Home » Sosok Motivasi » 17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju

17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju

Sosok Motivasi

papua.jpegADA satu hal yang agaknya perlu kita renungkan dari remaja 18 tahun asal Papua, Septinus George Saa. “Uang sebenarnya bukan segala-galanya untuk maju. Selalu ada jalan untuk menimba ilmu,” katanya. Sepintas di telinga, apa yang dikatakan Oge-begitu ia biasa dipanggil-terdengar seperti slogan. Namun, Oge sama sekali bukan berkampanye. Ia hanya ingin jujur menunjukkan apa yang dicapainya tidak terkait dengan kemampuan finansial keluarganya.

Sosok Oge mungkin bisa disebut sebagai gabungan dari remaja yang punya kemauan serta kepercayaan diri tinggi, keingintahuannya besar, dan ulet ncari celah untuk mengatasi hambatan. Sekolah bagi Oge sangat menyenangkan. Ia akan merasa rugi besar jika sampai harus bolos sekolah, entah karena tak punya ongkos jalan atau karena harus membantu ayah di ladang. Untuk mengungkapkan kekesalannya karena tak bisa bersekolah, Oge pernah menangis berjam-jam saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Kerapnya orangtua Oge terpaksa menunggak SPP juga tak membuat dirinya kehilangan semangat sekolah.

Bukan hanya urusan ongkos jalan dan SPP saja yang dihadapi Oge sepanjang duduk di bangku sekolah, bahkan buku cetak pegangan di kelas yang harus dimiliki murid juga sering tak dimilikinya. Tetapi, dasar otak encer, ia tenang saja menyerap seluruh pelajaran dengan otaknya. Prestasinya di kelas sejak SD membuat gurunya menawari Oge untuk langsung ikut ujian kelas enam, padahal saat itu ia baru kelas empat. Keruan ibu Oge, Nelce Wafom, melarangnya menerima tawaran itu, bukan saja karena sang kakak di kelas enam, tetapi Nelce juga menginginkan Oge berkembang sesuai dengan umurnya.

HASIL penelitian Oge sebenarnya sederhana, tetapi bisa mempunyai manfaat kelak jika dikembangkan lebih jauh. Lewat tulisannya di harian ini Mei lalu, Dr Kebamoto, ahli fisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, menilai eksperimen fisika Oge ini boleh jadi akan menjadi langkah awal pengungkapan misteri struktur sarang tawon yang berbentuk heksagon. Ini adalah struktur yang dikenal dalam bidang material sains dan struktur bangunan sipil, mulai dari lembaran kulit bola kaki sampai material berukuran mikrometer atau nanometer.

Struktur sarang tawon dikenal bisa membuat berbagai material-seperti grafit atau nanokomposit-menjadi memiliki sifat fisika yang aneh-aneh, seperti daya hantar listrik tinggi, tahan terhadap suhu tinggi, dan kekuatan mekaniknya 500 kali dari baja. Padahal, pada bahan yang sama, jika strukturnya tak sarang tawon, sifat fisika seperti disebut di atas tidak akan tampak.

Dalam eksperimennya, Oge meneliti dua hukum Kirchoff, suatu hukum yang mengatur besar arus dan tegangan listrik pada titik percabangan suatu rangkaian/jaringan resistor.

Menurut Kebamoto, jika jaringan itu berbentuk persegi atau segitiga, penghitungan resistor totalnya bisa dikerjakan murid sekolah menengah atas (SMA). Sementara kalau struktur resistornya berbentuk bintang, pengerjaannya bisa digarap mahasiswa tingkat 1 atau 2.

Namun, yang dikerjakan Oge adalah struktur sarang tawon rumit, di mana mencari hambatan atau beda tegangan antara dua titik simpul mana saja pada sarang tawon, yang tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Oge ternyata menyelesaikan masalah dengan deret Fourier yang biasanya baru diajarkan pada mahasiswa semester 4.

Bisa dibayangkan, seorang murid kelas 3 SMU Negeri Buper, Jayapura, bisa menurunkan persamaan rumit itu ke dalam formula sederhana. Dengan rumusnya itu, ia bisa menghitung hambatan (resistensi) di antara dua titik dalam sebuah rangkaian sarang tawon. Padahal, menurut Kebamoto, karena rumit dan solusi analitisnya sulit ditentukan, Oge harus belajar terlebih dulu soal analisis numerik dan program komputer yang bisa menyelesaikan kasus itu. Semua ini biasanya baru dipelajari mahasiswa tahun ke-3.

