Tempayan Retak

October 19, 2008 · Filed Under Cerita Motivasi   by Resensinet

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh
merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memiliki kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata
kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan
retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud
tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.
Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Cari artikel yang lain?
Cari di bawah ini:

    Ingin mendapatkan artikel dari situs ini?
    Daftarkan email anda di sini:

    Delivered by FeedBurner


Tanggapan Anda

Berikan tanggapan atas artikel/cerita motivasi di atas. Komentar saran dan kritik Anda merupakan bahan bakar kami untuk menjadi lebih baik. Terima Kasih

14 Responses to “Tempayan Retak”

  1. dinda.. on October 21st, 2008 4:23 am

    Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

  2. ninok on October 22nd, 2008 9:45 am

    Begitulah cara Tuhan memandang sebuah keindahan…

  3. ali on October 28th, 2008 10:34 am

    berbahagialah orang yang bisa menyadari dan mengakui kekurangannya, karena ia akan berbuat dan berkarya dengan sepenuh hati tanpa harus meninggikan dirinya, karena ia tahu untuk memberi tanpa menuntut pemahaman

  4. Stewart Hobbs on November 12th, 2008 11:12 pm

    8c3y50t706qr4nvh

  5. J4n3 on January 14th, 2009 3:23 pm

    I’m crying now,..

  6. Nasri Parasana on April 6th, 2009 7:43 am

    Jangan hanya bersungut melihat kelemahan kita tapi lihatlah potensi besar yang diberikan tuhan kepada kita, maka kitapun akan bersyukur setiap saat.

  7. jesi on June 19th, 2009 6:18 am

    Setiap manusia selalu mempunyai kekurangan…asal kita mau dan mampu untuk selalu mempermasalahkan kekurangan, maka kita akan mampu menjadi orang yang percaya diri….

  8. oline on June 19th, 2009 7:36 am

    satu kerinduanku yaitu mengerti dan memahami semua kekurangan dan kelemahan ku supaya aku juga bisa melihat keindahan dibalik semua kekurangan & kelemahan itu

  9. erje on September 7th, 2009 11:46 am

    :) bner” bkin org mrenung stlah bacany

  10. ct zaha on November 2nd, 2009 1:57 am

    aduh!!!….tersentuh sekali hatiku membaca cerita menarik ini…..memang betul…setiap kelemahan kita ada kekuatan….setiap keburukan kita ada kebaikan….so…jangan bersedih jika kita mengalami sebarang kecacatan…..

  11. amel on December 13th, 2009 11:36 pm

    sumpah ceritanya bagus bgt,,,
    aqw ajh ampe nangis loh baca cerita kisah cinta seorang anak,,
    boleh dbt buku gk c???
    bwt koleksi pribadi kan keren tuh,,
    kl ada yg pnya kisah” renungan ky gn ksh tw via email ya…

    ty,,

  12. CAMAR on December 16th, 2009 11:44 am

    SEPERTI BURUNG CAMAR YANG SELALU MENEMANI NELAYAN DI BURITAN, DENGAN CICITNYA BUKAN ALUNAN MERDU PERKUTUT………….
    INDAH SEKALI………….

  13. Gloria Natalia on December 17th, 2009 11:34 pm

    sebab…setiap kita sangat berharga di mata Yang Maha Kuasa..Kita adalah ciptaan terindahNya,bagai biji mataNya yang selalu terpelihara oleh Kasih SayangNya..amin

  14. braja on March 6th, 2010 12:30 pm

    Subhanallah….
    semakin membuat kita tidak ada apa apanya……

Tinggalkan Balasan




lp3k erhacendekia