Home » Cerita Motivasi » Setan atau Malaikat?

Setan atau Malaikat?

Cerita Motivasi, Suara Hati

Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”.
–John Scheffer-

Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.

Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.

Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?

Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.

Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.

Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.

Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.

Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:

—–

“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.

Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.

Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.

Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?

Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.

Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.

Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.

Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.

Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

—–

Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.

Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.

Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.

Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.

Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.

Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Pencarian

,,cerita malaikat (73),cerita tentang malaikat (59),artikel setan (57),cerita motivasi menyentuh hati (49),Artikel malaikat (40),setan dan malaikat (36),cerita terharu (27),cerita nyata motivasi (26),setan atau malaikat (24),artikel tentang setan (22),cerita motivasi kisah nyata (22),kisah motivasi remaja (18),cerita setan (17),kumpulan cerita malaikat (12),kisah para malaikat (12)

Tags:

Comments for Setan atau Malaikat?
  1. sistimojoyo // February 4th, 2009 at 12:59 pm

    nice …. really touching

  2. Nieniek // February 5th, 2009 at 3:35 pm

    Ya Allah.. hati ini terharu

  3. Arswino Sonata // February 6th, 2009 at 8:13 am

    Halo admin,
    Ceritanya sangat berkesan, mengajarkan kepada kita tentang kesederhanaan dan kepedulian terhadap sesama.
    Terima kasih telah berbagi.

  4. http://fadlymuin.com // February 6th, 2009 at 5:43 pm

    terkadang tidak cukup dengan memahami, tapi perlu lebih memahami pesan-pesan moral yang tersimpan disekitar kita. artikel ini sangat mengguah hati saya.

  5. Yudi // February 10th, 2009 at 3:32 am

    thanks Y,
    kini kita mengerti bahwa kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki.
    “Kebahagiaan sejati kan berasal dari rasa syukur”

  6. syarif // February 11th, 2009 at 1:01 pm

    subhanallah, saya tdk sadar ketika membaca cerita ini mata saya basah dengan air mata. mudah2an hati kita menjadi lebih peka&dapat lebih berempati terhadap penderitaan sesama. thanks ceritanya yaa…!

  7. iroel // February 13th, 2009 at 4:18 am

    make me cry….

  8. J.A.Ramdhani // February 15th, 2009 at 3:57 am

    Subhanallah…
    sebuah cerita yang indah…
    kejadian betulkah..???
    AKu ingin kenal dengan “Pencopet” itu…

  9. chandra_ // February 15th, 2009 at 4:12 am

    hiks.. hiks…
    mengharukan..
    menggetarkan jiwa…

    syukurku padaMu ya Allah..

  10. vista // February 24th, 2009 at 12:55 pm

    Subhanallah, “saya ingin menjadi mama dari ribuan anak2 yang lainya”. Alhamdulillah saya telah dipertemukan cerita ini, mudah2an bisa menjadikan hidup ini menjadi lebih bermakna lagi.Amin.

  11. alyaana // February 24th, 2009 at 2:35 pm

    subhanallah”semoga cerita ini menjadikan saya sbg manusia yang bermanfaat bagi sesama”Amin

  12. lila // February 28th, 2009 at 2:56 am

    cerita yang bagus.Semoga cerita ini dapat membuka hati orang yang boros dan khususnya para korupsi

  13. umay // February 28th, 2009 at 1:31 pm

    semoga kita menjadi orang2 yang selalu bersyukur dan selalu berkasih sayang.
    GOOD STORY :)

  14. abieb // March 19th, 2009 at 1:55 pm

    kalau kita memakai kaca mata negatif jangan pernah berharap orang memandang kita dengan kaca mata positif…
    menempatkan rasa bersyukur dan bersabar pada saatnya…

  15. save // April 27th, 2009 at 2:29 am

    ya Allah ampunilah dosa-dosa hamba Mu ini yang lupa bersyukur dg nikmat yg engkau berikan.
    crita di atas sanyan menakjubkan dan membuat q terharu

  16. Selaz fadli // April 29th, 2009 at 1:44 am

    jadi terharu… Hiks..
    saya malah lupa kapan terakhir saya
    mengucap syukur…
    :(

  17. atik fitriana // May 22nd, 2009 at 2:17 pm

    ya allah ternyata aq jg sering berpikir negatif dgn anak jlnan.. mulai skrg ayok bljr memberi dan sll + thingking… oia wkt aq menceritakan kisah ini ke suamiku aq menangis.. ini ksh nyata ga se?