PERJALANAN Oge membuat rumus yang layak ia klaim sebagai “George Saa Formula” sebenarnya berawal dari terpilihnya ia-bersama dengan empat siswa lain-oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk ikut Olimpiade Fisika. Saat itulah ia mulai berkenalan dengan pelatihan tiga bulan yang dilakukan Tim Olimpiade Fisika di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang. Hasilnya, ia dikirim ke India, mengikuti lomba fisika, di mana Oge cuma memperoleh gelar honourable.

Berikutnya, ia menghasilkan makalah berjudul “Apakah Elektron merupakan Partikel atau Gelombang?” yang merupakan hasil tinjauan ulang atas berbagai makalah yang pernah ditulis sejumlah ilmuwan. Dari makalah yang dinilai biasa saja, tetapi penjelasan dan cara menyimpulkannya menarik, Yohanes Surya-guru besar UPH yang juga Ketua Tim Olimpiade Fisika-mulai melihat adanya potensi pada diri Oge. Bersama dengan enam peserta lain, ia kembali berlatih di UPH selama sebulan sebelum diminta untuk membuat penelitian dari sejumlah topik yang sudah ditentukan. Dari situlah, Oge mulai meneliti soal penghitungan hambatan pada struktur sarang tawon.

Jika menilik ke belakang, apa yang dihasilkan Oge bukannya tanpa hambatan. Untuk mengikuti lomba ilmiah tingkat pelajar di luar daerahnya bukanlah hal mudah. Beruntung ia memiliki kakak yang bisa diajak “bersekutu”. Adalah Franky Albert Saa, kakak Oge yang tertua, yang secara diam-diam mempersiapkan kepergian adiknya ke Jakarta setelah Oge menjuarai lomba Olimpiade Kimia tingkat daerah tahun 2001. Sang ibu rupanya tidak rela berpisah dari si bungsu yang dilahirkan 22 September 1986 ini. Persis menjelang Oge akan melangkah menuju pesawat, baru kabar itu disampaikan kepada Nelce. Keruan tangis Nelce pun pecah dan itu berlangsung sampai dua pekan.

Bagi Oge, masa sulit bersekolah praktis terlewati begitu ia diterima di SMUN 3 Buper Jayapura, sebuah sekolah unggulan milik Pemerintah Provinsi Papua, yang dikhususkan untuk menampung siswa berprestasi. Para lulusan sekolah menengah pertama yang berprestasi dari setiap kabupaten/kota dikirim oleh pemerintah daerahnya untuk bisa bersekolah di sini.

Di sekolah itu pula, Oge mulai mengenal internet, yang menjadi sumber inspirasi penulisan risetnya. Dari internet juga, ia mendapat bermacam-macam teori, temuan, dan hasil penelitian para ahli fisika dunia yang mengilhami Oge dalam menurunkan rumusnya. Itulah yang membuat dia berkomentar, “Uang bukan segala-galanya untuk maju. Selalu ada jalan untuk menimba ilmu.”

Karena itu pula, ia berharap para remaja Papua juga dapat melakukan hal serupa dan tidak perlu resah dengan urusan uang. “Orang Papua banyak yang hebat dan memiliki otak brilian. Tetapi, mereka selalu melihat uang sebagai hambatan. Padahal, yang penting kan kemauan dan semangat kerja keras,” ujar remaja yang juga mendapat kesempatan belajar riset di Polish Academy of Science di Polandia selama satu bulan.

Kesempatan itu tentu saja amat diimpi-impikan Oge yang bercita-cita meraih Nobel bidang fisika kelak. “Saya memang masih harus bekerja keras, disiplin, dan terus mencari yang terbaik untuk sampai ke sana,” katanya.

KINI hari-hari Oge tidak hanya disibukkan dengan belajar, mengasah kemampuannya, tetapi juga menghadiri berbagai acara yang sifatnya seremonial. Suatu kali pernah ia harus hadir atas undangan Gubernur Papua JP Solossa guna bertatap muka dengan para guru dan murid se-Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom di Kantor Balai Pelatihan Guru di Kota Raja, Jayapura. Dalam acara yang terkait dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional itu, Solossa memujinya dengan mengatakan, “Dia tidak hanya membawa nama besar Papua, tetapi mengangkat nama bangsa Indonesia di dunia internasional. Ini satu kebanggaan luar biasa. Papua yang selalu dikonotasikan dengan kemiskinan, telanjang, dan bodoh ternyata punya putra asli yang genius,” kata Solossa disambut tepuk tangan.

