabiskan waktu sesuka kita. Tapi,ketika semua kegiatan kita hanyalah hura-hura, semuanya tidaklah berarti jika kita merenungi akan masa depan kita. Tidak akan berdampak pada masa depan.
Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalanai saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu.
Artikel Kiriman
Sahabat Esti Gumansuci
esti_gumansuci@ymail.com
Pencarian
,,cerita masa depan (343),motivasi masa depan (248),artikel masa depan (219),artikel tentang masa depan (180),renungan masa depan (147),cerita tentang masa depan (140),motivasi untuk masa depan (54),contoh cerita masa depan (52),renungan tentang masa depan (43),PENGERTIAN MASA DEPAN (42),materi renungan motivasi (39),cerita untuk masa depan (37),cerita masa depanku (35),renungan untuk masa depan (27),puisi masa depan (24)|
|
Tanggapan Anda
Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih12 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Renungan Masa Depan Diatas
Tinggalkan Komentar anda di Renungan Masa Depan







sebagai guru Agama di SMA, materi ini merupakan hal baru dan sumber inspirasi untuk tambahan materi pelajaran untuk siswa. berjuta terima kasih
subhanallah…
astaghfirullahal’adzim…..
Ini.
Detail atas masa yang akan datang itu.
Tidak terlalu rinci.
Menurut kalian.
Di dunia manakah?.
Di mana yang Terang dan yang GELAP dapat dipisahkan?.
Di dunia ini?.
Dunia ini,,, kalian lihat di luar sana.
Bukan GELAP lebih dominan daripada yang
terang?.
Apakah yang GELAP mau di paksa paksakan
di pisahkan daripada yang Terang pada dunia ini?.
Bakal “ribut” dech.
Maka itu di dunia yang akan datang itu.
Antara yang GELAP ke GELAP.
Yang Terang akan ke Terang.
Alias dapat di pisahkan dech.
Tanpa ada demontrasi ataupun keributan.
Keknya sekian dech untuk kalian
2 postingan cukup.
From : Yang tidak ada kerjaan.
Ngesearch engine.
Ketemu web kalian dech.
Oyah, jika tidak cocok.
.
Kalian delete saja jah
1 tambahan lagi dech buat kalian.
Jika kalian percaya ; silakan.
Tidak pun ; terserah.
Kalian secara perkataan maupun perbuatan.
‘Pada umumnya’ boleh di kategorikan :
Terang!(?).
Tetapi ngenai keyakinan dan kepercayaan :
Kalian itu “salah besar”!(?).
Tetapi ,,, Ini Scor kiaskan dikit jah.
Boleh di katakan 2 Kakak sepeguruan kalian dalam
hal 1 akar (?).
Si Bebal dan Si Tersandung.
Secara keyakinan dan kepercayaan :
Mereka pada umumnya adalah Terang!.
Tetapi secara perkataan?,,, Tidak banget dech.
Perbuatan laar : GELAP banget dech.
Sungguh aneh,bukan?.
Yang mempercayai dan mempunyai keyakinan yang
*Benar*.
Justru ‘pada umumnya’ “GELAP” (?).
Yang mempunyai dan memiliki kepercayaan yang “SALAH”.
Justru ‘pada umumnya’ lebih bisa berbuat ‘baik dan benar’.
Ada keterbalikan balikan,bukan?.
From : *Member & Son of Ada*.
Kik kuk.
Nb : Jadi ada ’3′ postingan dech.
He he.
benar-benar subhanallah..
benar sekali..
terkadang saya juga menyesali.
tapi setelah membaca ini..
semua it gak ada artinya..^_^
kurang detil c, tp cukup bikin hati jadi DEG.
tulisan ini sangat membangun sob… terimakasih… semoga bermanfaat bagi saya khususnya
curahan ini sangat berarti apalagi di tengah-tengah suasana Indonesia yang sedang banyak tertimpa cobaan, semoga dapat jadi bahan renungan dan instrospeksi/muhasabah diri dengahn saling berbagi nasehat”watawa shoubil haq watawa shobisshobr”……
[...] Sahabat, bukan maksud saya untuk membuat kalian takut, menyalahkan takdir atau bahkan Tuhan atas hal yang akan menimpa kita tapi saya hanya ingin kita semua sadar akan hal ini. Menyesali keadaaan malah akan memperburuk kita. Saya tidak akan menyuruh kalian untuk segera bertobat karena tujuan saya menulis seperti ini tidaklah untuk itu. Kalian sendirilah yang tau pilihan mana yang akan kalian pilih nantinya. Jalanai saja apa yang ada dan ingat selalu akan “masa depan” itu. [...]
betul sdri, bahwa waktu itu tergantung kita, mau diapakan yaa tergantung kita, kita diamkan saja – yaa tetap waktu berjalan, mau kita buat isi dengan apapun yaa waktupun akan berjalan, maka dengan itu mari isi waktu ini dengan benar baik menurut TUHAN, karena bisa baik menurut manusia – belum tentu menurut TUHAN, jadi yang penting bagaimana caranya agar kebaikan kebenaran itu patokannya menurut TUHAN. mohon maaf, terima kasih. salam
super sekali..! imam ghazali mengatakan : “sesuatu yang paling dekat adalah kematian, sesuatu yang paling berat adalah memikul amanah, dan sesuatu yang paling tajam adalah lidah,..! mari kita renungkan agar menjadi pribadi yang lebih super..!!