  18. hamsul // June 13th, 2009 at 7:32 am

    good, terharu

  19. tono // July 27th, 2009 at 8:34 am

    mungkin aku cengeng tapi harus diakui bahwa ada naluri untuk mengapreasiasikan sebuah luapan hati bahwa cerita ini menggugah buat orang seperti aku

  20. bHu2 // July 31st, 2009 at 8:14 am

    ya Allah smoga aku slalu ingat akan smua rizki yang Engkau Berikan.. maaf kan hamba bila telah khilap padaMu ya Rabb…

  21. rizky // September 7th, 2009 at 11:28 am

    amazing

  22. echa // September 10th, 2009 at 9:49 pm

    ya ampyun…air mata gw ga brenti2nih…uda 5 mmenit…

  23. dee // September 15th, 2009 at 2:44 am

    really.. really.. touching..
    hari ini gw jadi co cengeng..

  24. nela // October 9th, 2009 at 1:49 pm

    oooooh!!!!….touching it’s very touching…
    suatu cerita yg benar2 menyentuh.

  25. MaiYa // October 16th, 2009 at 8:38 am

    Thanx bgt bwt critanya…bs jd referensi untuk crita motivasi ditrainingku niy…

  26. putri gentha // October 25th, 2009 at 2:16 pm

    nice……….!
    stiap insan pny crita tntang jln hdp’y msing-msing.dr crita ini kt diajak utk pahami arti hdp,skalipun itu brawal dr ksulitan.

  27. yudhaqw // October 27th, 2009 at 12:43 pm

    nice……..

  28. rudy // November 4th, 2009 at 6:16 am

    nice…jd tmbah ngerti arti hdup

  29. dewo // November 8th, 2009 at 5:19 am

    cerita tadi mengajarkan kita untuk selalu mengantongi rasa syukur di manapun kita berada,,pesan.q PANDANGLAH ILMU DARI ATAS TP PANDANGLAH KEKAYAAN DARI BAWAH,

  30. dewo // November 8th, 2009 at 5:23 am

    1 lagi :kalo kita punya ilmu,kita yang dijaga tp kalo kita punya harta kita yang harus menjaga,,heee bener gk

  31. Daddy // November 11th, 2009 at 2:45 pm

    Salam,

    Cerita motivasinya bagus bagus, mohon ijin untuk share dengan teman teman lain… Semoga bisa bermanfaat dan dapat menggugah jiwa untuk menjadi lebih baik..

  32. Reny // November 16th, 2009 at 4:43 am

    Cerita yg menyentuh hati..pd saat baca tak terasa sampai menangis krn terharu. Hidayah yg begitu indah..aq akan ceritakan pd teman2 & saudara2ku sebagai acuan bahwa hidup itu penuh keindahan.

  33. Anonymous // November 20th, 2009 at 9:54 am

    wah…touching my heart

  34. emil // November 27th, 2009 at 11:11 pm

    jadi terharu…

  35. fathur rahman // November 29th, 2009 at 2:27 pm

    semua cerita yg saya baca di sini,, betol betol bagus,,, menyentuh ,, bikin sesak dada karna terpesona akan keindahan ,, cinta ketulusan dan keikhlasan,,,,.. semoga kita bisa juga merealisasikannya dalam kehidupan kita,,ameinnnnnnnnnnnn

  36. LATIFAH // December 11th, 2009 at 11:21 am

    Ya Allah, ini kisah nyata atau tidak, membuat aku tidak tahan membendung air mata, semoga cerita ini bisa menjadi renungan bagi kita untuk senantiasa banyak bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan dan memulai pola hidup sederhana dengan lebih memperhatikan saudar-saudara kita yang kekurangan (perbanyak sedekah pasti akan berkah)

  37. sukry // December 17th, 2009 at 9:47 am

    ,,,istgfar..t’sNtuh hti Qu m’bcany..

