Rezeki saya ada dimana-mana


September 18, 2008 · Filed Under Suara Hati   by

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam.
Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang
menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit
tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah
ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng
yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya.
Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan
lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik,
daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.

Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang
pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya
berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja. Sang Bapak
tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan
penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah
pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali
meraih botol kecap dan segenap bumbu.

Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula
canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih,
orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh ke arah saya,
dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap
rokok dalam-dalam.

“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya
jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang
membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu
tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…

“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya.
“Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama
anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi
lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa
ngojek payung kalau besok masih hujan…”

Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”. Allah
Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya
telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada
artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat
saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.

Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak
hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal
nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat
ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.

Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa
menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi
sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun
derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung,
atau mendorong mobil yang mogok.

Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran
tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. “Ya Allah,
Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah, hujan telah reda,
dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang
teringat, Gusti Allah Ora Sare….Gusti Allah Ora Sare…

***

Teman, begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya.
Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang
tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang
sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.

Termasuk kali ini. Ya, ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Saat ini, usia
saya telah bertambah, dan milis ini pun memasuki tahun yang ketiga. Tentu, ya
tentu, saya merasa bersyukur sekali dengan semua ini. Namun, kadang wujud syukur
itu tak tampak kentara dalam runutan hidup yang saya lakoni.

Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan
sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada
hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang
menakjubkan saya lakukan.

Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa
saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah
kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap
belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.

Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku
kuat menghadapinya.

Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar
aku mampu memecahkannya.

Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan
pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.

Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku marabahaya agar
aku mampu menghadapinya

Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…Namun, Allah memberikanku
orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.

Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu
kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.

Pencarian

,,kalimat2 motivasi (43),kata kata turun hujan (41),pepatah bersyukur (31),cerita rezeki (16),motivasi tentang rezeki (12),cerita tentang rezeki (12),Rezeki ada dimana-mana (9),kalimat2 inspiratif (8),kata kata motivasi setelah ujian (8),rezeki ada di mana-mana (7),kata-kata selesai ujian (5),motivasi setelah ujian (5),KATA MOTIVASI REZEKI (4),cerita motivasi rezeki (4),kata bijak selesai ujian (4)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

15 Tanggapan Pada Artikel/Cerita Rezeki saya ada dimana-mana Diatas

  1. Tanggapan oleh nanang on October 1st, 2008 1:35 pm

    makalah yang sangat menarik. inpiratif,.. terimaksih
    atas makalahnya.

  2. Tanggapan oleh ade’ on October 13th, 2008 9:36 am

    yup…makasih yah artikelnya, bagus banget:-)

  3. Tanggapan oleh rahmatsyofianto on October 16th, 2008 4:00 pm

    benar sekali seperti kata pepatah semut diseberang sungai terlihat degan jelas gajah dipelupuk mata tak terlihat..byak sesuatu yang berharga yang terlewatkan oleh kt hanya orang yang mampu bersyukur tiap saat saja yang akan menyadarinya…seperti desiran angin waktu siang hari yg apabila dirasa akan mengusir penat kita akibat lelah bekerja…wah trimakasih ya tulisannya menjadikan suber inspirasiku

  4. Tanggapan oleh abdul khalid datuak kayo basa on February 1st, 2009 10:56 am

    ya Allah….Tuhan itu maha kaya hanya kita saja yang kurang bersykur dalam hidup ini,rencana Tuhan itu pasti indah…Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi umatnya…semoga kita menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur..amiin…

  5. Tanggapan oleh supri yono on June 29th, 2009 1:47 pm

    YA ALLAH AKU KHILAF.
    jujur aku kadang bersifat begitu,karna aku selalu mementingkan diri sendiri,padahal di balik itu manfaatnya sangat luas.

    BAGUS BANGET NICH CRITANYA,sehingga aku jadi sadar apa yang selama ini aku lakukan.

    thanks banget,karna dengan crita ini aku jadi menyesal apa yg pernah aku lakukan.

    SEMOGA YANG MENULIS INI DI BERI RAHMAT,REZEKI,SEHAT SELALU OLEH ALLAH SWT..AMIN YA ROBAL ALAMIN

    SALAM

    SUPRY

  6. Tanggapan oleh danu on July 25th, 2009 12:38 am

    Sangat menggugah sekali, karena kita memang kadang kurang bersyukur atas banyak hal yang Tuhan telah berikan kepada kita.

  7. Tanggapan oleh rohan on December 24th, 2009 1:29 pm

    bagus bangeeet ampe ku merinding…. bacanya….
    trims banyak….

  8. Tanggapan oleh nico 3l-faliqi on January 27th, 2010 9:39 pm

    Subhannallah,,,,terinspirasi banget kata-katanya

  9. Tanggapan oleh Yohan darmansyah on February 5th, 2010 10:38 am

    sesungguhnya kita hamba2 yang tidak pernah tahu, kapan dan bagaimana kita harus bersukur. dengan membaca artikel ini saya sadar bahwa harus kita bersukur setiap hari, setiap jam dan setiap detik. sungguh besar allah dan segala firmannya.

  10. Tanggapan oleh beddy benyamin on June 28th, 2010 1:43 pm

    Ada sesuatu yang sangat berharga yang harus kita dalami pada secuil artikel ini, acungan jempol bagi penulis yang telah menggugah hati ini . trims buangeet yaa atas tulisannya…., mohon ijin untuk copas yaa……

  11. Tanggapan oleh beddy on June 28th, 2010 1:47 pm

    Dengan tulisan ini smoga kita menjadi hamba yang pandai bersyukur atas apa yang telah kita peroleh Subhanallah.

  12. Tanggapan oleh aya on October 23rd, 2010 4:10 pm

    wah,,,sya terinspirasi dengan kalimat2 terakhir,,,
    izin co-pas ya,,,

  13. Tanggapan oleh Tips Rahasia SEO on April 21st, 2011 11:07 pm

    Rejeki ada di tangan Allah. Kita diperintahkan untuk selalu berusaha dengan bekerja keras dengan cara yang benar dan tepat agar rejeki itu ada pada tangan kita. Bila belum berhasil, yakinlah Allah memberi yang terbaik buat anda, Allah Maha Pemurah dan Pengasih serta Maha Adil kepada hamba-Nya.

  14. Tanggapan oleh andika on November 3rd, 2011 4:02 pm

    subahanallah
    salut men dengan artikelnya…
    maknanya luar biasa
    n sepertinya kita harus belajar banyak pada orang yang berusaha berdagang dengan iman yang baik dan selalu berpikiran positif kepada tuhannya, Allah.

  15. Tanggapan oleh Rezeki saya ada dimana-mana « riyano_ernowo on May 17th, 2012 8:18 pm

    […] Sumber: http://www.resensi.net/rezeki-saya-ada-dimana-mana/2008/09/#ixzz1vEaFRAx3 Share this:Like this:LikeBe the first to like this post. […]

Tinggalkan Komentar anda di Rezeki saya ada dimana-mana


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


2 + 5 =