Oge kini memang menjadi favorit guru dan murid di Papua. Seusai pertemuan dengan Gubernur Solossa, misalnya, para siswa dan guru mengerumuninya. Mereka mengucapkan selamat berjuang, sementara beberapa guru dari sekolah lain mengajak Oge berfoto bersama. Sementara, di luar ruangan, teman-temannya telah menunggu. Mereka tak sabar meminta Oge menjelaskan pelajaran fisika yang baru saja mereka dapat dari sang guru. (KORNELIS KEWA AMA)

Sumber: Septinus George Saa, Uang Bukan Segalanya untuk Maju – Kompas, 30 Desember 2004

Pencarian

,,Motivasi Untuk Maju (266),uang bukan segalanya (179),kumpulan slogan (79),motivasi uang (56),motivasi maju (49),uang bukanlah segalanya (42),uang adalah segalanya (39),motifasi untuk maju (26),Cerita motivasi untuk maju (25),UANG BUKAN SEGALA-GALANYA (22),motivasi-untuk-maju (15),uang bukan segala galanya (9),arti ungkapan kehilangan akal (9),makalah guru yang baik (8),Motivasi tentang uang (8)

Comments for 17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju
  1. nulul // February 14th, 2007 at 7:01 am

    Wahh hebat Oge, eke ngitung pakek rumus yang udah ada aja puyeng tuju keliling apalgi harus nyiptain rumus kaya’ die hehehe :p (bakal puyeng seribu keliling)

  2. chiara // April 20th, 2007 at 6:14 am

    Waow…applaus deh 4 Oge!!!
    Indonesia must b proud of u..!!!

  3. dian // August 7th, 2007 at 2:19 pm

    go ahead oge. putra papua jangan kalah dengan remaja jepang dan amerika… all the best.

  4. theywe // September 15th, 2007 at 12:43 am

    jadi iri ma oge, tapi jadi semangat buat ngeraih apa yang selama ini dicita2kan. thanks ya

  5. yudha // September 18th, 2007 at 9:59 am

    uapik banget’e lanjutin ye!!!

  6. Eka Retna SF // October 22nd, 2007 at 2:37 pm

    iya, aku setuju banget…,!

  7. linda // June 16th, 2008 at 7:29 am

    gue jg setuju banget “uang emang bukan segalanya”

  8. ivan pradibta // February 17th, 2009 at 3:02 am

    Oge!!!!

    Pernah baca artikelnya di koran kompas kalo gak salah…

    Teman kita satu ini memang punya semangat yang kuat..

    Otak encernya hanya salah satu tools yang ia pakai..

    Semagat Kawan!!!

  9. rudy // June 14th, 2009 at 12:51 am

    wah hebat ya….
    semoga bnyak tmen2 yg terinspirasi dari Oge….
    Jika semua anak Indonesia sprti di bukan tidak mungkin Indonesia akan cepat maju

  10. indah // January 7th, 2010 at 4:29 pm

    semangat ya Oge, salut mudah2an anak2u dan anak Indonesia semangat terus seperti Oge….

  11. Anonymous // June 5th, 2010 at 8:14 am

    mohon ijin untuk di forward… nice article

  12. artana // July 7th, 2010 at 10:28 pm

    wah benar2 encer ni otaknya,
    selamat ya…

Trackbacks Motivasi

  1. Lilin Babi Ngepet | "Lipchitz" -An aiD Ap suP At iL-
  2. PERSEPSI YANG SALAH TENTANG “KEBAHAGIAAN” – CitizanNetwork | CitizanNetwork
  3. Apa itu Kebahagiaan ? | share2friends.net
  4. Lilin Babi Ngepet « amin127
Leave a Comment for 17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju

*

Related 17-Uang Bukan Segalanya untuk Maju

42-Jadilah Magnet Atas Su

“What you see in your mind, you’re going to hold it in your

No Time For Love

Cinta adalah sebuah kata yang paling romantis, cinta adalah suatu perasaan kepada orang

Dirimu Memang Tangguh

Dulu Engkau Tangguh Kenapa sekarang luluh? Sudahlah, jangan mengaduh, Hidup memang lumrah begitu.