  38. sukry // December 17th, 2009 at 9:49 am

    yC,,ampun…t’aruh Qu

  39. faisal // December 17th, 2009 at 11:59 am

    alhamdulillah
    dengan membaca cerita ini semakin menyadarkan saya untuk selalu bersyukur pada Allah atas segala karunia-Nya.
    dan semakin menyadarkan saya untuk harus mengingat masih banyak orang yg lebih diperdulikan daripada sifat ke-egoisan kita. thx

  40. heri cipto // December 29th, 2009 at 3:58 am

    cerita yang sangat menyentuh qolbu…sungguh aq sampai bingung harus komen apa…

  41. harun // December 30th, 2009 at 7:34 pm

    suerrr….crita yang bagus.aku samapai terharu….memang kadang2 kita lupa masih banyak orang yang dibawah kita.

  42. anwar // January 11th, 2010 at 6:27 am

    manusia memang tercipta dengan penciptaan sebaik-baik ciptaan, menyadari potensi yang ada pada diri kita sebagai manusia akan menjadikan diri ini menemukan hal-hal yang luar biasa yang kita miliki. slam sukses…..!

  43. antono // January 22nd, 2010 at 2:04 pm

    Ibu yang hebat menjadikan anankya manusia yang luar biasa.

  44. YUNI // February 13th, 2010 at 12:33 pm

    saya bersyukur kepada Allah .dan berterimakasih kepada yang sudah membuat artikel ini

  45. Adrian // February 13th, 2010 at 1:09 pm

    mengharukan…..

  46. gusti // February 16th, 2010 at 9:44 pm

    mau kisah nyata atau bukan,i dont care,yg penting saye senang dengan pelajaran yg saye dapat skrg…
    manteb story….

  47. dede // March 9th, 2010 at 7:36 pm

    semoga dengan cerita dapat memberi inspirasi bagi kita semua

  48. alex // April 5th, 2010 at 9:51 am

    kasih itu tiada tara…..
    aku jadi ingat teman yang jadi anak jalanan karena orang tua yang bercerai …..

    jadi nangis nih

  49. eko // April 15th, 2010 at 10:39 am

    ceritanya sangat berkesan
    thank
    aku masukin di web q ya

  50. rere // April 15th, 2010 at 1:28 pm

    jadi sadar nih ! q sering buang2 duit bwt hal2 yg ngga ada guna padahal disisi lain uang itu sangat berarti ! astagfirulahaladzim

  51. carlos // April 15th, 2010 at 1:33 pm

    hikssss

  52. rino // April 28th, 2010 at 11:17 pm

    askum smwa..
    aq kagum sama ibu pencerita kuk bs msh inget (komitmen) n bisa menceritakan kpd qt smwa. y allah mdh2an qt smwa bs menjadi yg terbaik buat diri qt n orang2 disekitar qt.. amin..amin..amin
    waskum

  53. hayba // May 3rd, 2010 at 11:20 am

    membaca ini air mata tak terasa bercucuran…. nice story.. Ya Allah jadikan aku org tau bersyukur atas nikmat Mu

  54. Eva Agustriana // May 26th, 2010 at 4:59 am

    A Nice Story,,,,

  55. Woeland // June 15th, 2010 at 10:38 am

    Subhanallah…nice story….sebuah kisah yg bisa jd ibrah bagi qt semua….

