Home » Suara Hati » 1-Sebuah Renungan Akhir Tahun

1-Sebuah Renungan Akhir Tahun

Suara Hati

tahun baruSeorang pejabat keluar dari sebuah hotel mewah. Ia baru saja menyelenggarakan seminar dan malam amal untuk mencari dana bagi anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan. Ketika akan masuk ke mobil mewahnya, seorang anak jalanan mendekatinya dan merengek, ”Pak, minta uang sekadarnya. Sudah dua hari saya tidak makan.” Pejabat itu terkejut dan melompat menjauhi anak itu. ”Dasar anak keparat yang tak tahu diri!” teriaknya. ”Tak tahukah kamu bahwa sepanjang hari saya sudah bekerja sangat keras untukmu?

Pembaca yang budiman, kalau Anda ingin melakukan renungan di penghujung tahun ini, saya anjurkan Anda untuk merenungkan satu hal saja: ”Seberapa besar tingkat kepedulian Anda kepada sesama?” Dari skala 1 (sangat buruk) sampai dengan 5 (sangat baik), dimanakah posisi Anda? Jawabannya tak perlu Anda kemukakan, tapi cukup disimpan untuk diri Anda sendiri.

Mengapa saya menganjurkan Anda melakukan hal ini? Ini tak lain untuk kepentingan diri Anda sendiri. Selama Anda masih berkutat dengan diri sendiri, selama itu pula jiwa Anda tak akan pernah tumbuh. Kita hanya akan mengalami transformasi yang luar biasa begitu kita mulai memikirkan orang lain. Seorang pengarang, Joseph Campbell, mengatakan, ”Pada saat kita berhenti berpikir tentang diri kita sendiri, kita sebenarnya tengah mengalami perubahan hati nurani yang sungguh heroik.”

Hal ini mudah diucapkan tetapi amat sulit dilakukan. Para politisi kita amat royal melontarkan kata-kata ”demi kepentingan rakyat.” Seorang pejabat yang mengaku paling dekat dengan wong cilik kenyataannya malah menyakiti hati rakyat dengan tanpa malu-malu menghadiahkan dirinya sendiri rumah senilai 20 miliar. Para politisi lain juga tanpa malu -malu berlomba-lomba meluncurkan buku biografi politik yang dipenuhi kata-kata ”demi kepentingan rakyat.” Buku-buku biografi semacam ini sebenarnya merupakan ”pelecehan intelektual” belaka. Kenyataannya, amat sulit bagi kita menemukan kontribusi mereka bagi orang banyak.

Memikirkan orang lain memang sangat sulit dilakukan, apalagi di zaman sekarang. Setiap hari kita disibukkan dengan pekerjaan yang tak habis-habisnya. Namun sekadar memperhatikan diri Anda sendiri akan menghasilkan kesulitan yang cukup serius dalam jangka panjang. Anda akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan spiritual Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa hal ini adalah kewajiban. Mereka salah besar! Memperhatikan orang lain adalah kebutuhan Anda untuk menikmati hidup yang penuh makna. Memperhatikan orang lain adalah cara terbaik untuk mencapai hakikat kemanusiaan yang sejati.

Seorang filsuf terkemuka pernah mengatakan, ”Manusia dilahirkan dalam kondisi telanjang, dan ketika meninggal ia dibungkus kain kafan. Apakah hanya itu keuntungan yang ia dapatkan sepanjang hidupnya?” Sayangnya dunia kita sekarang telah begitu materialistisnya, sehingga banyak orang beranggapan bahwa perhatian tersebut bisa digantikan dengan uang. Padahal walaupun uang memang penting, ia tak akan pernah dapat menggantikan perhatian, pengertian, kehadiran dan kasih sayang.