10 Cara Melepaskan Beleng

1. Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda

Lihat Juga Cerita Motivasi Menarik Lainnya

Kekuatan Sejati Seorang Wanita

Dalam hidup ini, Allah telah menciptakan alam seisinya dengan sangat sempurna. Semua dirancang dan dikendalikan sesuai dengan tata hukum Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Penciptaannya berupa keteraturan yang terancang. Bukti dari semua itu adalah diciptakannya segala sesuatu dengan berpasang pasangan. Allah menciptakan semua berpasang pasangan. Ada baik dan buruk, panjang pendek, tinggi rendah, jauh dekat, [...]

Monday, December 8th, 2008 | Artikel Motivasi

Bawaan Lahir atau Bisa Dipelajari?

Pertanyaan-pertanyaan berikut cukup menarik dan banyak menjadi bahan pemikiran para ahli. Apakah seseorang memang dilahirkan sebagai penjahat?. Sungguh adakah orang yang dilahirkan sebagai pemimpin?. Bila anda terlahir pemalu, bukankah itu berarti anda menjadi pemalu selamanya? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu juga berkembang di berbagai bidang psikologi, seperti misal, apakah intelegensi sudah ada sejak lahir – sebagai sifat [...]

Saturday, September 25th, 2010 | Artikel Motivasi

16-Profesionalisme Tinggi

Berita yang gencar dilancarkan oleh media massa tentang sejumlah bupati dan wali kota

Tahta Untuk Sang Putri

Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang

Puisi Orang Gagal

Aku takut orang lain akan menghina diriku, jika aku menjadi diri sendiri. Aku

Rezeki saya ada dimana-mana

Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan

Sebuah Game / Permainan yang memberikan “Makna Kehidupan”

Waktu itu adalah hari libur, kebetulan juga bahwa waktu itu adalah jadwal saya untuk mengikuti suatu acara Training yang diselengarakan oleh pihak kampus, acara itu dihadiri sekitar 746 Mahasiswa se-Fakultas di Auditorium Universitas dan berlangsung selama 2 hari. saya dan teman-teman sesama mahasiswa baru angkatan 2011 mengikuti seluruh kegiatan yang telah dijadwalkan sedemikian rupa . [...]

Thursday, March 29th, 2012 | Artikel Motivasi, Cerita Motivasi, Pengembangan Diri, Tips Motivasi

Kisah Cinta Seorang Anak..

(ditulis oleh Cristine Wili) Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. [...]

Tuesday, May 6th, 2008 | Cerita Motivasi, Sosok Motivasi, Suara Hati

13-Gunung Jangan Pula Meletus

Khusus untuk bencana Aceh, saya terpaksa menemui Kiai Sudrun. Apakah kata mampu mengucapkan kedahsyatannya? Apakah sastra mampu menuturkan kedalaman dukanya? Apakah ilmu sanggup menemukan dan menghitung nilai-ilai kandungannya? Wajah Sudrun yang buruk dengan air liur yang selalu mengalir pelan dari salah satu sudut bibirnya hampir membuatku marah. Karena tak bisa kubedakan apakah ia sedang berduka [...]

Sunday, January 21st, 2007 | Suara Hati

Bekerja Sepenuh Hati

Suatu Ketika Mercedez Benz owner memiliki masalah dengan kran air di kamar mandi dalam rumahnya. Kran tersebut selalu bocor sampai Big Bos Marcedez itu khawatir akan keselamatan anaknya yang mungkin saja dapat terpeleset dan jatuh. Mengikuti rekomendasi temannya, Mr. Benz menghubungi tukang ledeng agar memperbaiki kran miliknya. Akhirnya dibuat perjanjian untuk memperbaiki yaitu 2 hari [...]

Saturday, January 8th, 2011 | Artikel Motivasi, Cerita Motivasi

Lihatlah Kebaikan Di Sekitar Kita

Topik sederhana tapi “ngena” dari saluran radio swasta di Bandung ini begitu menarik perhatian saya. Kebiasaan saya akhir-akhir ini memang mendengarkan radio sambil menunggu terlelap tidur. Karena biasanya topik-topik yang disajikan malam hari lebih santai tapi serius, jadi kadang bisa buat introspeksi diri sebelum tidur. “Lihatlah kebaikan di sekitar kita, ternyata begitu banyak kebaikan yang [...]

Monday, November 29th, 2010 | Artikel Motivasi, Suara Hati