  56. chika // June 16th, 2010 at 3:16 pm

    ya Tuhan kisah yang sungguh sangat menyentuh…

  57. bhendjhen // June 21st, 2010 at 1:28 pm

    menyentuh sangaddddd………

  58. Ruly Octashegun // June 25th, 2010 at 12:25 pm

    crita p’tma.y sich kurang menarik,

    yg menarik.y saat ank yg mencopet itu msk & mengembaLikan dompet beserta isi”.y.,.

    smoowga,
    diy zaman yg seperti iniy,
    msich ad org yg mampu b’buat sperti ank itu.,.

    Ganbatte . . .
    dLm menghdapi khidupan yg bgitu btuh pengorbanan iniy

  59. mvmank // June 30th, 2010 at 1:41 pm

    subhanallah….
    ceritanya bagusss banget..
    ya Allah semoga aq bisa bermanfaat bagi orang lain..

  60. Fanny // July 2nd, 2010 at 11:32 am

    Ya allah…… ternyata di dunia ini masih ada anak yang memegang teguh imannya.
    Salut buat anak jalanan tersebut.

  61. pencari kebenaran // July 5th, 2010 at 9:38 am

    semoga yang memberi kebenaran selalu di cerahkan di akherat nanti amien

  62. dery ujang’S // August 10th, 2010 at 7:39 pm

    sampek bingung mau comment gmn,,,,,,,,,,,
    terharu banget…..

  63. nuruddin,21,padang // August 11th, 2010 at 4:06 pm

    it very wonderful…
    i dont realize that the end story is best, give many inspiration

    i am very sad with man. his life is very hard with all test. the letter which he send give many lesson in my life. it is in our life, we maynot arrogant and dont care with many people who life suffer. ..let i realize all my mistake. Amin

  64. rio // August 17th, 2010 at 10:21 pm

    ssssiiiipppp God Job MAN

  65. depe // August 21st, 2010 at 1:32 pm

    syukuri apa yg kita punya niscaya hati kita akan KAYA

  66. Anonymous // August 28th, 2010 at 6:41 am

    BETUL DAN SETUJU.

  67. Anonymous // August 28th, 2010 at 6:42 am

    BERSYUKURLAH SETIAP HARI KARENA SYRAT UTAAMA ANDA MENJADI KAYA RAYA

  68. ateng sumarna // September 10th, 2010 at 5:12 pm

    Uahhhh…………saya jadi lemes membacanya, luar biasa, luar biasa…makasih admin. Izin CP ke blog saya.

  69. dhiyya // September 19th, 2010 at 1:47 pm

    Subhannallah… cerita yang sangat bagus dan mengharukan….
    semoga bisa jadi teladan untuk kita…
    Amiin…

  70. ryan // September 28th, 2010 at 8:18 pm

    Subhanalloh…sy tdk bisa berkata2, sungguh anak yang luar biasa.

  71. Riki // November 5th, 2010 at 12:53 am

    Sungguh terharu bacanya..

  72. Dee // November 9th, 2010 at 5:34 pm

    mrebes mili tenan, cerita menyentuh hati

  73. ekonug // November 21st, 2010 at 7:19 pm

    sangat menyentuh, semoga saya bisa menjalaninya dengan ikhlas

  74. ekonug // November 21st, 2010 at 7:20 pm

    sangat menyentuh, semoga saya bisa menjalaninya dengan ikhlas.

  75. wahyu.ipb // November 22nd, 2010 at 5:08 pm

    ini sangat menarik, kalau bisa pertemukan lagi ia dengan anak muda itu

  76. hilmi // December 6th, 2010 at 9:52 am

    benar-benar kisah yang menyentuh, tak terpikirkan selama ini ternyata begitu banyak kehidupan diluar sana yang tidak kita ketahui. kisah tersebut menjadi pelajaran yang sangat berharga. mau minta ijin mengcopynya supaya lebih banyak orang yang membaca