Betapa banyak contoh yang bisa kita ambil dari kehidupan kita sehari-hari. Banyak anak yang tumbuh tanpa perhatian yang semestinya dari orang tua mereka. Banyak orang tua yang berdalih bahwa quality time jauh lebih penting ketimbang quantity time. Padahal, kasih sayang dan pengertian hanya akan terbina melalui proses yang perlahan-lahan dan membutuhkan banyak waktu. Betapa banyak para profesional yang cukup puas dengan memberikan sejumlah uang kepada orang tua mereka tanpa pernah mau tahu mengenai keadaan mereka yang sesungguhnya. Orang-orang seperti ini telah salah kaprah dalam memahami hidup seolah-olah segala sesuatunya bisa dibeli dengan uang.

Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Bila engkau memberi dari hartamu, tiada banyaklah pemberian itu. Bila engkau memberi dari dirimu itulah pemberian yang penuh arti.” Memberi tidak harus bernuansa materi. Bahkan memberikan perhatian sebenarnya jauh lebih berarti ketimbang memberikan materi yang sifatnya amat terbatas.

Cara menunjukkan kepedulian kita adalah dengan mendengarkan. Seorang anak pernah mengungkapkannya dengan sangat baik, ”Di masa pertumbuhanku, ayahku selalu menghentikan apa yang sedang dia kerjakan dan mendengarkanku saat aku begitu bersemangat menceritakan apa yang telah aku alami seharian.” Mendengarkan dengan benar adalah melupakan diri sendiri dan memberikan perhatian lahir dan batin yang tulus. Dengan mendengarkan kita dapat menangkap bukan hanya apa yang dikatakan tetapi juga apa yang dirasakan.

Mendengarkan amat penting untuk bisa memberikan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan orang lain, bahkan sekalipun mereka tidak mengatakannya. Kahlil Gibran pernah mengatakan, ”Adalah baik untuk memberi ketika diminta, tapi jauh lebih baik lagi jika memberi tanpa harus diminta.”

Sumber: Sebuah Renungan Akhir Tahun oleh Arvan Pradiansyah,
direktur pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) dan pengarang buku Life is Beautiful

Pencarian

,,renungan akhir tahun (708),khotbah akhir tahun (302),akhir tahun (155),arfan pradiansyah (147),sebuah renungan (142),puisi akhir tahun (137),sebuah renungan hidup (127),refleksi akhir tahun (93),cerita akhir tahun (82),artikel arvan pradiansyah (68),kotbah akhir tahun (67),motivasi akhir tahun (66),artikel akhir tahun (46),arvan pradiansyah (38),kata-kata akhir tahun (35)

Comments for 1-Sebuah Renungan Akhir Tahun
  1. hocky // June 27th, 2009 at 9:15 pm

    aku ingin sebuah puisi/krangan yg brisi ttg hdup,krna kni ku mngkin krg iza mngrti arti hdup&krg iza jg brsykur ttg hdup ku kni,krna ku tak prnh rsa kan keindhan hdup yg sbnr na

  2. Indoproperty // September 26th, 2009 at 1:19 am

    Sangat dramatis sekali….sy merinding ketika membaca artikel ini….

    sangat dalam kesan yang saya terima…

    Makasih banyak, Pak atas artikel mutiaranya…

  3. fuad // January 21st, 2010 at 6:54 am

    saya sanagat setuju, dan terima kasih sekali pada penulis artikel ini, saya jadi sadar kembali. boleh nanya? ada tautannya ke FB enggak ya?

  4. ahmad amin sayrifudin // December 24th, 2011 at 4:29 pm

    setelah membaca artikel yg disajikan oleh penulis..
    saya merasa seuatu yang selalu kurang dari dalam diri pribadi saya kurang memahami tentang arti hidup yang diberikan hanya sekali ini… tanpa melakukan perbuatan yang mengindahkan insan sesama dalam kebaikan….
    keep your comfort

Trackbacks Motivasi

  1. Uang dan Peluang
Leave a Comment for 1-Sebuah Renungan Akhir Tahun

*

Related 1-Sebuah Renungan Akhir Tahun

Membangun Hidup

Setiap pikiran yang terlintas, entah itu baik ataupun buruk, akan membangun karakter anda. 

