Sisi Lain Anak Jalanan
Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR …tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atu anak jalanan?
Oleh : Sartika Setiyowati <sartika_bilqis31@xxxxx>
Terima kasih atas kirimannya
Tanggapan Anda
Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih28 Responses to “Sisi Lain Anak Jalanan”
Tinggalkan Balasan











mudah2an sy bukan org yg gampang purus asa,,,
semoga kita selalu bersyukur dan tidak mudah menyerah dlm menghadapi masalah.amin..
Semangat untuk para anak jalanan, semoga pelajaran beharga dari mereka dapat memberikan kita cambukan motivasi untuk tidak berputus asa dalam segala hal yang kita lakukan, sebaliknya kita harus terus memandang ke depan dengan pandangan yang positif.
Keep it! benar-benar motivasi !!
gw, salut bwt mental anak2 jalanan DALAM MEMPERTAHANKAN HIDUP, bravo, tp sayang sekali kalau semangat dan usaha keras mereka hanya untuk bertahan melewati kejamnya 1 hari. seharusnya apapun usaha yg kita lakukan tujuannya hanya satu yaitu karena Allah. karena tujuannya itu akhirnya mereka pun tidak memperdulikan norma2 yang ada.gw tau karena gw juga bergaul dengan mereka, jadi menurut gw yg lebih hebat adalah orang yg melakukan sesuatu karena Allah.
Sebuah uraian yang ringkas dan sederhana. Namun mampu menggelorakan dada. Jadi lebih termotivasi n bersemangat. Kalau diliat ke dalam diri, jauh dari perjuangan yang seperti mereka. Mereka memang luar biasa. Tak sanggup membayangkan kehidupan mereka di jalanan, yang kadang ada uang, kadang tidak. hanya untuk makan..
Terima kasih mbak Sartika n resensi.
ada benarnya juga sih , tapi di sudut lain anak jalanan adalah penuh kenistaan , pergaulan bebas, narkoba cekek botol, perkelahian, dll. ini membuat gerah para pemangku kebijakan saat mereka mau menyelasaikan permasalahan itu yang ada hanyalah mengusir mereka tanpa ada penyelesaian yang tepat. akhirnya mereka kembali lagi kejalanan yang membuat mereka bebas berkreasi dan mencari rejeki…
ya smoga saja kita bisa meniru keteguhan hati mereka dan kita tidak akan mudah putus asa dalam menjalani hidup ini,….
Keteguhan mereka patut kita teladani.
kita gak bisa menilai secara benar tentang lebih hebat mana kita dan anak jalanan..karena semua hal yang terjadi itu ada sebab dan akibatnya,misal kalau kita jadi mereka mungkin kita akan nglakuin hal yang sama behxgitu juga sebaliknya…tapi aq tetep salut dengan sifat anak jalanan yang seperti itu..thx
Anak jalanan adalah suatu polemik. disatu sisi mereka memang luar biasa. coba dilihat, jarang sekali anak jalanan mengalami sakit. Padahal kita tau sendiri bagaimana makanan dan kehidupan mereka.. Mungkin juga kejahatan yang mereka lakukan adalah karena keterdesakan akan masalah yang mereka alami.
kita ambil positif dan cari solusi buat mereka..
semoga masalah ini bisa terselesaikan denagn cantik…
^_^
mudah2an aku menjadi orang yang slalu bersyukur sama Allah akan apa yang sudah aku dapatkan, dan semoga aku bisa menghadapi apa yang udah ditentuin sama Allah,… dan umumnya untuk kita semua
kesabaran nya patut di tiru
thanks y atas artikelnya
minta izin tuk copy
kalau anak jalanan/pengamen seperti yg dimaksud diatas memang hebat. tp bagaimana dengan mereka yg sudah jadi pengamen/anak jalanan kemudian mudah dipengaruhi karena faktor lingkungan? banyak anak jalanan yg hebat seperti diatas, tp tidak sedikit mereka yg mempunyai kepribadian yg tidak meng enakkan….
Mereka berkeliaran di jalan bukan karena ingin, tapi karena dipaksa oleh keadan. Kalau disuruh milih, pasti mereka lebih suka hidup seperti orang rumahan. Dipertigaan IAIN Yogya saya sering melihat beberapa anak membaca buku pelajaran saat lampu hijau menyala. Rupanya, disela-sela “jam kerja” mereka juga belajar.
Kalau boleh memberi saran: Jangan menganggap remeh dan rendah anak jalanan. Mereka butuh bantuan, bukan caci maki.
semangat hidup anak jalanan merupakan contoh yang baik untuk kita semua…..
mudah mudahan kita semua di berikan hidayah untuk pintar mensyukuri nikmat Alloh SWT.Amin
semanagat terus untuk anak jalanan
semoga org biasa dapat belajar dr kehiodupan ank jalanan
yah..
intinya kita harus mengambil hal-hal positif dari mereka…
bukan yang negatif…
semangat terus…. gak selamanya anak jalanan membawa sisi negatif dalam hidupnya, tp mreka membawa beban yang harus dpikul demi kehidupannya
bersyukurlah…….
anak jalanan bisa masa kita anak rumahan nga bisa.
only spirit……..
semangattttt….look down…bnyk pmbelajaran yg bs diambil dr kisah ini…
gak semua yang mba tulis itu bener, mba hanya mengorek sedikit dari kehidupan yang mereka jalani bagai mna mereka hidup apa yank mereka lakukan d balik hidup itu pa mba dah tao..
dan kekejaman atau dampak dari globalisasi yang mereka rasakan bahkan aparat
(orang” yang berseragam) yang tak mao peduli pa kluhan mereka..
Aku seneng lho baca atikel anda … membri banyak inspirasi dan penguatan diri kita … seperti vitamin atau supplement.. ketimbang kita membaca gossip yang menghakimi orang lebih baik kita memperbaiki diri kita.
yup..masuk shinta daripada gossip nambah dosa.mending menambah wawasan yang berguna…
betul…betul…betulll
wah… hebat…
Itu terjadi karena kita berfikir bahwa tanggung jawab kita hanya keluarga kecil kita. Kehalifahan kita gagal. Ya Allah ampunilah hambamu ini