  77. Cia // December 7th, 2010 at 11:11 am

    Di balik Cerita yg sederhana ini, terkandung pelajaran yg sungguh berharga

  78. rama // December 12th, 2010 at 4:03 pm

    cerita yang menyentuh ,,
    terharu saya dengan ceritanya ..
    saya yang selama ini hanya meminta uang kepada orang tua jadi ikut prihatin ,,
    karna saya sebagai anak hanya bisa meminta dah meminta

  79. Dadang Subagja // December 12th, 2010 at 4:16 pm

    Subhanallah…
    Cerita yang luarrrr biasa

  80. zemick // December 27th, 2010 at 4:42 pm

    bagus banget… tak terasa setetes air mataku jatuh…aku jd inget sama ibuku…aku belum mampu membahagiakan orang tuaku… & aku malah lbih memilih membahagiakan diriku sendiri…

  81. rudi // December 28th, 2010 at 3:33 pm

    Terharu membaca….
    seandaix didunia ini ada banyak orang spt ibu itu..
    maka tidak ada orang yang akan merasa kelaparan

  82. otiddito // January 29th, 2011 at 2:47 am

    saya suka bnget artikelnya..
    izin copy ya.. :)

  83. olyvia // February 12th, 2011 at 10:41 am

    trimakasih, ceritanya bagus sekali.. tak disadari air mata jatuh kerana hati telah tersentuh. Tuhan memberkati ibu dan juga anak muda itu.

  84. Nur Kusnadi // February 18th, 2011 at 7:10 am

    Terima kasih atas ceritanya….ini sangat membantu kehidupan saya untuk berubah..

  85. Andre // March 24th, 2011 at 7:16 am

    Bagus Banget ceritanya…..

  86. Angga // March 27th, 2011 at 12:49 am

    Sangat terharu, tdk terasa airmata menetes ketika sya membacanya. apa yg penulis rasakan sering saya rasakan, saya sll pny impian kapan bisa saya membantu orang yg kekurangan dan diri saya bermanfaat untuk org yg kekurangan.

  87. RhaArian // April 17th, 2011 at 7:01 pm

    jadi terharu. pengen nangis :(

  88. satria indra putra // November 22nd, 2011 at 11:13 am

    terharu aku mendengar cerita ini…..

Trackbacks Motivasi

  1. Jangan Pernah Menunda « Dunia Dewi
  2. Menjadi Pemenang Dalam Pertarungan!!. | mohammad ridwan
Leave a Comment for Setan atau Malaikat? Tags:

*

Related Setan atau Malaikat?

Teruslah Mencoba

* Pernahkah Kau jatuh saat ingin mengejar sesuatu di depanmu? * Pernahkah Kau

Pay It Forward

Saat terlintas keraguan apakah mungkin perbuatan baik yang kecil dan sederhana yang kita

Perjalanan

Terbang dengan merentang kedua sayap membujur diantara hembusan angin yang menerpa,sesekali mengepak sayap

Teknik Karet Gelang Merah

Teknik sederhana ini saya pelajari dari Robert G. Allen, milyuner dari New York

Lihat Juga Cerita Motivasi Menarik Lainnya

28-Update 2X dalam 1 Minggu

Melihat rutinitas yang semakin padat pada tiap anggota resensinet Tim, maka sekedar informasi saja bahwa resensi.net akan diupdate 2 kali dalam satu minggu. Hal ini bukanlah pengurangan, namun untuk memberikan penambahan agar lebih berisi dan bermakna. Terima kasih Resensi.net Pencarian,,cerita mesum bergambar (16),cerita dewasa bergambar (10),puisi perpisahan pimpinan (8),wallpaper idul adha (4),cerita 2x motivasi (1),cerita [...]