Ambil Resiko

Saat anda mengambil resiko, ada kemungkinan sangat nyata akan terjadinya kegagalan.  Tetapi bila

16-Profesionalisme Tinggi

Berita yang gencar dilancarkan oleh media massa tentang sejumlah bupati dan wali kota

Lessons of Life - Pelajar

I feared being alone until I learned to like myself. I feared failure

Lihat Juga Cerita Motivasi Menarik Lainnya

Kekerasan atau Mencoba Memahami. Pilih mana?

Tuhan memberi kepada kita naluri. Dalam menjawab kekerasan – secara naluri – adalah dengan hal yang sama, yaitu kekerasan pula. Padahal sering kali kekerasan yang kita temui, dibangun oleh ketidakpedulian, ketidaktahuan, atau salah pengertian. Seringkali, bila tiap pihak mengembangkan pengertian lebih baik akan pihak lain, kita tidak akan memiliki alasan untuk marah. Ketika kita menghadapi [...]

Wednesday, November 16th, 2011 | Artikel Motivasi, Kata Motivasi, Tips Motivasi

Lampu Merah dan Kesedihan

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter [...]

Friday, November 21st, 2008 | Cerita Motivasi

Pematung Raja

Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur

Bekerjalah dengan Cinta

Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut

Puisi Orang Gagal

Aku takut orang lain akan menghina diriku, jika aku menjadi diri sendiri. Aku

No Time For Love

Cinta adalah sebuah kata yang paling romantis, cinta adalah suatu perasaan kepada orang

28-Update 2X dalam 1 Minggu

Melihat rutinitas yang semakin padat pada tiap anggota resensinet Tim, maka sekedar informasi saja bahwa resensi.net akan diupdate 2 kali dalam satu minggu. Hal ini bukanlah pengurangan, namun untuk memberikan penambahan agar lebih berisi dan bermakna. Terima kasih Resensi.net Pencarian,,cerita mesum bergambar (16),cerita dewasa bergambar (10),puisi perpisahan pimpinan (8),wallpaper idul adha (4),cerita 2x motivasi (1),cerita [...]

Saturday, February 3rd, 2007 | Berita Resensi

Bagaimana Mengemas Hidup

Bagi sebagian orang pemasaran identik dengan sales/tenaga penjual. Apabila mendengar kata pemasaran, pikiran langsung melayang pada sosok sales, membawa barang dagangan di kanan kiri motor, menawarkan produk sana sini, dikejar-kejar target,wuah, pasti dalam hati langsung berkata “No!!!!masa sekolah tinggi-tinggi hanya jadi sales”. Hal ini didukung dengan para orang tua yang menanamkan bahwa pendidikan yang diberikan [...]

Saturday, October 30th, 2010 | Artikel Motivasi, Sosok Motivasi

Tips Merancang Home Office

Sepertinya anda sudah siap untuk bekerja di rumah sendiri. Dan, memang kini semakin banyak orang yang memilih untuk bekerja di rumah sendiri. Apalagi sekarang teknologi komunikasi semakin canggih dan mudah untuk diperoleh. Sebelum anda memulai berusaha, ada baiknya anda simak beberapa tips berikut bagaimana anda merancang home office di rumah anda sendiri. 1–Siapkan ruang kerja [...]

Saturday, May 24th, 2008 | Artikel Motivasi, Tips Motivasi

Money

Money can buy a house, but not a home. Money can buy a bed, but not sleep. Money can buy a clock, but not time. Money can buy a book, but not knowledge. Money can buy food, but not an appetite. Money can buy position, but not respect. Money can buy blood, but not life. [...]

Saturday, May 10th, 2008 | Kata Motivasi, Puisi

Ada Apakah Dengan Anda?

Setiap saat setiap waktu anda mengeluh, anda selalu merasa kurang dan kurang, anda selalu merasa tak puas,. anda kurang bersyukur, Anda sebenarnya tidak sedang melakukan kesalahan,karna memang begitulah sebenarnya manusia. MAnusia tempat kekurangan dan kesempurnaan itu ada karena kita saling melengkapi. Tapi taukah anda ketika anda mengeluh berapa waktu yang anda gunakan untuk mengeluh, kenapa [...]

Tuesday, September 14th, 2010 | Artikel Motivasi, Kata Motivasi, Suara Hati