34-Siapa yang Tak Mati?


February 15, 2007 · Filed Under Cerita Motivasi   by

pemakamanSuatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.

Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:

“Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.”

“Itu saja syaratnya?” tanya wanita itu dengan keheranan.

“Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati.”

Dengan “semangat 45″, wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, “Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!”

Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: “Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?” “Oh, boleh saja,” jawab tuan rumah. “Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?” “Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu.” Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.

Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. “Ayah kami barusan wafat…,” “Kakek kami sudah meninggal…,” “Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu…,” dan sebagainya.

Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.

Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, “Guru, saya akan menguburkan anak saya.” Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.

Mungkin saja Sang Guru bisa mengerahkan kesaktian dan menghidupkan kembali anak yang telah mati itu, tetapi kalau pun bisa demikian, apa hikmahnya?

Bukankah anak tersebut suatu hari akan mati lagi juga? Alih-alih berbuat demikian Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?

Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa dukacita mendalam seperti dalam cerita di atas.

Penderitaan hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal:
(1) kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan
(2) bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang
bersumber dari dalam diri kita sendiri.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Pencarian

,,kata penghiburan untuk orang meninggal (117),khotbah penghiburan duka (100),Renungan penghiburan (71),renungan penghiburan duka (63),khotbah penghiburan kematian (59),kata penghiburan kematian (53),renungan penghiburan kematian (53),kata penghiburan dukacita (51),kata-kata penghiburan untuk orang meninggal (46),kata kata penghiburan duka cita (43),kata-kata penghiburan untuk orang yang berduka (21),penghiburan dukacita (16),cerita sedih seorang janda (14),kata kata penghiburan untuk yang meninggal (11),khotbah penghiburan di rumah duka (11)

    Ingin berlangganan artikel?
    DAFTARKAN EMAIL ANDA DISINI:

    Delivered by FeedBurner

Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

9 Tanggapan Pada Artikel/Cerita 34-Siapa yang Tak Mati? Diatas

  1. Tanggapan oleh karma Zangmo on April 22nd, 2007 8:50 am

    cerita yang bagus. semoga semua tercerahkan.

  2. Tanggapan oleh galleri8.com on July 24th, 2007 4:05 am

    Cerita Yang Baik Sekali Buat Pembelajaran Kita

  3. Tanggapan oleh nency dede on August 12th, 2007 12:16 pm

    smua orang yang baca pasti suka bacanya, and aku rasa mreka mau lagi…lagi…dan lagi untuk baca.
    aku suka,jgn berhenti berkreasi,ya guyz

  4. Tanggapan oleh Amar on August 29th, 2007 5:53 pm

    Trimah kasih atas ceritanya..

  5. Tanggapan oleh badar on July 17th, 2008 5:34 pm

    bagus sekali…

  6. Tanggapan oleh unie agus on October 4th, 2009 3:20 am

    boleh copas ya,,, thx,,, secara bagus banget cerita motivasinya,,,, sederhana, tpi menyentuh,,,, bravo

  7. Tanggapan oleh Siapa yang Tak Mati? | Sejenak Bijak on November 23rd, 2009 2:23 pm

    [...] Cerita ini dikutip dari sini Share and [...]

  8. Tanggapan oleh Edwin on January 7th, 2012 12:19 pm

    Ini sih cerita dari jaman sang Buddha :)

  9. Tanggapan oleh Lilin Babi Ngepet « amin127 on January 13th, 2012 8:24 pm

    [...] Babi ngepet. Salah satu profesi menyimpang dari tatanan agama samawi ini punya pesan yang merangsang jemariku membuat catatan ini. Profesi ini membuat seseorang mampu mendapatkan harta dengan memuja jin. Orang yang sudah buntu pikirannya ini akan berubah menjadi babi jadi-jadian yang lihai mencuri uang, kemudian hidup dan matinya tergantung lilin yang dijaga oleh partnernya. Lilin harus tetap menyala. Jika padam, maka orang yang sedang beroperasi mencuri dengan fisik babi itu akan secara otomatis menemukan bad ending-nya mati alias koit. [...]

Tinggalkan Komentar anda di 34-Siapa yang Tak Mati?


Wajib diisi


Harus diisi


Optional


5 + = 6