Saturday, February 3rd, 2007 | Berita Resensi

Cerita Motivasi Tentang Kesabaran: Ayah, Anak dan Gagak

Kesabaran : Ayah, Anak serta Burung Gagak Selamat datang di resensi.net. Situs cerita motivasi indonesia. Motivasi Kali ini akan mengangkat kembali tema tentang kesabaran. Karena bagaimanapun kesabaran adalah salah satu cara agar dapat meraih apa yang kita inginkan. Semoga dengan membaca cerita motivasi kali ini, kita memiliki motivasi untuk bersabar. Dan akhirnya selamat menikmati cerita [...]

Saturday, October 29th, 2011 | Cerita Motivasi, Pengembangan Diri, Suara Hati

Hasrat, Komitmen dan Keberanian

Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di

Kekuatan Sejati Seorang Wanita

Dalam hidup ini, Allah telah menciptakan alam seisinya dengan sangat sempurna. Semua dirancang

28-Update 2X dalam 1 Minggu

Melihat rutinitas yang semakin padat pada tiap anggota resensinet Tim, maka sekedar informasi

Ikhlas untuk Memaafkan

Ikhlas memaafkan kesalahan  orang lain adalah suatu perbuatan yang tidak mudah, apalagi jika

Malaikat Kecil Ku

Jika dilihat dari bentuknya buku itu terlihat sangat sederhana dan lusuh. Aku yakin sang pemilik selalu membawanya kemanapun ia pergi. Meskipun wujudnya lusuh dan lecek, isinya ternyata kisah-kisah tulus yang luar biasa. Sungguh seperti cermin indah diriku. Malaikat kecil itu muridku di kelas 5 sekolah dasar. Dia sangat baik, pintar, sedikit pendiam dan suka menulis. [...]

Wednesday, November 3rd, 2010 | Tips Motivasi

Negeri SUMPAH

negeri ku negeri SUMPAH. . . pernah ada…..SUMPAH PaLapa, yang membanggakan…..SUMPAH Pemuda, yang serem yg lucu…..SUMPAH Pocong, tak kaLah lucu puLa…..SUMPAH JabataN, sering terdengar puLa…..SUMPAH SerapaH ! SUMPAH pun merajalela… SUMPAH…ku hanya makan gaji, SUMPAH…kami tidak korupsi, SUMPAH…kami tak mengadakan korupsi, SUMPAH…itu bukan korupsi, SUMPAH…itu hanya komisi, SUMPAH…itu jerih payah kami.. SUMPAH . . . [...]

Thursday, March 18th, 2010 | Puisi

HIkmah Dibalik Pelangi

Sahabat resensi.net. Kita sering melihat pelangi yang berwarna-warni. Kita juga sering melihat aneka warna daun dan bunga. Pernahkah sahabat berfikri, kalau saja daun dan bunga memiliki warna yang sama? Pernahkah pula berfikir kalau saja pelangi hanya satu warna?  Tentunya tidak akan seindah jika tidak warna warni buka? Apa yang sahabat rasakan saat melihat warna-warni dalam [...]

Friday, November 11th, 2011 | Artikel Motivasi, Cerita Motivasi

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri Sahabat-sahabat resensi.net, tak terasa ramadhan begitu cepat berlalu. Waktu terus berjalan menggulirkan detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Demikian juga, waktu yang berjalan itu, menggulirkan ramadhan, mengganti ramadhan, dengan lebaran atau Idul fitri. Di hari yang fitri ini, Team resensi.net mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri. Taqabbalallahu minna waminkum [...]

Tuesday, September 30th, 2008 | Berita Resensi

Istri Yang Setia

Dinegara Antah berantah memerintah seorang Raja yang bijaksana dan baik budi, memerintah dengan adil dan makmur. walaupun demikian Sang Raja selalu gundah mengingat putrinya yang cantik jelita sudah cukup umur tetapi belum punya calon suami. Sang Raja mengutus putrinya untuk mencari sendiri calon suaminya. Sang Dewi bernama Suciati dengan gembira menyetujui permintaan ayahndanya. Menyamar sebagai [...]

Monday, December 26th, 2011 | Cerita Motivasi